25.4 C
Jakarta
Sunday, February 8, 2026

Benang Bintik Dikemas Modern, DPRD Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya modernisasi batik Benang Bintik Kalimantan Tengah ke dalam busana ready-to-wear mendapat dukungan dari DPRD Kota Palangka Raya. Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M. Norkim, menilai langkah Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) setempat sebagai terobosan tepat agar budaya Dayak tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Arif, inovasi tersebut sejalan dengan semangat pelestarian budaya yang adaptif sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif, yang menjadi salah satu fokus pembinaan Komisi III DPRD Palangka Raya.

“Apa yang dilakukan Disparbudpora sudah tepat. Budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tapi juga harus diberi ruang untuk berkembang mengikuti zaman,” kata Arif, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga :  ASN Kalteng Dapatkan Pelatihan Khusus untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Ia menilai, ketika motif Benang Bintik diaplikasikan dalam busana modern dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari, nilai budaya tidak lagi berhenti pada simbol seremonial semata, tetapi hadir nyata di ruang publik dan kehidupan masyarakat.

Namun demikian, Arif menegaskan modernisasi harus tetap berpijak pada nilai filosofis dan keaslian motif Benang Bintik agar tidak mengikis identitas budaya Dayak.

“Yang paling penting adalah filosofi dan makna motifnya tetap terjaga. Di sini peran dinas sangat strategis, baik dalam pembinaan desainer maupun edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda,” jelasnya.

Lebih jauh, Arif menyebut pengembangan Benang Bintik juga berpotensi memberi dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan UMKM lokal. Karena itu, ia mendorong Disparbudpora untuk terus memperkuat dukungan melalui promosi, festival budaya, pelatihan, hingga perluasan akses pemasaran produk Benang Bintik.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Nataru

“Kalau dikelola secara konsisten, Benang Bintik bisa menjadi identitas visual pariwisata Palangka Raya dan Kalimantan Tengah. Nilai tambah ekonominya besar, sekaligus memperkuat citra budaya daerah,” ujarnya.

Komisi III DPRD Palangka Raya, lanjut Arif, siap bersinergi sekaligus menjalankan fungsi pengawasan agar program pelestarian dan pengembangan Benang Bintik berjalan berkelanjutan serta tepat sasaran.

“Budaya yang kuat adalah budaya yang mampu beradaptasi. Tugas kita memastikan adaptasi itu tetap berakar pada jati diri Dayak,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya modernisasi batik Benang Bintik Kalimantan Tengah ke dalam busana ready-to-wear mendapat dukungan dari DPRD Kota Palangka Raya. Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M. Norkim, menilai langkah Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) setempat sebagai terobosan tepat agar budaya Dayak tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Arif, inovasi tersebut sejalan dengan semangat pelestarian budaya yang adaptif sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif, yang menjadi salah satu fokus pembinaan Komisi III DPRD Palangka Raya.

“Apa yang dilakukan Disparbudpora sudah tepat. Budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tapi juga harus diberi ruang untuk berkembang mengikuti zaman,” kata Arif, Sabtu (7/2/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  ASN Kalteng Dapatkan Pelatihan Khusus untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Ia menilai, ketika motif Benang Bintik diaplikasikan dalam busana modern dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari, nilai budaya tidak lagi berhenti pada simbol seremonial semata, tetapi hadir nyata di ruang publik dan kehidupan masyarakat.

Namun demikian, Arif menegaskan modernisasi harus tetap berpijak pada nilai filosofis dan keaslian motif Benang Bintik agar tidak mengikis identitas budaya Dayak.

“Yang paling penting adalah filosofi dan makna motifnya tetap terjaga. Di sini peran dinas sangat strategis, baik dalam pembinaan desainer maupun edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda,” jelasnya.

Lebih jauh, Arif menyebut pengembangan Benang Bintik juga berpotensi memberi dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan UMKM lokal. Karena itu, ia mendorong Disparbudpora untuk terus memperkuat dukungan melalui promosi, festival budaya, pelatihan, hingga perluasan akses pemasaran produk Benang Bintik.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Nataru

“Kalau dikelola secara konsisten, Benang Bintik bisa menjadi identitas visual pariwisata Palangka Raya dan Kalimantan Tengah. Nilai tambah ekonominya besar, sekaligus memperkuat citra budaya daerah,” ujarnya.

Komisi III DPRD Palangka Raya, lanjut Arif, siap bersinergi sekaligus menjalankan fungsi pengawasan agar program pelestarian dan pengembangan Benang Bintik berjalan berkelanjutan serta tepat sasaran.

“Budaya yang kuat adalah budaya yang mampu beradaptasi. Tugas kita memastikan adaptasi itu tetap berakar pada jati diri Dayak,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/