30.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Jalan Hauling di Gunung Mas-Kapuas Capai 70 Persen, Ditarget Rampung 2025 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Proyek jalan hauling di Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas yang diperuntukkan bagi angkutan perusahaan besar swasta (PBS) terus dikebut. Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, mengungkapkan bahwa progres fisik jalan alternatif ini telah mencapai 70 persen dari total panjang 147 kilometer. Targetnya, jalur tersebut rampung dan bisa digunakan pada akhir 2025.

“Jalan ini dimulai dari mulut tambang di Simpang Sungai Hanyo kilometer 14 dan berakhir di Desa Batengkong, Kapuas. Saat ini, perkembangannya sudah 70 persen,” ujar Lohing, Senin (3/3).

Proyek ini dikerjakan oleh Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kalteng, dengan proses pembangunan yang telah berlangsung selama tiga tahun. Lohing berharap penyelesaian jalan alternatif ini sesuai rencana, mengingat keberadaannya sangat penting bagi sektor transportasi dan perekonomian daerah.

Baca Juga :  Dewan Kalteng Ajak Masyarakat Melirik Sektor Perkebunan

“Ini bagian dari program yang disampaikan Gubernur Agustiar saat kampanye. Semoga pada akhir 2025 jalan ini sudah bisa beroperasi penuh, tentunya dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan tegas Gubernur Kalteng sebelumnya, Sugianto Sabran, yang menutup jalur umum dari angkutan overloading (ODOL) seperti batu bara dan kayu.

Namun, ia menilai solusi berupa jalan alternatif hauling sangat diperlukan untuk menyeimbangkan kepentingan investasi dan kepentingan masyarakat.

“Kita tetap membutuhkan investasi yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Makanya, jalan hauling ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat selama ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depan ada kemungkinan penerapan sistem berbayar bagi PBS yang menggunakan jalan tersebut. Namun, masyarakat setempat tidak akan dikenakan biaya.

Baca Juga :  Dewan Dorong Maksimalisasi Pengelolaan SDA untuk Tingkatkan PAD

“Tentu masyarakat lokal tetap bisa menggunakan jalan ini tanpa biaya. Ini fasilitas yang dibangun untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (hfz)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Proyek jalan hauling di Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas yang diperuntukkan bagi angkutan perusahaan besar swasta (PBS) terus dikebut. Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, mengungkapkan bahwa progres fisik jalan alternatif ini telah mencapai 70 persen dari total panjang 147 kilometer. Targetnya, jalur tersebut rampung dan bisa digunakan pada akhir 2025.

“Jalan ini dimulai dari mulut tambang di Simpang Sungai Hanyo kilometer 14 dan berakhir di Desa Batengkong, Kapuas. Saat ini, perkembangannya sudah 70 persen,” ujar Lohing, Senin (3/3).

Proyek ini dikerjakan oleh Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kalteng, dengan proses pembangunan yang telah berlangsung selama tiga tahun. Lohing berharap penyelesaian jalan alternatif ini sesuai rencana, mengingat keberadaannya sangat penting bagi sektor transportasi dan perekonomian daerah.

Baca Juga :  Dewan Kalteng Ajak Masyarakat Melirik Sektor Perkebunan

“Ini bagian dari program yang disampaikan Gubernur Agustiar saat kampanye. Semoga pada akhir 2025 jalan ini sudah bisa beroperasi penuh, tentunya dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan tegas Gubernur Kalteng sebelumnya, Sugianto Sabran, yang menutup jalur umum dari angkutan overloading (ODOL) seperti batu bara dan kayu.

Namun, ia menilai solusi berupa jalan alternatif hauling sangat diperlukan untuk menyeimbangkan kepentingan investasi dan kepentingan masyarakat.

“Kita tetap membutuhkan investasi yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Makanya, jalan hauling ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat selama ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depan ada kemungkinan penerapan sistem berbayar bagi PBS yang menggunakan jalan tersebut. Namun, masyarakat setempat tidak akan dikenakan biaya.

Baca Juga :  Dewan Dorong Maksimalisasi Pengelolaan SDA untuk Tingkatkan PAD

“Tentu masyarakat lokal tetap bisa menggunakan jalan ini tanpa biaya. Ini fasilitas yang dibangun untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru