32.4 C
Jakarta
Saturday, November 29, 2025

BRI Perkuat Bisnis Konsumer dan Emas Digital, Laba Kuartal III Melesat

JAKARTA – BRI terus memperkuat bisnis konsumer dan layanan emas digital sebagai bagian dari strategi pertumbuhan baru yang mendorong lonjakan kinerja pada Kuartal III 2025. Langkah ini menjadi penopang utama diversifikasi usaha perseroan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan ritel dan transaksi emas secara digital.

Penguatan dua lini bisnis tersebut kembali ditegaskan dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10). Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRI tengah menjalankan transformasi besar melalui program BRIVolution Reignite. Program ini berfokus pada transformasi funding dan penguatan core business agar lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

“Sebagai bagian dari diversifikasi sumber pertumbuhan, kami terus mengembangkan Second Engines of Growth, terutama lewat penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas,” ujar Hery.

Baca Juga :  BRI Group Berangkatkan 12.173 Orang Mudik Asyik Bersama BUMN 2024

Pada segmen konsumer, BRI mendorong perluasan basis nasabah payroll. Untuk bisnis KPR, perseroan memperluas kerja sama dengan pengembang tier-1, serta menjaga ekspansi selektif pada portofolio refinancing dan secondary market.

Di bisnis pembiayaan kendaraan bermotor, BRI memaksimalkan sinergi perusahaan anak untuk memperluas joint financing.

“Dalam bisnis auto loan, kami terus memperkuat kolaborasi. BRI Finance akan bahu-membahu dengan BRI membangun bisnis KKB,” jelas Hery dalam paparannya.

Pada bisnis bullion service, Hery menyoroti langkah Pegadaian yang baru meluncurkan super app Tring. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat membeli emas secara digital dan menjadi bagian dari strategi diversifikasi BRI untuk menyasar pasar emas yang terus tumbuh. Saat ini Pegadaian memiliki sekitar 4.000 cabang di seluruh Indonesia.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Banyak Beredar Nomor dan Akun Palsu, BRI Himbau Nasabah Kenali Akun dan Kontak Resmi

Hingga Triwulan III 2025, performa BRI menunjukkan tren positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun, ditopang penguatan dana murah (CASA). Penyaluran kredit naik 6,3% yoy menjadi Rp1.438,1 triliun. Kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit tersebut mendorong laba bersih BRI mencapai Rp41,2 triliun.

“Kinerja BRI tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga menunjukkan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. Kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, dan menjalankan transformasi secara terstruktur melalui BRIVolution Reignite,” tutup Hery. ***

JAKARTA – BRI terus memperkuat bisnis konsumer dan layanan emas digital sebagai bagian dari strategi pertumbuhan baru yang mendorong lonjakan kinerja pada Kuartal III 2025. Langkah ini menjadi penopang utama diversifikasi usaha perseroan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan ritel dan transaksi emas secara digital.

Penguatan dua lini bisnis tersebut kembali ditegaskan dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/10). Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRI tengah menjalankan transformasi besar melalui program BRIVolution Reignite. Program ini berfokus pada transformasi funding dan penguatan core business agar lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

“Sebagai bagian dari diversifikasi sumber pertumbuhan, kami terus mengembangkan Second Engines of Growth, terutama lewat penguatan segmen konsumer dan pengembangan layanan bullion atau bank emas,” ujar Hery.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BRI Group Berangkatkan 12.173 Orang Mudik Asyik Bersama BUMN 2024

Pada segmen konsumer, BRI mendorong perluasan basis nasabah payroll. Untuk bisnis KPR, perseroan memperluas kerja sama dengan pengembang tier-1, serta menjaga ekspansi selektif pada portofolio refinancing dan secondary market.

Di bisnis pembiayaan kendaraan bermotor, BRI memaksimalkan sinergi perusahaan anak untuk memperluas joint financing.

“Dalam bisnis auto loan, kami terus memperkuat kolaborasi. BRI Finance akan bahu-membahu dengan BRI membangun bisnis KKB,” jelas Hery dalam paparannya.

Pada bisnis bullion service, Hery menyoroti langkah Pegadaian yang baru meluncurkan super app Tring. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat membeli emas secara digital dan menjadi bagian dari strategi diversifikasi BRI untuk menyasar pasar emas yang terus tumbuh. Saat ini Pegadaian memiliki sekitar 4.000 cabang di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Banyak Beredar Nomor dan Akun Palsu, BRI Himbau Nasabah Kenali Akun dan Kontak Resmi

Hingga Triwulan III 2025, performa BRI menunjukkan tren positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun, ditopang penguatan dana murah (CASA). Penyaluran kredit naik 6,3% yoy menjadi Rp1.438,1 triliun. Kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit tersebut mendorong laba bersih BRI mencapai Rp41,2 triliun.

“Kinerja BRI tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga menunjukkan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. Kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, dan menjalankan transformasi secara terstruktur melalui BRIVolution Reignite,” tutup Hery. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru