24.9 C
Jakarta
Monday, December 1, 2025

Pelatihan Dana BOS di Kalteng, ASN Diminta Transparan dan Tanggap Kelola Anggaran Pendidikan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui BPSDM kembali menguatkan tata kelola pendidikan dengan menggelar Pelatihan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara blended learning selama lima hari. Pelatihan ini menyasar aparatur pengelola pendidikan di lingkungan Pemprov Kalteng dan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, mewakili Gubernur Kalteng.

Pada sesi pembukaan, Hamka langsung menekankan pentingnya penguatan kapasitas ASN dalam mengelola Dana BOS dengan tepat, cepat, dan akuntabel. Ia menyebut Dana BOS sebagai instrumen strategis pemerintah yang memastikan pendidikan dasar tetap gratis dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Dana BOS ini bukti nyata kehadiran negara menjamin pendidikan yang merata dan berkualitas. Karena itu pengelolaannya tidak boleh asal. ASN harus memahami tata kelola yang benar, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Hamka.

Baca Juga :  Pendidikan Gratis, Langkah Strategis untuk Wujudkan Kalteng Maju dan Bermartabat

Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan intervensi kelembagaan untuk menghadapi tantangan pengelolaan keuangan pendidikan yang semakin kompleks. Menurutnya, kompetensi dan integritas ASN menjadi kunci menjaga kualitas layanan pendidikan.

“Dana BOS bukan sekadar anggaran, tapi amanah besar untuk masa depan anak-anak kita. ASN yang mengelolanya harus paham aturan, prinsip akuntabilitas, dan konsekuensi bagi masyarakat,” kata Nunu.

Pelatihan diikuti pejabat administrator, pengawas, dan fungsional dari sejumlah instansi, serta menghadirkan fasilitator dari Pusdatin Kemendikbudristek RI. Metode blended learning dipilih untuk memadukan efektivitas pembelajaran tatap muka dan daring.

Kegiatan ini selaras dengan visi pembangunan daerah “Kalteng BERKAH” dan program Huma Betang Cerdas yang menitikberatkan peningkatan kualitas SDM. Program pendidikan gratis, insentif guru, hingga pembangunan rumah guru menjadi bagian dari strategi besar pemerintah provinsi.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  PPPK Diharapkan Beradaptasi, Berikan Kontribusi Nyata Meningkatkan Kualitas Layanan Publik

Pemprov Kalteng berharap pelatihan ini memperkuat profesionalitas ASN sehingga pengelolaan Dana BOS berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi mutu pendidikan di Bumi Tambun Bungai. (tim)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui BPSDM kembali menguatkan tata kelola pendidikan dengan menggelar Pelatihan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara blended learning selama lima hari. Pelatihan ini menyasar aparatur pengelola pendidikan di lingkungan Pemprov Kalteng dan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, mewakili Gubernur Kalteng.

Pada sesi pembukaan, Hamka langsung menekankan pentingnya penguatan kapasitas ASN dalam mengelola Dana BOS dengan tepat, cepat, dan akuntabel. Ia menyebut Dana BOS sebagai instrumen strategis pemerintah yang memastikan pendidikan dasar tetap gratis dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Dana BOS ini bukti nyata kehadiran negara menjamin pendidikan yang merata dan berkualitas. Karena itu pengelolaannya tidak boleh asal. ASN harus memahami tata kelola yang benar, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Hamka.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pendidikan Gratis, Langkah Strategis untuk Wujudkan Kalteng Maju dan Bermartabat

Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan intervensi kelembagaan untuk menghadapi tantangan pengelolaan keuangan pendidikan yang semakin kompleks. Menurutnya, kompetensi dan integritas ASN menjadi kunci menjaga kualitas layanan pendidikan.

“Dana BOS bukan sekadar anggaran, tapi amanah besar untuk masa depan anak-anak kita. ASN yang mengelolanya harus paham aturan, prinsip akuntabilitas, dan konsekuensi bagi masyarakat,” kata Nunu.

Pelatihan diikuti pejabat administrator, pengawas, dan fungsional dari sejumlah instansi, serta menghadirkan fasilitator dari Pusdatin Kemendikbudristek RI. Metode blended learning dipilih untuk memadukan efektivitas pembelajaran tatap muka dan daring.

Kegiatan ini selaras dengan visi pembangunan daerah “Kalteng BERKAH” dan program Huma Betang Cerdas yang menitikberatkan peningkatan kualitas SDM. Program pendidikan gratis, insentif guru, hingga pembangunan rumah guru menjadi bagian dari strategi besar pemerintah provinsi.

Baca Juga :  PPPK Diharapkan Beradaptasi, Berikan Kontribusi Nyata Meningkatkan Kualitas Layanan Publik

Pemprov Kalteng berharap pelatihan ini memperkuat profesionalitas ASN sehingga pengelolaan Dana BOS berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi mutu pendidikan di Bumi Tambun Bungai. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru