Tidak semua orang nyaman mengungkapkan emosi secara langsung, tapi bukan berarti mereka tidak peduli. Bahkan bisa jadi mereka lebih peduli daripada orang kebanyakan.
Tidak semua orang pandai menunjukkan emosinya secara terang-terangan. Oleh sebab itu, sebagian lebih memilih untuk menyembunyikannya karena pikiran mereka yang tidak ingin membebani siapa pun, menjaga kedamaian, atau untuk melindungi orang lain.
Fenomena berbagi foto liburan di media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya digital sekarang. Hampir setiap kesempatan berlibur, kita akan mengabadikan dan membagikan momen-momen tersebut di platform daring.
NAMUN hal itu tak berlaku bagi Stevia Widyatmasari. Seorang notaris di Kota Palangka Raya yang memiliki talenta di bidang seni rupa ini, dengan leluasa melampiaskan rasa yang dialaminya melalui goresan artistik dalam bentuk karya doodle art.
Orang dewasa mampu mengendalikan emosi mereka dengan efektif, memberikan respons yang bijak terhadap berbagai keadaan, dan bersikap matang dalam berinteraksi dengan orang lain.
Musik memiliki kekuatan luar biasa untuk menyentuh hati dan menggugah emosi. Bagi sebagian orang, emosi ini begitu dalam sehingga air mata mengalir tanpa disadari. Tidak hanya sekadar tetesan air mata, tetapi sering kali berupa tangisan penuh kelegaan yang disebabkan oleh melodi atau lirik yang mengena di hati.
Sebagai manusia, kita sering kali terdorong untuk memberikan kesempatan kedua dengan harapan orang lain bisa berubah. Namun, psikologi menunjukkan bahwa beberapa jenis perilaku menunjukkan bahwa orang tersebut mungkin tidak layak mendapat kesempatan kedua
Menangis adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, jika kamu merasa tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas, itu bisa membuat bingung. Kadang, emosi yang kita rasakan muncul begitu saja, tanpa peringatan.
Air mata sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari emosi kita. Ketika kemarahan melanda, kamu mungkin merasa bahwa air mata secara tiba-tiba mengalir tanpa bisa ditahan. Hal ini mungkin terasa membingungkan, bahkan menjengkelkan. Mengapa bisa begitu?