Diskominfosantik Kalteng Dorong Mahasiswa Jadi Pemimpin Visioner

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  –  Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rangga Lesmana menyampaikan, generasi muda dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang kuat di tengah arus transformasi digital yang kian cepat dan kompleks.

Itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Training Legislatif yang digelar Senat Mahasiswa UIN Palangka Raya, Minggu (10/5).

Dalam forum tersebut, Rangga menekankan bahwa kepemimpinan masa kini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi informasi yang mengubah pola komunikasi, tata kelola organisasi, hingga cara masyarakat menyerap dan memproduksi informasi.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Pemimpin masa depan harus mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Kepemimpinan lahir dari kesiapan menghadapi perubahan,” ujar Rangga.

Menurutnya, mahasiswa sebagai representasi generasi Z memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemimpin masa depan. Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila dibarengi dengan persiapan matang dan penguatan karakter.

Baca Juga :  Bantuan Pangan dan Beasiswa Ringankan Beban Pendidikan Generasi Muda Kalteng

Ia merinci sedikitnya empat aspek utama yang perlu dimiliki calon pemimpin di era digital. Pertama, integritas dan karakter sebagai fondasi moral dalam setiap pengambilan keputusan. Kedua, kemampuan komunikasi agar mampu menjadi jembatan informasi yang efektif dan terpercaya di tengah derasnya arus informasi digital.

Ketiga, adaptabilitas, yakni kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang dinamis. Keempat, kepedulian sosial agar kemajuan teknologi tidak mengikis sensitivitas terhadap persoalan masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Mahasiswa harus kritis, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif. Namun yang tidak kalah penting, tetap memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi,” tegasnya.

Rangga menambahkan, tantangan era digital tidak hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga ancaman disinformasi, polarisasi sosial, dan degradasi etika dalam ruang publik. Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan literasi digital yang kuat agar mampu memilah informasi, menjaga etika komunikasi, serta berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat.

Baca Juga :  Dorong Pembentukan KIM, Diskominfosantik Kalteng Sambangi Pengrajin di Desa Gohong

Kegiatan Training Legislatif tersebut menjadi wadah pembinaan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam memperkuat kepemimpinan organisasi dan pemahaman terhadap dinamika kebijakan publik. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori kepemimpinan, tetapi juga diajak memahami peran strategis mereka dalam pembangunan daerah.

Menurut Rangga, kemajuan Kalteng tidak dapat dilepaskan dari kontribusi generasi muda yang visioner dan berintegritas. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan daerah “Kalteng Berkah” dan “Kalteng Maju”, yang menempatkan sumber daya manusia unggul sebagai pilar utama pembangunan.

“Daerah ini membutuhkan generasi yang siap mengambil peran, menghadirkan solusi, dan berkontribusi nyata. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk membawa perubahan positif,” ujarnya. (ovi/ans/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  –  Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rangga Lesmana menyampaikan, generasi muda dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang kuat di tengah arus transformasi digital yang kian cepat dan kompleks.

Itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Training Legislatif yang digelar Senat Mahasiswa UIN Palangka Raya, Minggu (10/5).

Dalam forum tersebut, Rangga menekankan bahwa kepemimpinan masa kini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi informasi yang mengubah pola komunikasi, tata kelola organisasi, hingga cara masyarakat menyerap dan memproduksi informasi.

Electronic money exchangers listing

“Perubahan terjadi sangat cepat. Pemimpin masa depan harus mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Kepemimpinan lahir dari kesiapan menghadapi perubahan,” ujar Rangga.

Menurutnya, mahasiswa sebagai representasi generasi Z memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemimpin masa depan. Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila dibarengi dengan persiapan matang dan penguatan karakter.

Baca Juga :  Bantuan Pangan dan Beasiswa Ringankan Beban Pendidikan Generasi Muda Kalteng

Ia merinci sedikitnya empat aspek utama yang perlu dimiliki calon pemimpin di era digital. Pertama, integritas dan karakter sebagai fondasi moral dalam setiap pengambilan keputusan. Kedua, kemampuan komunikasi agar mampu menjadi jembatan informasi yang efektif dan terpercaya di tengah derasnya arus informasi digital.

Ketiga, adaptabilitas, yakni kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang dinamis. Keempat, kepedulian sosial agar kemajuan teknologi tidak mengikis sensitivitas terhadap persoalan masyarakat.

“Mahasiswa harus kritis, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif. Namun yang tidak kalah penting, tetap memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi,” tegasnya.

Rangga menambahkan, tantangan era digital tidak hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga ancaman disinformasi, polarisasi sosial, dan degradasi etika dalam ruang publik. Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan literasi digital yang kuat agar mampu memilah informasi, menjaga etika komunikasi, serta berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat.

Baca Juga :  Dorong Pembentukan KIM, Diskominfosantik Kalteng Sambangi Pengrajin di Desa Gohong

Kegiatan Training Legislatif tersebut menjadi wadah pembinaan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam memperkuat kepemimpinan organisasi dan pemahaman terhadap dinamika kebijakan publik. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori kepemimpinan, tetapi juga diajak memahami peran strategis mereka dalam pembangunan daerah.

Menurut Rangga, kemajuan Kalteng tidak dapat dilepaskan dari kontribusi generasi muda yang visioner dan berintegritas. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan daerah “Kalteng Berkah” dan “Kalteng Maju”, yang menempatkan sumber daya manusia unggul sebagai pilar utama pembangunan.

“Daerah ini membutuhkan generasi yang siap mengambil peran, menghadirkan solusi, dan berkontribusi nyata. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk membawa perubahan positif,” ujarnya. (ovi/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru