24.8 C
Jakarta
Saturday, March 7, 2026

Manohara Tuding Pernikahannya dengan Pangeran Kelantan Atas Keinginan Ibunya

Model Manohara Odelia Pinot blak-blakan soal dirinya memutus komunikasi dengan ibunya,Daisy Fajarina. Tindakan itu dilakukannya karena dia merasa hanya dimanfaatkan sang ibunda untuk kepentingannya sendiri.

Manohara menuding pernikahannya dengan Pangeran Kelantan,Tengku Muhammad Fakhry Petra, saat dirinya masih di bawah umur pada 2008 silam, atas keinginan ibunya.

Gara-gara hal tersebut, Manohara mengalami kekerasan fisik dan seksual sampai dia harus melarikan diri ke Indonesia dengan dibantu pihak kepolisian Singapura, pada 2009.

Manohara juga tegas menolak dirinya disebut sebagai mantan istri dari Pangeran Kelantan. Pasalnya, dia tidak merasa diperlakukan selayaknya seorang istri, tapi justru merasa menjadi korban kekerasan fisik dan seksual.

Manohara menegaskan pernikahannya dengan Pangeran Kelantan bukanlah hubungan yang romantis karena dia justru diperlakukan seperti korban dari seorang predator.

Baca Juga :  Mau Dapat Sepeda Seharga Rp60 Juta? Ikuti Sayembara Kekasih Vanessa In

“Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah,” kata Manohara dalam unggahannya dii Instagram.

“Ketika seseorang menjadi korban pelecehan seksual, kita tidak menyebut mereka sebagai mantan pacar pelaku. Kita tidak membingkai kekerasan seksual sebagai sebuah hubungan,” kata Manohara.

Electronic money exchangers listing

“Kita tidak mengubah pelecehan menjadi cerita yang didasarkan pada persetujuan. Logika yang sama berlaku di sini. Saya berusia 15 tahun. Pria yang terlibat berusia 30-an.”

Hubungan suami istri saat itu dilakukan tidak seperti pasangan yang romantis. “Tidak ada kencan,tidak ada persetujuan. Apa yang terjadi adalah paksaan,” ungkap Manohara.

Manohara menolak menyebut dirinya sebagai mantan istri dari Pangeran Kelantan karena telah disakiti secara fisik dan mental lewat sejumlah perlakuan yang diterimanya. Manohara berulang kali memposisikan diri sebagai korban kejahatan dari suaminya sendiri pada saat itu.

Baca Juga :  Asisten Ungkap Perselingkuhan Lina dan Teddy Terjadi Sejak 2017

“Menyebut korban sebagai mantan pasangan atau mantan suami/istri dari orang yang menyakiti mereka tidak membuat situasi menjadi lebih sopan atau dapat diterima secara budaya. Itu membuatnya tidak akurat. Lebih buruk lagi, itu mengalihkan fokus dari kerugian dan ke anak,”katanya.

Manohara meminta media untuk tidak lagi menyebutnya sebagai mantan istri dari Pengeran Kelantan. Karena itu justru akan membuatnya merasakan kesedihan, teringat dengan peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi padanya pada masa lalu.(jpc)

Model Manohara Odelia Pinot blak-blakan soal dirinya memutus komunikasi dengan ibunya,Daisy Fajarina. Tindakan itu dilakukannya karena dia merasa hanya dimanfaatkan sang ibunda untuk kepentingannya sendiri.

Manohara menuding pernikahannya dengan Pangeran Kelantan,Tengku Muhammad Fakhry Petra, saat dirinya masih di bawah umur pada 2008 silam, atas keinginan ibunya.

Gara-gara hal tersebut, Manohara mengalami kekerasan fisik dan seksual sampai dia harus melarikan diri ke Indonesia dengan dibantu pihak kepolisian Singapura, pada 2009.

Electronic money exchangers listing

Manohara juga tegas menolak dirinya disebut sebagai mantan istri dari Pangeran Kelantan. Pasalnya, dia tidak merasa diperlakukan selayaknya seorang istri, tapi justru merasa menjadi korban kekerasan fisik dan seksual.

Manohara menegaskan pernikahannya dengan Pangeran Kelantan bukanlah hubungan yang romantis karena dia justru diperlakukan seperti korban dari seorang predator.

Baca Juga :  Mau Dapat Sepeda Seharga Rp60 Juta? Ikuti Sayembara Kekasih Vanessa In

“Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah,” kata Manohara dalam unggahannya dii Instagram.

“Ketika seseorang menjadi korban pelecehan seksual, kita tidak menyebut mereka sebagai mantan pacar pelaku. Kita tidak membingkai kekerasan seksual sebagai sebuah hubungan,” kata Manohara.

“Kita tidak mengubah pelecehan menjadi cerita yang didasarkan pada persetujuan. Logika yang sama berlaku di sini. Saya berusia 15 tahun. Pria yang terlibat berusia 30-an.”

Hubungan suami istri saat itu dilakukan tidak seperti pasangan yang romantis. “Tidak ada kencan,tidak ada persetujuan. Apa yang terjadi adalah paksaan,” ungkap Manohara.

Manohara menolak menyebut dirinya sebagai mantan istri dari Pangeran Kelantan karena telah disakiti secara fisik dan mental lewat sejumlah perlakuan yang diterimanya. Manohara berulang kali memposisikan diri sebagai korban kejahatan dari suaminya sendiri pada saat itu.

Baca Juga :  Asisten Ungkap Perselingkuhan Lina dan Teddy Terjadi Sejak 2017

“Menyebut korban sebagai mantan pasangan atau mantan suami/istri dari orang yang menyakiti mereka tidak membuat situasi menjadi lebih sopan atau dapat diterima secara budaya. Itu membuatnya tidak akurat. Lebih buruk lagi, itu mengalihkan fokus dari kerugian dan ke anak,”katanya.

Manohara meminta media untuk tidak lagi menyebutnya sebagai mantan istri dari Pengeran Kelantan. Karena itu justru akan membuatnya merasakan kesedihan, teringat dengan peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi padanya pada masa lalu.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru