PROKALTENG.CO – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan pemerintah siap merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan baru untuk memenuhi kebutuhan operasional pengajaran di 93 titik Sekolah Rakyat permanen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal tersebut usai pertemuan terbatas dengan Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta, Selasa. Rekrutmen dilakukan seiring proses pemetaan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dan perluasan fasilitas sekolah di berbagai daerah.
Saifullah mengatakan penambahan tenaga pendidik dan kependidikan akan dilakukan dengan tetap melanjutkan tenaga yang sudah ada sebelumnya. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat yang terus berkembang.
“Tentu akan ada penambahan guru, tapi juga meneruskan yang sudah lama. Tahun ini kita Insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan,” kata dia dilansir dari ANTARA.
Penambahan tenaga pendidik dan kependidikan tersebut dilakukan secara masif untuk mengimbangi peningkatan kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat yang melonjak signifikan pada tahun ini. Berdasarkan target tahunan, Kemensos mengalokasikan kuota rekrutmen lebih dari 32.000 siswa baru dari keluarga prasejahtera, atau meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun lalu.
Pemerintah juga telah menyiapkan proyeksi jangka panjang untuk memperluas daya tampung peserta didik pada tahun berikutnya. Saifullah menyebut jumlah siswa baru yang direkrut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 60.000 orang pada tahun depan.
“Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini, jadi dua kali lipat daripada tahun yang lalu. Tahun depan itu kita Insya Allah bisa merekrut lebih dari 60.000 siswa,” katanya.
Melalui perluasan kuota dan rekrutmen tersebut, Kemensos memperkirakan jumlah siswa aktif Sekolah Rakyat secara nasional akan menembus lebih dari 100.000 siswa pada tahun depan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini mengusung konsep pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai layanan unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Sebagai bagian dari pengembangan program, pemerintah saat ini juga sedang membangun 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari target pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029.
Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Kemensos baru-baru ini mengumumkan penambahan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang dikhususkan untuk menampung anak-anak telantar, anak jalanan, serta anak-anak yang berpotensi putus sekolah. (antara)


