Masalah masa lalu, pengkhianatan, patah hati, trauma bisa meninggalkan bekas yang dalam. Luka emosional yang perna dialami kerap terbawa ke dalam hubungan baru, yang membuat sulit percaya, sering curiga, atau sulit membuka diri.
Masa lalu bisa merusak potensi kebahagiaan bersama pasangan, teman dan keluarga saat ini.
Melansir dari laman YourTango pada Jumat (28/11), menyebutkan ada empat cara yang dapat dilakukan dalam menyembuhkan luka lama agar tidak mengganggu hubungan baru.
Berikut empat cara efektif menghadapi luka lama agar tidak terjebak di dalamnya, membantu anda dan pasangan membangun fondasi yang sehat.
Kenali kapan Anda melakukan adaptasi berlebihan dan alasannya
Kadang kita mencoba menyesuaikan diri terlalu keras untuk menghindari konflik atau agar pasangan nyaman dan menyembunyikan luka itu.Fenomena ini sebagai over adaptation, anda mengubah perilaku berdasarkan pengalaman masa lalu, bukan berdasarkan kenyataan saat ini.
Langkah yang sebaiknya dilakukan mengenali kapan anda over adaptation, misalnya tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya anda rasakan karena takut ditolak, atau menekan kebutuhan sendiri agar terkesan baik.
Dengan kesadaran ini, anda bisa mulai bersikap jujur terhadap diri sendiri dan pasangan, pondasi penting untuk hubungan sehat.
Berhentilah mencoba membaca pikiran pasangan
Satu kesalahan umum yang sering tidak disadari, berpikir tahu apa yang pasangan rasakan atau akan lakukan, kemudian bereaksi berdasarkan asumsi itu.
Sayangnya, pikiran itu bisa dipengaruhi trauma masa lalu dan bukan realitas sekarang dengan pasangan anda.
Cobalah komunikasi terbuka, tanyakan langsung bila ada kekhawatiran. Hal ini akan mencegah kesalahpahaman, kecemasan berlebih, dan kecurigaan yang mematikan keintiman.
Gunakan komunikasi yang jujur dan terbuka sejak awal
Menjadi jelas tentang perasaan, harapan, serta ketakutan anda dengan cara yang tenang dan tidak menyalahkan sangat krusial.
Menyimpan perasaan atau rasa takut bisa membuat prasangka dan luka lama memunculkan reaksi berlebihan terhadap hal kecil.
Anda dapat mengkomunikasikan apa yang anda dengan pasangan, dan bukan diam atau penyiksaan emosional.
Dengan begitu, anda memberi ruang untuk kejujuran dan pemahaman bersama, dua kunci agar hubungan baru tidak dikubur masa lalu.
Percayalah pada diri sendiri dan pasangan anda
Memang sulit untuk membuka hati setelah luka lama. Tapi jika terus menyembunyikan diri, memberi topeng, atau menjalani hubungan dengan rasa curiga, itu justru membuat sulit membangun keintiman.
Percaya diri sendiri, bahwa anda pantas dicintai, dan mempercayai pasangan akan memberi ruang bagi kejujuran dan kedekatan yang sehat.
Dengan kepercayaan, anda dan pasangan bisa membangun koneksi berdasarkan kenyataan bukan bayangan dari masa lalu.
Luka lama bisa membuat kita bereaksi berlebihan terhadap hal kecil, merasa tidak aman, atau menutup diri tanpa sadar.
Jika tidak dihadapi, lama-lama dinamika hubungan bisa memburuk, komunikasi retak, rasa curiga tumbuh, dan keintiman hilang.
Dengan menerapkan empat langkah di atas, kita memberi kesempatan kepada hubungan baru untuk berkembang sehat dan berdasarkan kejujuran, komunikasi, dan rasa aman emosional.(jpc)


