PROKALTENG.CO-Memasuki malam ke-4 bulan suci Ramadhan, umat Islam kembali dianjurkan untuk menghidupkan malam dengan shalat tarawih. Dalam salah satu literatur klasik, Durratun Nashihin, disebutkan adanya keutamaan khusus bagi mereka yang menunaikan tarawih pada malam keempat.
Disebutkan bahwa pahala yang diberikan Allah SWT pada malam tersebut diibaratkan seperti pahala membaca empat kitab suci yang diturunkan kepada para nabi.
Berikut kutipan yang termaktub dalam kitab tersebut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ
Artinya: Pada malam keempat, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur, dan al-Qur’an.
Empat kitab yang dimaksud adalah Taurat, Injil, Zabur, serta Al-Qur’an. Dalam perspektif Islam, kitab-kitab tersebut merupakan wahyu Allah yang diturunkan secara bertahap kepada para rasul sebelum Al-Qur’an sebagai kitab terakhir.
Para ulama menjelaskan bahwa perumpamaan ini bukan berarti seseorang benar-benar menyamai bacaan seluruh isi kitab-kitab tersebut. Ungkapan itu dimaksudkan untuk menggambarkan betapa besar dan luasnya ganjaran yang Allah SWT sediakan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah di bulan Ramadhan. (fid/fir/jpg)
PROKALTENG.CO-Memasuki malam ke-4 bulan suci Ramadhan, umat Islam kembali dianjurkan untuk menghidupkan malam dengan shalat tarawih. Dalam salah satu literatur klasik, Durratun Nashihin, disebutkan adanya keutamaan khusus bagi mereka yang menunaikan tarawih pada malam keempat.
Disebutkan bahwa pahala yang diberikan Allah SWT pada malam tersebut diibaratkan seperti pahala membaca empat kitab suci yang diturunkan kepada para nabi.
Berikut kutipan yang termaktub dalam kitab tersebut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ
Artinya: Pada malam keempat, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur, dan al-Qur’an.
Empat kitab yang dimaksud adalah Taurat, Injil, Zabur, serta Al-Qur’an. Dalam perspektif Islam, kitab-kitab tersebut merupakan wahyu Allah yang diturunkan secara bertahap kepada para rasul sebelum Al-Qur’an sebagai kitab terakhir.
Para ulama menjelaskan bahwa perumpamaan ini bukan berarti seseorang benar-benar menyamai bacaan seluruh isi kitab-kitab tersebut. Ungkapan itu dimaksudkan untuk menggambarkan betapa besar dan luasnya ganjaran yang Allah SWT sediakan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah di bulan Ramadhan. (fid/fir/jpg)