27.9 C
Jakarta
Thursday, February 5, 2026

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun untuk 118 Ribu Debitur

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). Hingga akhir Desember 2025, BRI telah merealisasikan pembiayaan KPRS sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari komitmen menyediakan akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penyaluran KPRS tersebut mencakup berbagai skema pembiayaan, yakni KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp15,74 triliun, KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan melalui perluasan akses pembiayaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga :  Efek Ramadan dan Lebaran, Transaksi BRIZZI Meningkat 15 Persen

“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny.

Untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian subsidi, pada Agustus 2025 BRI memperoleh peningkatan alokasi pembiayaan KPR FLPP dari 17.700 unit menjadi 25.000 unit. Kuota tersebut kembali ditingkatkan menjadi 32.000 unit, dan pada Desember 2025 bertambah menjadi 33.000 unit. Sementara pada 2026, BRI mendapatkan kuota KPR FLPP sebesar 36.261 unit.

Peningkatan alokasi ini memperkuat peran BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas ketersediaan hunian yang terjangkau dan layak bagi masyarakat.

Baca Juga :  BRI Gandeng Komunitas Padel, Pengguna BRImo Tembus 43,9 Juta

Selain membuka akses kepemilikan rumah, penyaluran KPRS juga sejalan dengan dukungan BRI terhadap Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan pemerataan ekonomi. Dampaknya turut mendorong aktivitas sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tukang, logistik, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan perumahan.

Electronic money exchangers listing

“Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses hunian, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. BRI akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak keluarga Indonesia memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” pungkas Dhanny. ****

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). Hingga akhir Desember 2025, BRI telah merealisasikan pembiayaan KPRS sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari komitmen menyediakan akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penyaluran KPRS tersebut mencakup berbagai skema pembiayaan, yakni KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp15,74 triliun, KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan melalui perluasan akses pembiayaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Efek Ramadan dan Lebaran, Transaksi BRIZZI Meningkat 15 Persen

“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny.

Untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian subsidi, pada Agustus 2025 BRI memperoleh peningkatan alokasi pembiayaan KPR FLPP dari 17.700 unit menjadi 25.000 unit. Kuota tersebut kembali ditingkatkan menjadi 32.000 unit, dan pada Desember 2025 bertambah menjadi 33.000 unit. Sementara pada 2026, BRI mendapatkan kuota KPR FLPP sebesar 36.261 unit.

Peningkatan alokasi ini memperkuat peran BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas ketersediaan hunian yang terjangkau dan layak bagi masyarakat.

Baca Juga :  BRI Gandeng Komunitas Padel, Pengguna BRImo Tembus 43,9 Juta

Selain membuka akses kepemilikan rumah, penyaluran KPRS juga sejalan dengan dukungan BRI terhadap Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan pemerataan ekonomi. Dampaknya turut mendorong aktivitas sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tukang, logistik, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan perumahan.

“Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses hunian, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. BRI akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak keluarga Indonesia memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” pungkas Dhanny. ****

Terpopuler

Artikel Terbaru