PROKALTENG.CO-Sejumlah figur publik dan pemengaruh (influencer) mengeluhkan penurunan drastis jangkauan akun media sosial mereka setelah mengkritisi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Beberapa di antaranya menduga akun mereka terkena pembatasan visibilitas sepihak atau shadow ban.
Kondisi shadow ban merujuk pada situasi saat akun atau konten dibatasi sebarannya oleh algoritma platform secara diam-diam tanpa pemberitahuan resmi kepada pemilik akun.
Keluhan tersebut salah satunya disuarakan oleh Tasya Farasya. Melalui akun Threads miliknya, @TasyaFarasya, ia membagikan anomali trafik pada akun Instagram yang memiliki 7,4 juta pengikut tersebut.
Tasya mengungkapkan, penayangan (views) Instagram Stories miliknya merosot tajam dari yang biasanya menembus 1 juta views menjadi hanya puluhan ribu views saat mengunggah isu kebakaran lahan.
“Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,” tulis Tasya sembari menyertakan tangkapan layar perbandingan jangkauan kontennya.
Keluhan serupa dirasakan penyanyi Andien. Lewat akun @andien, ia menduga interaksi akunnya sengaja ditekan akibat konsistensinya menyuarakan krisis lingkungan tersebut.
“Kayaknya kena shadow ban di Instagram karena repost-repost Karhutla tiada henti. Mau promoin video klip baru tapi viewersnya drop,” ungkap Andien.
Di sisi lain, kreator konten Jerome Polin mengaku akun Instagram miliknya relatif aman dari pembatasan visibilitas. Lewat akun Threads @jeromepolin, ia justru mengajak publik dan sesama kreator untuk tidak gentar bersuara.
“Kita lawan shadow ban guys! Ayo terus bersuara dan raise awareness sampe semua orang sadar how chaos is the situation right now. Rakyat bantu rakyat!” tegas Jerome.(jpc)
PROKALTENG.CO-Sejumlah figur publik dan pemengaruh (influencer) mengeluhkan penurunan drastis jangkauan akun media sosial mereka setelah mengkritisi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Beberapa di antaranya menduga akun mereka terkena pembatasan visibilitas sepihak atau shadow ban.
Kondisi shadow ban merujuk pada situasi saat akun atau konten dibatasi sebarannya oleh algoritma platform secara diam-diam tanpa pemberitahuan resmi kepada pemilik akun.
Keluhan tersebut salah satunya disuarakan oleh Tasya Farasya. Melalui akun Threads miliknya, @TasyaFarasya, ia membagikan anomali trafik pada akun Instagram yang memiliki 7,4 juta pengikut tersebut.
Tasya mengungkapkan, penayangan (views) Instagram Stories miliknya merosot tajam dari yang biasanya menembus 1 juta views menjadi hanya puluhan ribu views saat mengunggah isu kebakaran lahan.
“Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,” tulis Tasya sembari menyertakan tangkapan layar perbandingan jangkauan kontennya.
Keluhan serupa dirasakan penyanyi Andien. Lewat akun @andien, ia menduga interaksi akunnya sengaja ditekan akibat konsistensinya menyuarakan krisis lingkungan tersebut.
“Kayaknya kena shadow ban di Instagram karena repost-repost Karhutla tiada henti. Mau promoin video klip baru tapi viewersnya drop,” ungkap Andien.
Di sisi lain, kreator konten Jerome Polin mengaku akun Instagram miliknya relatif aman dari pembatasan visibilitas. Lewat akun Threads @jeromepolin, ia justru mengajak publik dan sesama kreator untuk tidak gentar bersuara.
“Kita lawan shadow ban guys! Ayo terus bersuara dan raise awareness sampe semua orang sadar how chaos is the situation right now. Rakyat bantu rakyat!” tegas Jerome.(jpc)