32.5 C
Jakarta
Thursday, February 12, 2026

Perkuat Kualitas Layanan Kesehatan Dasar, Pemkab Kotim Gelar Sosialisasi Penguatan ILP Tahun 2026

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Sampit, Rabu (11/2).

Kegiatan itu menjadi bagian dari langkah strategis mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan menetapkan enam pilar transformasi kesehatan, dengan transformasi pelayanan kesehatan primer sebagai salah satu pilar utama.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, menegaskan bahwa implementasi ILP merupakan langkah penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Proyek Smelter di Pulau Hanaut Tertahan, Air Tanahnya Masih Bercampur Air Laut

“Integrasi layanan primer ini bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara kerja. Pelayanan kesehatan tidak lagi berbasis program atau penyakit semata, melainkan berorientasi pada siklus hidup masyarakat sejak bayi hingga lansia,” ujar Umar Kaderi, usai kegiatan.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki 21 Puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan primer. Pelayanan di tingkat kelurahan dan desa dilaksanakan melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), sementara di tingkat rukun tetangga dan rukun warga dijalankan melalui Posyandu sebagai bagian dari jejaring Puskesmas.

Menurut Umar, pendekatan baru ini menuntut kesiapan sumber daya manusia kesehatan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan Puskesmas dan jaringannya perlu mendapatkan orientasi dan penguatan kapasitas agar mampu memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi sesuai siklus hidup, sekaligus mengoptimalkan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).

Baca Juga :  Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Harus Berdasarkan RKPD dan Pedoman Penyusunan APBD

“Tenaga kesehatan adalah ujung tombak. Dengan pemahaman dan pola kerja yang baru, pelayanan akan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya. (bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Sampit, Rabu (11/2).

Kegiatan itu menjadi bagian dari langkah strategis mendukung transformasi sistem kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan menetapkan enam pilar transformasi kesehatan, dengan transformasi pelayanan kesehatan primer sebagai salah satu pilar utama.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, menegaskan bahwa implementasi ILP merupakan langkah penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Proyek Smelter di Pulau Hanaut Tertahan, Air Tanahnya Masih Bercampur Air Laut

“Integrasi layanan primer ini bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara kerja. Pelayanan kesehatan tidak lagi berbasis program atau penyakit semata, melainkan berorientasi pada siklus hidup masyarakat sejak bayi hingga lansia,” ujar Umar Kaderi, usai kegiatan.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki 21 Puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan primer. Pelayanan di tingkat kelurahan dan desa dilaksanakan melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), sementara di tingkat rukun tetangga dan rukun warga dijalankan melalui Posyandu sebagai bagian dari jejaring Puskesmas.

Menurut Umar, pendekatan baru ini menuntut kesiapan sumber daya manusia kesehatan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan Puskesmas dan jaringannya perlu mendapatkan orientasi dan penguatan kapasitas agar mampu memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi sesuai siklus hidup, sekaligus mengoptimalkan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).

Baca Juga :  Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Harus Berdasarkan RKPD dan Pedoman Penyusunan APBD

“Tenaga kesehatan adalah ujung tombak. Dengan pemahaman dan pola kerja yang baru, pelayanan akan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya. (bah/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/