34.2 C
Jakarta
Monday, April 22, 2024

Bicara Soal Politik Indentitas, Dewan Sarankan Begini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati mengingatkan agar politik indentitas di Kalteng agar sedapat mungkin untuk ditolak. Pasalnya bagi Kuwu, politik indentitas akan memecah belah masyarakat yang sudah hidup damai.

“Karena kita negara heterogen terdiri dari ratusan suku, bangsa, bahasa, dan latar belakang yang berbeda. Berdirinya Indonesia itu karena keragaman, dan itulah yang menjadi  potensi kita menjadi bangsa yang besar. Terkait dengan politik indentitas, kita malah kembali ke zaman sebelum pra kemerdekaan, orang waktu hendak merdeka tidak memikirkan politik indentitas. Pejuang-pejuang kita tidak memikirkan politik indentitas,” ujarnya, Rabu (8/3).

Menurut srikandi Partai Gerindra, kerukunan dan kestabilitasan politik yang stabil adalah modal dasar pembangunan. Sehingga menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan jika tak memiliki modal stabilitas politik.

Baca Juga :  Kalteng Masih Minim Obyek Wisata Unggulan

Bagi Kuwu, politik indentitas agar sedapat mungkin untuk ditolak. Pasalnya, akan memecah belah masyarakat dengan beragam kepercayaan dan kebudayaan yang sudah hidup damai dan rukun.

“Sebenarnya yang kita cari dalam pemilihan itu, baik pileg, pilkada, ataupun pilpres adalah seorang pemimpin yang mampu bekerja. Bukan indentitas siapa dia. Yang kita cari adalah pemimpin yang mampu bekerja memimpin masyarakat sebagai pemimpin dan mengakomodir semua kepentingan. Agar bersama-sama membangun Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga bangsa ini bisa sejajar, bahkan lebih maju dengan bangsa-bangsa lain,” tandasnya.






Reporter: M Hafidz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati mengingatkan agar politik indentitas di Kalteng agar sedapat mungkin untuk ditolak. Pasalnya bagi Kuwu, politik indentitas akan memecah belah masyarakat yang sudah hidup damai.

“Karena kita negara heterogen terdiri dari ratusan suku, bangsa, bahasa, dan latar belakang yang berbeda. Berdirinya Indonesia itu karena keragaman, dan itulah yang menjadi  potensi kita menjadi bangsa yang besar. Terkait dengan politik indentitas, kita malah kembali ke zaman sebelum pra kemerdekaan, orang waktu hendak merdeka tidak memikirkan politik indentitas. Pejuang-pejuang kita tidak memikirkan politik indentitas,” ujarnya, Rabu (8/3).

Menurut srikandi Partai Gerindra, kerukunan dan kestabilitasan politik yang stabil adalah modal dasar pembangunan. Sehingga menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan jika tak memiliki modal stabilitas politik.

Baca Juga :  Kalteng Masih Minim Obyek Wisata Unggulan

Bagi Kuwu, politik indentitas agar sedapat mungkin untuk ditolak. Pasalnya, akan memecah belah masyarakat dengan beragam kepercayaan dan kebudayaan yang sudah hidup damai dan rukun.

“Sebenarnya yang kita cari dalam pemilihan itu, baik pileg, pilkada, ataupun pilpres adalah seorang pemimpin yang mampu bekerja. Bukan indentitas siapa dia. Yang kita cari adalah pemimpin yang mampu bekerja memimpin masyarakat sebagai pemimpin dan mengakomodir semua kepentingan. Agar bersama-sama membangun Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga bangsa ini bisa sejajar, bahkan lebih maju dengan bangsa-bangsa lain,” tandasnya.






Reporter: M Hafidz

Terpopuler

Artikel Terbaru