PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) di pasar Kota Palangka Raya mulai mengalami kenaikan signifikan. Komoditas yang mengalami lonjakan harga paling tajam adalah cabai (lombok) dan daging ayam potong yang dipicu oleh tingginya permintaan serta keterbatasan stok dari daerah pemasok.
Berdasarkan pantauan Prokalteng di lapangan, Senin (16/2/26) malam, harga cabai rawit kini menyentuh angka Rp120.000 per kilogram. Sementara itu, untuk jenis cabai tiung dan cabai keriting, harga bergerak di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Seorang pedagang di Pasar Besar Palangka Raya mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini, terjadi sangat cepat dalam beberapa hari terakhir.
“Harga lombok (cabai) sekarang sedang marak-maraknya naik. Dari harga Rp60.000, dalam dua hari sekarang sudah jadi Rp80.000,” ujar Husnul (24) salah seorang pedagang di Pasar Besar Palangka Raya.
Selain cabai, menurutnya harga daging ayam potong juga terus merangkak naik. Aina (35), seorang pedagang ayam di pasar yang sama menyebutkan bahwa kenaikan terjadi secara bertahap setiap harinya. Saat ini, harga ayam potong telah mencapai Rp40.000 per ekor, naik dari harga sebelumnya yang hanya di angka Rp38.000.
“Naiknya seribu, besok naik seribu lagi. Ini karena mau puasa. Jadi permintaan naik tapi stok terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pasokan ayam yang didatangkan dari wilayah Banjar seringkali tidak mencukupi permintaan pelanggan yang meningkat.
Kenaikan harga juga merambat ke komoditas bawang. Harga bawang merah kini dipatok Rp40.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp38.000 per kilogram.
Namun demikian, pedagang justru mengeluhkan kualitas bawang yang masuk cenderung kecil (halus-halus), tapi harganya tetap tinggi karena stok yang kosong di tingkat distributor.
Para pedagang menilai fluktuasi harga ini sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti dari Berabai dan Banjar.
“Kalau mengandalkan lombok lokal sini banyak, harga pasti turun, mau Hari Raya atau tidak. Tapi kalau cuma mengandalkan pasokan dari Banjar atau Berabai, harganya pasti naik,” ungkap seorang pedagang sayuran, Suday (27) ketika dibincangi media ini.
Masyarakat dan pedagang berharap pasokan dapat kembali stabil agar harga tidak terus melambung tinggi memasuki bulan puasa Ramadan tahun ini. (her)


