PALANGKA RAYA ,PROKALTENG.CO – Guna mengantisipasi meningkatnya Learning Loss atau kehilangan minat belajar siswa sekolah akibat pandemi Covid-19 yang mengharusnya melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh. Pemerintah kini secara perlahan menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun hal tersebut tentunya didukung dengan penurunan kasus aktif Covid-19 dan level PPKM, serta capaian target vaksinasi yang tinggi.
Wakil Ketua II Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Shopie Ariany mengatakan jika terhitung tanggal 14 Desember kemarin pemerintah pusat telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak sekolah kelas kecil, yakni kelompok usia 6-11 tahun.
Sedangkan untuk Provinsi Kalteng, lanjutnya, Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi titik pertama pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.
“Vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak ini sangat penting, karena mereka sudah terlalu lama tidak belajar secara tatap muka. Kehilangan minat belajar akan berdampak negatif bagi perkembangan karakter dan akademik anak kita. Jika seluruh anak sekolah dari berbagai kelompok usia sudah tervaksin, maka potensi sebaran di tingkat sekolah akan menurun dan keamanan mereka belajar akan meningkat,” ujar Shopie , Rabu (15/12).
Untuk itu, legislator Partai Perindo ini berharap agar Kota Palangka Raya juga bisa segera mendapatkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi usia 6-11 tahun ini. Sebab anak sekolah kelas besar pada kelompok usia 11 tahun ke atas, sudah melaksanakan PTM terbatas secara penuh.
Sedangkan untuk anak sekolah kelas kecil, masih mengikuti PTM terbatas dengan bertahap. Sehingga dengan divaksinnya anak-anak usia 6-11 tahun ini, dikatakannya mampu menpercepat mereka melaksanakan sistem belajar tatap muka bersama guru di sekolah.
“Target vaksinasi kita sendiri saat ini sudah diatas 80 persen. Juga kasus konfirmasi positif juga jauh menurun. Sehingga dengan semakin banyaknya masyarakat yang tervaksin, termasuk usia 6-11 tahun ini, maka akan mempercepat terciptanya Herd Immunity serta kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa,” pungkasnya
Reporter: M Hafidz
PALANGKA RAYA ,PROKALTENG.CO – Guna mengantisipasi meningkatnya Learning Loss atau kehilangan minat belajar siswa sekolah akibat pandemi Covid-19 yang mengharusnya melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh. Pemerintah kini secara perlahan menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun hal tersebut tentunya didukung dengan penurunan kasus aktif Covid-19 dan level PPKM, serta capaian target vaksinasi yang tinggi.
Wakil Ketua II Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Shopie Ariany mengatakan jika terhitung tanggal 14 Desember kemarin pemerintah pusat telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak sekolah kelas kecil, yakni kelompok usia 6-11 tahun.
Sedangkan untuk Provinsi Kalteng, lanjutnya, Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi titik pertama pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.
“Vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak ini sangat penting, karena mereka sudah terlalu lama tidak belajar secara tatap muka. Kehilangan minat belajar akan berdampak negatif bagi perkembangan karakter dan akademik anak kita. Jika seluruh anak sekolah dari berbagai kelompok usia sudah tervaksin, maka potensi sebaran di tingkat sekolah akan menurun dan keamanan mereka belajar akan meningkat,” ujar Shopie , Rabu (15/12).
Untuk itu, legislator Partai Perindo ini berharap agar Kota Palangka Raya juga bisa segera mendapatkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi usia 6-11 tahun ini. Sebab anak sekolah kelas besar pada kelompok usia 11 tahun ke atas, sudah melaksanakan PTM terbatas secara penuh.
Sedangkan untuk anak sekolah kelas kecil, masih mengikuti PTM terbatas dengan bertahap. Sehingga dengan divaksinnya anak-anak usia 6-11 tahun ini, dikatakannya mampu menpercepat mereka melaksanakan sistem belajar tatap muka bersama guru di sekolah.
“Target vaksinasi kita sendiri saat ini sudah diatas 80 persen. Juga kasus konfirmasi positif juga jauh menurun. Sehingga dengan semakin banyaknya masyarakat yang tervaksin, termasuk usia 6-11 tahun ini, maka akan mempercepat terciptanya Herd Immunity serta kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa,” pungkasnya
Reporter: M Hafidz