BRIvolution Reignite Moncer, Kredit Commercial BRI Melejit 58,4 Persen

JAKARTA – Transformasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk lewat program BRIvolution Reignite mulai menunjukkan hasil. Segmen commercial BRI menjadi mesin pertumbuhan baru dengan lonjakan kredit hingga double digit, sekaligus memperkuat posisi BRI dalam mendorong ekosistem bisnis nasional.

Akselerasi kinerja ini terlihat dari pertumbuhan kredit commercial BRI yang tembus Rp61,4 triliun pada 2025. Angka tersebut melonjak Rp22,6 triliun dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan strategi transformasi bisnis yang makin agresif dan tepat sasaran di tengah persaingan industri perbankan.

Secara historis, kinerja segmen commercial menunjukkan tren konsisten. Dari Rp20,8 triliun pada 2021, naik menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, lalu melonjak tajam pada 2025. Dalam periode tersebut, nilai kredit meningkat hampir tiga kali lipat dibanding 2021, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 58,4% (YoY), jauh di atas tren lima tahun terakhir.

Baca Juga :  BRI Luncurkan Fitur Reksa Dana di BRImo, Investasi Mulai Rp10 Ribu

Komposisi portofolio pembiayaan juga makin solid dan sejalan dengan prioritas pembangunan nasional. Kontribusi terbesar berasal dari sektor berbasis APBN (20%), disusul energi (12%), konstruksi (11%), perdagangan (10%), pangan (10%), serta industri pengolahan (8%).

Sejalan dengan itu, pangsa pasar segmen commercial BRI terus naik dari 2,1% pada 2021 menjadi 5,2% pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan strategi ekspansi berbasis ekosistem yang efektif dalam memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan kualitas nasabah.

Dari sisi kualitas, kredit BRI juga semakin terjaga. Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan hingga 7,6% pada 2025. Perbaikan ini berjalan beriringan dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK, sehingga pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menyebut transformasi difokuskan pada penguatan pilar Revamp Existing Core untuk mendorong pertumbuhan bisnis commercial.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tren Investasi Saham Merambah Tongkrongan Anak Muda Kalteng, FOMO Salah Satu Pemicu Awal

“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus memperkuat dukungan ke usaha menengah. Segmen middle market ini penting karena menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam satu ekosistem,” ujarnya.

Dukungan itu diwujudkan lewat pembiayaan komprehensif, mulai dari kredit modal kerja (working capital loan) untuk kebutuhan jangka pendek hingga kredit investasi (investment loan) guna ekspansi jangka panjang.

Selain pembiayaan, BRI juga menghadirkan solusi digital melalui platform QLola by BRI. Layanan ini memudahkan nasabah mengelola keuangan perusahaan, mulai dari pembayaran pajak, transfer online, hingga monitoring kondisi finansial secara real time.

“Dengan ekosistem bisnis yang terintegrasi, inovasi digital, dan program pemberdayaan yang relevan, BRI terus mendorong UMKM dan perusahaan menengah tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tutup Dippo. ***

JAKARTA – Transformasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk lewat program BRIvolution Reignite mulai menunjukkan hasil. Segmen commercial BRI menjadi mesin pertumbuhan baru dengan lonjakan kredit hingga double digit, sekaligus memperkuat posisi BRI dalam mendorong ekosistem bisnis nasional.

Akselerasi kinerja ini terlihat dari pertumbuhan kredit commercial BRI yang tembus Rp61,4 triliun pada 2025. Angka tersebut melonjak Rp22,6 triliun dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan strategi transformasi bisnis yang makin agresif dan tepat sasaran di tengah persaingan industri perbankan.

Secara historis, kinerja segmen commercial menunjukkan tren konsisten. Dari Rp20,8 triliun pada 2021, naik menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, lalu melonjak tajam pada 2025. Dalam periode tersebut, nilai kredit meningkat hampir tiga kali lipat dibanding 2021, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 58,4% (YoY), jauh di atas tren lima tahun terakhir.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BRI Luncurkan Fitur Reksa Dana di BRImo, Investasi Mulai Rp10 Ribu

Komposisi portofolio pembiayaan juga makin solid dan sejalan dengan prioritas pembangunan nasional. Kontribusi terbesar berasal dari sektor berbasis APBN (20%), disusul energi (12%), konstruksi (11%), perdagangan (10%), pangan (10%), serta industri pengolahan (8%).

Sejalan dengan itu, pangsa pasar segmen commercial BRI terus naik dari 2,1% pada 2021 menjadi 5,2% pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan strategi ekspansi berbasis ekosistem yang efektif dalam memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan kualitas nasabah.

Dari sisi kualitas, kredit BRI juga semakin terjaga. Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan hingga 7,6% pada 2025. Perbaikan ini berjalan beriringan dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK, sehingga pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menyebut transformasi difokuskan pada penguatan pilar Revamp Existing Core untuk mendorong pertumbuhan bisnis commercial.

Baca Juga :  Tren Investasi Saham Merambah Tongkrongan Anak Muda Kalteng, FOMO Salah Satu Pemicu Awal

“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus memperkuat dukungan ke usaha menengah. Segmen middle market ini penting karena menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam satu ekosistem,” ujarnya.

Dukungan itu diwujudkan lewat pembiayaan komprehensif, mulai dari kredit modal kerja (working capital loan) untuk kebutuhan jangka pendek hingga kredit investasi (investment loan) guna ekspansi jangka panjang.

Selain pembiayaan, BRI juga menghadirkan solusi digital melalui platform QLola by BRI. Layanan ini memudahkan nasabah mengelola keuangan perusahaan, mulai dari pembayaran pajak, transfer online, hingga monitoring kondisi finansial secara real time.

“Dengan ekosistem bisnis yang terintegrasi, inovasi digital, dan program pemberdayaan yang relevan, BRI terus mendorong UMKM dan perusahaan menengah tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tutup Dippo. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru