PROKALTENG.CO – Sahur saat Ramadan kerap jadi momen paling berat. Alarm berbunyi dini hari, mata masih lengket, dapur terasa jauh. Tak sedikit yang akhirnya memilih makanan instan, bahkan ada yang nekat melewatkan sahur.
Padahal, sahur adalah kunci energi selama puasa Ramadan. Tanpa asupan yang cukup dan bergizi, tubuh gampang lemas di siang hari. Di sinilah konsep meal prep sahur jadi solusi praktis. Bukan sekadar tren memasak, meal prep membantu menyiapkan menu sahur bergizi, hemat waktu, dan lebih teratur sepanjang bulan puasa.
Berikut tips meal prep sahur yang bisa dicoba agar Ramadan terasa lebih ringan dan tidak ribet:
1. Susun Menu Sahur Mingguan
Kunci meal prep ada di perencanaan. Tentukan menu sahur untuk beberapa hari ke depan supaya tidak panik saat waktu mepet. Cara ini juga mencegah kebiasaan asal ambil mie instan karena “enggak ada ide”.
Contoh menu sahur meal prep:
-
Ayam suwir, nasi merah, dan tumis sayur
-
Oatmeal, buah, dan telur rebus
-
Roti gandum, alpukat, dan telur
-
Sup ayam sayur
Menu sederhana seperti ini sudah memenuhi prinsip gizi seimbang untuk puasa.
2. Belanja Sekali untuk Beberapa Hari
Belanja bahan sekaligus lebih hemat tenaga dan waktu. Pilih bahan yang tahan lama dan fleksibel diolah.
Bahan ideal untuk stok:
-
Telur
-
Ayam atau ikan
-
Tahu dan tempe
-
Wortel, buncis, brokoli
-
Beras merah, roti gandum, oatmeal
Dengan stok siap, sahur tidak lagi terasa merepotkan.
3. Gunakan Teknik Batch Cooking
Batch cooking berarti memasak dalam jumlah besar untuk beberapa hari. Setelah matang, bagi ke dalam wadah per porsi. Saat sahur, tinggal panaskan.
Ide batch cooking:
-
Panggang ayam untuk 2–3 hari
-
Masak sup sayur dalam panci besar
-
Siapkan nasi merah beberapa porsi
Praktis dan jauh lebih hemat waktu.
4. Siapkan dari Malam Hari
Sedikit persiapan sebelum tidur bisa menghemat banyak waktu saat sahur. Misalnya, potong sayur per porsi, marinasi ayam atau ikan, dan siapkan bumbu dasar. Saat bangun sahur, tinggal lanjutkan tanpa harus mulai dari nol.
5. Simpan Makanan dengan Benar
Penyimpanan menentukan kualitas makanan. Gunakan wadah kedap udara dan beri label tanggal.
Panduan sederhana:
-
Konsumsi 1–3 hari: simpan di kulkas
-
Lebih dari 3 hari: simpan di freezer
-
Hindari menyimpan makanan bersantan terlalu lama
Cara ini menjaga makanan tetap aman dan lezat.
6. Pilih Menu yang Tahan Dipanaskan
Tidak semua makanan cocok untuk meal prep. Pilih yang rasanya tetap enak setelah dipanaskan, seperti sup, tumisan, ayam panggang atau suwir, sayur tumis, dan oatmeal.
7. Perhatikan Asupan Cairan
Selain makanan sahur, hidrasi juga krusial saat puasa Ramadan. Usahakan minum sekitar 2 liter air dari waktu berbuka hingga sahur agar tubuh tetap bugar.
Meal prep sahur bukan cuma soal masak lebih awal. Ini strategi agar puasa Ramadan berjalan lebih lancar tanpa drama bangun kesiangan atau tergoda makanan instan. Dengan perencanaan yang rapi, sahur tetap bergizi tanpa bikin stres. (jpg)


