24.2 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Dewan Sebut Perlu Kolaborasi Tanggulangi Stunting

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO-Permasalah stunting masih menjadi perhatian serius pemerintah, ternasuk di Kabupaten Murung Raya (Mura). Pasalnya stunting merupakan masalah global yang serius.

Terkait itu, anggota DPRD Murung Raya, Olivia Wiswanti berharap, stunting ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak. Baik oleh pemerintah, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat dan yang paling berperan adalah dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai individu atau pribadi.

“Penanggulangan melalui membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai aspek, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, aspek pendidikan anak maupun kebahagiaan keluarga mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, kesehatan,” terang Oliv sapaan akrabnya, Jumat (17/11) lalu.

Baca Juga :  Dewan Ingatkan Pemerintah Perhatikan Daerah Pelosok

Menurut politisi Golkar ini, stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan tinggi badan saja, namun lebih dari itu. Anak yang mengalami stunting juga akan mengalami gangguan pada perkembangan otak dan sistem kekebalan. Lanjutnya, dampak lebih lanjut anak akan mengalami gangguan kecerdasan, rentan dari penyakit, dan nantinya berisiko terhadap tingkat produktivitas.

“Oleh karena itu, masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian pada anak,” tandasnya.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi kinerja pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setempat untuk terus menekan angka stunting di daerah tersebut. (dad/ans/kpg/hnd)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO-Permasalah stunting masih menjadi perhatian serius pemerintah, ternasuk di Kabupaten Murung Raya (Mura). Pasalnya stunting merupakan masalah global yang serius.

Terkait itu, anggota DPRD Murung Raya, Olivia Wiswanti berharap, stunting ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak. Baik oleh pemerintah, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat dan yang paling berperan adalah dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai individu atau pribadi.

“Penanggulangan melalui membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai aspek, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, aspek pendidikan anak maupun kebahagiaan keluarga mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, kesehatan,” terang Oliv sapaan akrabnya, Jumat (17/11) lalu.

Baca Juga :  Dewan Ingatkan Pemerintah Perhatikan Daerah Pelosok

Menurut politisi Golkar ini, stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan tinggi badan saja, namun lebih dari itu. Anak yang mengalami stunting juga akan mengalami gangguan pada perkembangan otak dan sistem kekebalan. Lanjutnya, dampak lebih lanjut anak akan mengalami gangguan kecerdasan, rentan dari penyakit, dan nantinya berisiko terhadap tingkat produktivitas.

“Oleh karena itu, masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian pada anak,” tandasnya.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi kinerja pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) setempat untuk terus menekan angka stunting di daerah tersebut. (dad/ans/kpg/hnd)

Terpopuler

Artikel Terbaru