alexametrics
27.1 C
Palangkaraya
Tuesday, August 16, 2022

DPRD Sangat Setuju Guru Honorer Diangkat Menjadi Tenaga Kontrak

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Selama ini banyak aspirasi yang disampaikan para guru honorer kepada anggota DPRD saat melakukan reses. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Rudianur sangat mendukung kalau pemerintah daerah melakukan pengangkatan guru honorer sekolah menjadi tenaga kontrak daerah agar kesejahteraan para guru honorer menjadi lebih baik.

“Saya berharap ini menjadi salah satu prioritas kita, khususnya guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi, bahkan ada yang sudah belasan tahun tetapi belum menjadi tenaga kontrak, kalau mereka diangkat insentif yang mereka terima juga lebih baik sehingga mereka bisa lebih sejahtera,” kata Rudianur Senin (20/12).

Menurutnya guru honorer direkrut dan digaji oleh sekolah sesuai kemampuan keuangan sekolah, dan tidak heran kalau ada guru honorer yang hanya mendapatkan insentif Rp 300.000 per bulannya, tetapi nilai insentif tersebut dinilai tidak layak, karena mereka  juga berjasa mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Kotim ini.

Baca Juga :  Pelantikan Waket II, Hairis Salamad Dijadwalkan 29 Maret 2021

“Kalau mereka diangkat menjadi tenaga kontrak, paling tidak pendapatan yang mereka terima jauh lebih baik, ya sekitar Rp 2 juta per bulan lah, karena mengangkat guru honorer menjadi tenaga kontrak daerah merupakan upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan kepada para guru honorer,” ujar Rudianur.

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan langkah tersebut diharapkan akan membuat para guru semakin fokus dan bersemangat menjalankan tugas sehingga berdampak positif terhadap kualitas pendidikan peserta didik, sehingga pendidikan di Bumi Hambaring Hurung ini lebih baik lagi.

“Kami DPRD sangat setuju kalau guru honorer diangkat menjadi tenaga kontrak oleh pemerintah daerah, tetapi pelaksanaannya secara bertahap dilakukan, karena kita harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah setiap tahunnya, kalau APBD kita meningkat maka akan banyak lagi yang diangkat, sehingga tidak ada lagi guru honorer di Kabupaten Kotim ini,” tandasnya.(bah)

Baca Juga :  Dukung Pembentukan Perda Penanganan Covid-19, Begini Harapan Dewan

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Selama ini banyak aspirasi yang disampaikan para guru honorer kepada anggota DPRD saat melakukan reses. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Rudianur sangat mendukung kalau pemerintah daerah melakukan pengangkatan guru honorer sekolah menjadi tenaga kontrak daerah agar kesejahteraan para guru honorer menjadi lebih baik.

“Saya berharap ini menjadi salah satu prioritas kita, khususnya guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi, bahkan ada yang sudah belasan tahun tetapi belum menjadi tenaga kontrak, kalau mereka diangkat insentif yang mereka terima juga lebih baik sehingga mereka bisa lebih sejahtera,” kata Rudianur Senin (20/12).

Menurutnya guru honorer direkrut dan digaji oleh sekolah sesuai kemampuan keuangan sekolah, dan tidak heran kalau ada guru honorer yang hanya mendapatkan insentif Rp 300.000 per bulannya, tetapi nilai insentif tersebut dinilai tidak layak, karena mereka  juga berjasa mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Kotim ini.

Baca Juga :  Harus Ada Kebijakan Terhadap Penumpang yang Belum Vaksinasi

“Kalau mereka diangkat menjadi tenaga kontrak, paling tidak pendapatan yang mereka terima jauh lebih baik, ya sekitar Rp 2 juta per bulan lah, karena mengangkat guru honorer menjadi tenaga kontrak daerah merupakan upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan kepada para guru honorer,” ujar Rudianur.

Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan langkah tersebut diharapkan akan membuat para guru semakin fokus dan bersemangat menjalankan tugas sehingga berdampak positif terhadap kualitas pendidikan peserta didik, sehingga pendidikan di Bumi Hambaring Hurung ini lebih baik lagi.

“Kami DPRD sangat setuju kalau guru honorer diangkat menjadi tenaga kontrak oleh pemerintah daerah, tetapi pelaksanaannya secara bertahap dilakukan, karena kita harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah setiap tahunnya, kalau APBD kita meningkat maka akan banyak lagi yang diangkat, sehingga tidak ada lagi guru honorer di Kabupaten Kotim ini,” tandasnya.(bah)

Baca Juga :  Dukung Pembentukan Perda Penanganan Covid-19, Begini Harapan Dewan

Most Read

Artikel Terbaru

/