SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pengembangan ekonomi desa melalui penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sukamara, kegiatan Pasca Inkubasi Desa EKI digelar di Desa Sungai Bundung, Rabu (8/10).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, perwakilan OJK Kalteng, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalteng Cabang Sukamara, BPR Artha Sukamara, serta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun.
Bupati Sukamara Masduki, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yofi Yudistira, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program EKI sejalan dengan visi Pemkab Sukamara dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan OJK dan lembaga keuangan lainnya agar masyarakat desa dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan. Akses yang inklusif ini akan membuka peluang usaha baru dan memperkuat ketahanan ekonomi desa,” ujar Yofi dalam keterangannya, Kamis (9/10).
Sementara itu, Kepala OJK Kalteng yang diwakili Deputi Kepala OJK Provinsi Kalteng Andrianto Suhada menekankan, pentingnya kesinambungan program pasca inkubasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Program ini tidak berhenti pada tahap inkubasi. Kami terus mendorong agar desa-desa dapat mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan akses keuangan yang produktif dan berkelanjutan,” terang Andrianto.
Kepala Desa Sungai Bundung, Ahmad Saini, turut menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan melalui program tersebut. Menurutnya, keberadaan EKI telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha lokal.
“Program ini membantu masyarakat kami memahami pentingnya akses keuangan, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha berbasis potensi desa,” ucap Ahmad.
Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi antara masyarakat desa dan para pemangku kepentingan. Sejumlah kelompok usaha perikanan menyampaikan aspirasi terkait dukungan akses produk keuangan dan strategi pemasaran hasil produksi mereka agar dapat menembus pasar yang lebih luas.
Melalui sinergi Pemkab Sukamara, OJK, TPAKD, serta para mitra strategis, penguatan ekosistem inklusi keuangan diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.(hfz)


