PROKALTENG.CO-Sejarah baru futsal nasional siap ditorehkan. Timnas Futsal Indonesia memastikan tempat di partai puncak AFC Futsal Asian Cup dan akan berhadapan dengan Iran, kekuatan paling dominan dalam sejarah turnamen ini, di hadapan publik sendiri.
Lolosnya Indonesia ke final bukan sekadar kelanjutan hasil pertandingan, melainkan penanda pergeseran level futsal nasional di kancah Asia.
Untuk pertama kalinya, Garuda Futsal berdiri di ambang gelar juara benua, menantang standar tertinggi yang selama ini dikuasai Iran.
Laga puncak ini mempertemukan dua latar belakang yang kontras. Iran datang sebagai simbol tradisi dan kontinuitas, tim yang sudah belasan kali menjejak final dan berulang kali mengangkat trofi.
Sebaliknya, Indonesia hadir membawa narasi kebangkitan—tim yang tumbuh pesat dan melaju ke final dengan kepercayaan diri tinggi.
Iran tercatat 16 kali tampil di final AFC Futsal Asian Cup dan 13 di antaranya berakhir dengan gelar juara.
Catatan tersebut menegaskan status mereka sebagai tolok ukur futsal Asia. Indonesia, di sisi lain, baru kali ini mencapai titik tertinggi kompetisi.
Pada pertemuan terakhir di Piala Asia Futsal 2022, Indonesia sempat kalah 0-5 dari Iran.
Namun dinamika kali ini berbeda. Kemenangan penuh emosi atas Jepang di semifinal menjadi suntikan mental besar bagi skuad Garuda Futsal.
Secara sederhana, Iran unggul dalam sejarah dan jam terbang, sementara Indonesia datang dengan momentum serta dukungan publik tuan rumah.
Meski belum diumumkan secara resmi, susunan pemain Indonesia diperkirakan tak jauh berbeda dari laga sebelumnya.
Indonesia kemungkinan menurunkan:
Penjaga gawang: Ahmad Habiebie
Sayap/bek: Brian Ick, Ardiansyah Nur, Syauqi Saud
Pengatur permainan: Mochammad Iqbal (kapten), Muhammad Nizar
Pivot/penyerang: Samuel Eko, Reza Gunawan, Dewa Rizki
Dari bangku cadangan, nama-nama seperti Israr Megantara, Firman Adriansyah, dan Aulia Rabbani siap memberi dampak saat rotasi dibutuhkan.
Kedalaman Kualitas Iran
Iran dikenal memiliki kedalaman skuad yang stabil di semua lini. Rotasi cepat kerap mereka lakukan tanpa mengorbankan intensitas permainan.
Sejumlah pemain kunci seperti Hossein Tayebi, Mohammad Derakhshani, dan Saeid Ahmadabbasi menjadi motor permainan di sektor tengah dan depan.
Di bangku cadangan, Iran masih menyimpan pemain berpengalaman yang efektif ketika skema powerplay dimainkan.
Pertarungan Taktik
Pelatih Indonesia, Hector Souto, diprediksi tetap mengusung gaya agresif: pressing tinggi, transisi cepat, serta pertahanan kolektif yang disiplin.
Pendekatan ini terbukti mampu membendung Jepang di semifinal.
Sementara itu, Iran di bawah Vahid Shamsaei diyakini mengedepankan kontrol permainan, kesabaran dalam membangun serangan, serta kecermatan mengelola tempo.
Powerplay tetap menjadi salah satu senjata utama mereka di laga krusial.
Daya Dorong Tribun Indonesia Arena
Indonesia Arena hampir dipastikan dipenuhi pendukung tuan rumah. Riuh dukungan dari tribun berpotensi menjadi energi tambahan bagi Garuda Futsal, terutama saat laga memasuki fase menentukan.
Atmosfer kandang yang intens bisa menjadi faktor pembeda dalam duel seketat final Asia.
Arah Pertandingan
Dengan karakter permainan yang berbeda, laga Indonesia kontra Iran diperkirakan berlangsung rapat dan penuh tensi.
Iran unggul dalam pengalaman menghadapi laga besar, sedangkan Indonesia mengandalkan energi, keberanian, dan sokongan publik.
Skor tipis sangat mungkin tercipta, bahkan peluang laga berlanjut ke extra time tetap terbuka jika kedua tim gagal memecah kebuntuan di waktu normal.
Jadwal dan Siaran Langsung
Final AFC Futsal Asian Cup 2026 akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), dengan kick-off pukul 19.00 WIB.
Pertandingan penentuan juara Asia ini disiarkan langsung melalui MNCTV. Opsi menonton via streaming tersedia di Vision+ dan RCTI+, dengan kemungkinan tambahan siaran digital melalui kanal resmi Federasi Futsal Indonesia atau MNC Sports.
Apa pun hasil akhirnya, duel Indonesia versus Iran akan tercatat sebagai malam penting—bagi Indonesia yang tengah membuka lembar baru futsal Asia, dan bagi Iran yang kembali diuji kekuatan dominasinya. (him/jpg)


