25.4 C
Jakarta
Sunday, February 8, 2026

I-SIM 2025 Angkat Nama Palangka Raya, DPRD Dorong Implementasi Nyata

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu berhasil menembus 10 besar kota terbaik nasional dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities 2025, sebuah penilaian yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis SDGs.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. Menurut dia, masuknya Palangka Raya dalam jajaran 10 besar nasional dengan kategori The Encourager menunjukkan arah pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat.

“Ini prestasi yang patut dibanggakan. Palangka Raya bukan sekadar ikut program, tetapi dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional,” kata Hap, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Segera Dibuka, Pemko Siapkan Lahan 6 Hektare

Hap menilai skor 65,16 yang diraih Kota Palangka Raya mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pembangunan yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi.

Ia juga menyoroti peran kolaborasi lintas sektor yang dinilai menjadi kunci keberhasilan tersebut. Sinergi antara perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat disebutnya berjalan cukup solid.

“Keberhasilan ini lahir dari kerja bersama. DPRD tentu siap mendukung lewat fungsi penganggaran dan pengawasan agar program-program berbasis SDGs bisa terus diperkuat,” ujarnya.

Meski demikian, Hap mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak berhenti pada pencapaian simbolik semata. Ia menegaskan, tantangan sesungguhnya ada pada implementasi di lapangan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Program Ngaliling Lewu, Jemput Bola Bangun Kesadaran Pajak Masyarakat

“Penghargaan ini harus jadi pemicu. Dampaknya harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di sektor ekonomi kerakyatan, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial, termasuk kelompok rentan,” tegasnya.

Hap berharap ke depan Pemko Palangka Raya mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian tersebut melalui kebijakan pembangunan jangka panjang yang konsisten dan berkelanjutan. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu berhasil menembus 10 besar kota terbaik nasional dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities 2025, sebuah penilaian yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis SDGs.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. Menurut dia, masuknya Palangka Raya dalam jajaran 10 besar nasional dengan kategori The Encourager menunjukkan arah pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat.

“Ini prestasi yang patut dibanggakan. Palangka Raya bukan sekadar ikut program, tetapi dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional,” kata Hap, Kamis (5/2/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Sekolah Rakyat Segera Dibuka, Pemko Siapkan Lahan 6 Hektare

Hap menilai skor 65,16 yang diraih Kota Palangka Raya mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pembangunan yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi.

Ia juga menyoroti peran kolaborasi lintas sektor yang dinilai menjadi kunci keberhasilan tersebut. Sinergi antara perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat disebutnya berjalan cukup solid.

“Keberhasilan ini lahir dari kerja bersama. DPRD tentu siap mendukung lewat fungsi penganggaran dan pengawasan agar program-program berbasis SDGs bisa terus diperkuat,” ujarnya.

Meski demikian, Hap mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak berhenti pada pencapaian simbolik semata. Ia menegaskan, tantangan sesungguhnya ada pada implementasi di lapangan.

Baca Juga :  Program Ngaliling Lewu, Jemput Bola Bangun Kesadaran Pajak Masyarakat

“Penghargaan ini harus jadi pemicu. Dampaknya harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di sektor ekonomi kerakyatan, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial, termasuk kelompok rentan,” tegasnya.

Hap berharap ke depan Pemko Palangka Raya mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian tersebut melalui kebijakan pembangunan jangka panjang yang konsisten dan berkelanjutan. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/