Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman Mendawai meninggalkan trauma dan kisah pilu bagi para korbannya. Salah satunya dialami oleh Suryansyah (47), warga setempat yang nekat menerobos amukan si jago merah hingga mengalami luka bakar demi menyelamatkan anggota keluarganya.Berikut kisahnya.
Heri Mukti- Palangka Raya
PERISTIWA nahas itu terjadi begitu cepat. Saat api mulai membesar dari bagian depan rumahnya, Suryansyah tengah berada di luar sambil menggendong anaknya yang baru berusia 1,5 tahun.
Kepanikan seketika pecah ketika ia menyadari keponakannya yang berusia 5 tahun tidak terlihat berkumpul bersama anggota keluarga lainnya di luar rumah.
“Sebelum saya keluar, dia (keponakan) mainan di dalam kamar. Makanya dikira oleh mamanya masih di dalam, sampai saya nekat masuk untuk mencari,” ungkap Suryansyah kepada awak media, Minggu (22/2/26).
Tanpa menghiraukan keselamatan dirinya, Suryansyah menerobos masuk ke dalam rumah yang mulai dikepung api. Di tengah kepanikan mencari sang keponakan di dalam kamar, tubuhnya sempat terjilat kobaran api.
Beruntung, saat ia masih berada di dalam, terdengar teriakan warga yang memberitahukan bahwa keponakannya telah berhasil diselamatkan terlebih dahulu oleh tetangga.
“Waktu itu ndak terasa (luka bakarnya) saat dibawa ke sana kemari cari anak itu. Setelah ketemu warga dan dipastikan sudah aman, tidak ada pikiran lagi, baru terasa perih,” tuturnya.
Fokus pada keselamatan nyawa keluarga membuat Suryansyah tidak sempat menyelamatkan satu pun harta benda. Ia dan keluarganya terpaksa lari menyelamatkan diri hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
Lebih memilukan lagi, uang tunai belasan juta rupiah yang ia simpan di bagian belakang rumah turut hangus menjadi abu.
“Api dari depan, makanya enggak bisa masuk ke belakang untuk mengambil barang-barang. Ada simpanan uang sekitar Rp 11 jutaan untuk belanja-belanja di rumah, enggak sempat lagi diselamatkan,” jelasnya pasrah.
Meski kehilangan seluruh harta benda dan tempat tinggal, Suryansyah bersyukur karena seluruh anggota keluarganya dipastikan dalam keadaan selamat dan sehat. Untuk sementara waktu, ia beserta keluarganya menempati rumah tetangga yang aman dari jangkauan api sebagai tempat bernaung. (*)


