Bupati Barito Utara Tinjau Progres Pelebaran WFC dan Jembatan Lemo

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO– Guna memastikan proyek-proyek berskala besar berjalan sesuai target, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT kembali turun ke lapangan. Peninjauan kali ini difokuskan pada dua infrastruktur strategis yang menjadi penghubung antarwilayah, yakni rencana pelebaran jalan Water Front City (WFC) dan pembangunan Jembatan Lemo, di Kecamatan Teweh Tengah, Selasa (7/9).

Rombongan bupati lebih dulu menyambangi kawasan WFC. Inspeksi di lokasi ini, bertujuan meninjau langsung rencana pelebaran jalan yang akan membentang hingga ujung Jembatan Hasan Basri. Sebagai pusat ekonomi dan wisata kuliner, peningkatan kapasitas infrastruktur jalan di kawasan ini, dinilai krusial untuk menopang mobilitas warga dan mendongkrak denyut ekonomi lokal.

Dalam tinjauannya, Shalahuddin menyoroti, aspek tata ruang agar eksekusi pelebaran jalan tidak mengorbankan fungsi kawasan sebagai ruang publik. Ia menginstruksikan, agar pembangunan tetap memperhatikan estetika dan kenyamanan pengunjung.

Baca Juga :  Pemkab Terima Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Dewan

“Kawasan WFC ini adalah salah satu ikon di Muara Teweh. Pelebaran jalan di sini harus menjadi solusi atas kepadatan lalu lintas, terutama pada jamjam sibuk. Namun, keindahan kawasan ini wajib dijaga agar tetap menjadi destinasi favorit masyarakat,” ungkap Shalahuddin.

Usai memantau WFC, bupati beserta jajaran langsung bergerak menuju lokasi proyek Jembatan Lemo. Infrastruktur ini, memegang peranan sangat vital untuk memutus rantai keterisolasian, dengan menghubungkan wilayah-wilayah yang terpisah oleh aliran sungai, sekaligus memperlancar arus barang maupun manusia.

Di lokasi tersebut, bupati secara saksama memeriksa progres konstruksi fi sik. Ia turut berdialog dengan manajer proyek dan para pekerja untuk memetakan kendala teknis di lapangan, seperti faktor cuaca hingga ketersediaan material. Secara khusus, ia mewantiwanti agar kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya demi sekadar mengejar tenggat waktu peresmian.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Nostalgia Masa-masa Berkubang Lumpur Bersama 2 Rekan Sejawat Semasa di PUPR

“Jembatan Lemo ini adalah urat nadi konektivitas bagi masyarakat di seberang. Kita tidak hanya mengejar target waktu, tetapi yang jauh lebih penting adalah kualitas dan keamanannya. Saya minta kontraktor bekerja dengan standar terbaik,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Peninjauan di Jembatan Lemo diakhiri dengan evaluasi singkat di lapangan. Bupati menginstruksikan, agar sinergi antara dinas teknis, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana semakin dipererat guna mengeliminasi hambatan proyek.

“Pembangunan di dua lokasi ini memiliki implikasi besar bagi konektivitas dan pelayanan publik Barito Utara. Kami akan terus mengawalnya secara ketat, mulai dari tahap perencanaan hingga serah terima akhir, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Shalahuddin. (ren/kpg)

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO– Guna memastikan proyek-proyek berskala besar berjalan sesuai target, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT kembali turun ke lapangan. Peninjauan kali ini difokuskan pada dua infrastruktur strategis yang menjadi penghubung antarwilayah, yakni rencana pelebaran jalan Water Front City (WFC) dan pembangunan Jembatan Lemo, di Kecamatan Teweh Tengah, Selasa (7/9).

Rombongan bupati lebih dulu menyambangi kawasan WFC. Inspeksi di lokasi ini, bertujuan meninjau langsung rencana pelebaran jalan yang akan membentang hingga ujung Jembatan Hasan Basri. Sebagai pusat ekonomi dan wisata kuliner, peningkatan kapasitas infrastruktur jalan di kawasan ini, dinilai krusial untuk menopang mobilitas warga dan mendongkrak denyut ekonomi lokal.

Dalam tinjauannya, Shalahuddin menyoroti, aspek tata ruang agar eksekusi pelebaran jalan tidak mengorbankan fungsi kawasan sebagai ruang publik. Ia menginstruksikan, agar pembangunan tetap memperhatikan estetika dan kenyamanan pengunjung.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pemkab Terima Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Dewan

“Kawasan WFC ini adalah salah satu ikon di Muara Teweh. Pelebaran jalan di sini harus menjadi solusi atas kepadatan lalu lintas, terutama pada jamjam sibuk. Namun, keindahan kawasan ini wajib dijaga agar tetap menjadi destinasi favorit masyarakat,” ungkap Shalahuddin.

Usai memantau WFC, bupati beserta jajaran langsung bergerak menuju lokasi proyek Jembatan Lemo. Infrastruktur ini, memegang peranan sangat vital untuk memutus rantai keterisolasian, dengan menghubungkan wilayah-wilayah yang terpisah oleh aliran sungai, sekaligus memperlancar arus barang maupun manusia.

Di lokasi tersebut, bupati secara saksama memeriksa progres konstruksi fi sik. Ia turut berdialog dengan manajer proyek dan para pekerja untuk memetakan kendala teknis di lapangan, seperti faktor cuaca hingga ketersediaan material. Secara khusus, ia mewantiwanti agar kualitas konstruksi tidak dikorbankan hanya demi sekadar mengejar tenggat waktu peresmian.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin Nostalgia Masa-masa Berkubang Lumpur Bersama 2 Rekan Sejawat Semasa di PUPR

“Jembatan Lemo ini adalah urat nadi konektivitas bagi masyarakat di seberang. Kita tidak hanya mengejar target waktu, tetapi yang jauh lebih penting adalah kualitas dan keamanannya. Saya minta kontraktor bekerja dengan standar terbaik,” tegasnya.

Peninjauan di Jembatan Lemo diakhiri dengan evaluasi singkat di lapangan. Bupati menginstruksikan, agar sinergi antara dinas teknis, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana semakin dipererat guna mengeliminasi hambatan proyek.

“Pembangunan di dua lokasi ini memiliki implikasi besar bagi konektivitas dan pelayanan publik Barito Utara. Kami akan terus mengawalnya secara ketat, mulai dari tahap perencanaan hingga serah terima akhir, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Shalahuddin. (ren/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru