MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Agenda penilaian representasi kepala daerah kembali digelar, kali ini menyoroti program pengurangan angka pengangguran. Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengikuti proses evaluasi ini melalui zoom meeting dari Ruang Rapat A, Rabu (1/4).
Proses penilaian berlangsung ketat dengan sejumlah indikator kinerja yang harus dipenuhi. Jajaran pemkab terlihat serius menyimak pemaparan dari tim penilai. Mereka juga menyiapkan data realisasi program ketenagakerjaan sepanjang tahun berjalan.
Evaluasi ini penting untuk mengukur efektivitas kebijakan yang sudah diterapkan. Pemerintah daerah ingin memastikan, bahwa setiap anggaran dan program yang dijalankan berdampak langsung terhadap penurunan jumlah pengangguran. Bukan hanya laporan tahunan yang baik di atas kertas.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie, menekankan pentingnya langkah konkret menciptakan SDM yang berdaya saing. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mencetak tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri.
“Kita ingin program Pemkab benar-benar membuka peluang kerja dan mencetak SDM yang mandiri, produktif, serta berdaya saing. Penilaian ini jadi momen introspeksi, apakah yang kita lakukan sudah cukup atau justru masih jauh dari harapan masyarakat,” kata Felix Sonadie dalam keterangannya.
Pemkab Barito Utara saat ini tengah mematangkan sejumlah program pelatihan vokasi dan penguatan UMKM. Langkah ini diharapkan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Selain itu, kolaborasi dengan dunia industri juga terus diperluas.
Masyarakat diharap terus mendukung program-program pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, target menekan angka pengangguran di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan bisa tercapai. Ke depan, daerah ini diharapkan semakin sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (ren/kpg)
MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Agenda penilaian representasi kepala daerah kembali digelar, kali ini menyoroti program pengurangan angka pengangguran. Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengikuti proses evaluasi ini melalui zoom meeting dari Ruang Rapat A, Rabu (1/4).
Proses penilaian berlangsung ketat dengan sejumlah indikator kinerja yang harus dipenuhi. Jajaran pemkab terlihat serius menyimak pemaparan dari tim penilai. Mereka juga menyiapkan data realisasi program ketenagakerjaan sepanjang tahun berjalan.
Evaluasi ini penting untuk mengukur efektivitas kebijakan yang sudah diterapkan. Pemerintah daerah ingin memastikan, bahwa setiap anggaran dan program yang dijalankan berdampak langsung terhadap penurunan jumlah pengangguran. Bukan hanya laporan tahunan yang baik di atas kertas.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie, menekankan pentingnya langkah konkret menciptakan SDM yang berdaya saing. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mencetak tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri.
“Kita ingin program Pemkab benar-benar membuka peluang kerja dan mencetak SDM yang mandiri, produktif, serta berdaya saing. Penilaian ini jadi momen introspeksi, apakah yang kita lakukan sudah cukup atau justru masih jauh dari harapan masyarakat,” kata Felix Sonadie dalam keterangannya.
Pemkab Barito Utara saat ini tengah mematangkan sejumlah program pelatihan vokasi dan penguatan UMKM. Langkah ini diharapkan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Selain itu, kolaborasi dengan dunia industri juga terus diperluas.
Masyarakat diharap terus mendukung program-program pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, target menekan angka pengangguran di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan bisa tercapai. Ke depan, daerah ini diharapkan semakin sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (ren/kpg)