NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Festival Delang Hili Lanting Ecofast Tahun 2025 semakin membuktikan diri sebagai ajang budaya dan ekowisata yang memiliki daya tarik internasional.
Terbukti, saat acara memasuki puncaknya di Desa Penyombaan, Sabtu (29/11), Â tercatat berhaisl menyedot kunjungan wisatawan asing dari berbagai negara. Mereka datang khusus untuk menyaksikan kegiatan hili lanting yang khas serta rangkaian acara pendukung lainnya.
Kehadiran tamu asing ini menjadi sorotan khusus, terutama ketika Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra secara langsung menyapa dan berbagi cerita tentang makna budaya festival yang mengusung tema keberlanjutan alam ini.
Bupati yang selalu aktif mendukung acara budaya lokal ini, mengungkapkan rasa bangganya terhadap festival Hili Lanting Ecofast yang mulai dikenal di kancah internasional.
“Kita sungguh bangga bahwa acara yang berasal dari warisan budaya masyarakat Delang ini, kini mampu menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Kabupaten Lamandau, tetapi juga bagi Kalimantan Tengah secara luas,” ujarnya.
Dari pantauan di lapanga, terlihat para wisatawan asing yang hadir berasal dari berbagai negara. Seperti Jepang, Australia dan Amerika Serikat. Banyak di antaranya menyampaikan ketertarikan mereka terhadap keunikan perahu hili lanting yang dihiasi dengan anyaman daun, kain tradisional, dan lampu-lampu yang memukau saat menyusuri sungai.
Beberapa di antaranya bahkan aktif berpartisipasi dalam lokakarya pelestarian lingkungan yang diadakan sebagai bagian dari tema “Ecofast”. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Festival Delang Hili Lanting Ecofast Tahun 2025 semakin membuktikan diri sebagai ajang budaya dan ekowisata yang memiliki daya tarik internasional.
Terbukti, saat acara memasuki puncaknya di Desa Penyombaan, Sabtu (29/11), Â tercatat berhaisl menyedot kunjungan wisatawan asing dari berbagai negara. Mereka datang khusus untuk menyaksikan kegiatan hili lanting yang khas serta rangkaian acara pendukung lainnya.
Kehadiran tamu asing ini menjadi sorotan khusus, terutama ketika Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra secara langsung menyapa dan berbagi cerita tentang makna budaya festival yang mengusung tema keberlanjutan alam ini.
Bupati yang selalu aktif mendukung acara budaya lokal ini, mengungkapkan rasa bangganya terhadap festival Hili Lanting Ecofast yang mulai dikenal di kancah internasional.
“Kita sungguh bangga bahwa acara yang berasal dari warisan budaya masyarakat Delang ini, kini mampu menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Kabupaten Lamandau, tetapi juga bagi Kalimantan Tengah secara luas,” ujarnya.
Dari pantauan di lapanga, terlihat para wisatawan asing yang hadir berasal dari berbagai negara. Seperti Jepang, Australia dan Amerika Serikat. Banyak di antaranya menyampaikan ketertarikan mereka terhadap keunikan perahu hili lanting yang dihiasi dengan anyaman daun, kain tradisional, dan lampu-lampu yang memukau saat menyusuri sungai.
Beberapa di antaranya bahkan aktif berpartisipasi dalam lokakarya pelestarian lingkungan yang diadakan sebagai bagian dari tema “Ecofast”. (bib)