Di tengah era digital yang terus berkembang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya untuk memajukan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi.
Seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMD,es) di Kabupaten Katingan harus meningkatkan status dan berbadan hukum. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Katingan Ganti Yapman di Kantornya, Kamis (27/2).
Seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Katingan didorong untuk segera berbadan hukum guna memperkuat peran dalam perekonomian desa serta mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tingkat provinsi tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian desa melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Penjabat (Pj) Bupati Pulang Hj Nunu Andriani menaruh perhatian yang cukup besar terhadap kemajuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Pulang Pisau.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Dinas PMD Kabupaten serta beberapa kepala desa dan direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melakukan kunjungan kerja ke Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 5-6 Desember 2024.
Pemerintahan Desa (Pemdes) yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur, diminta tidak bergantung pada Alokasi Dana Desa atau ADD dan Dana Desa atau DD untuk melakukan pembangunan. Tetapi Pemdes harus mampu berinovasi menggali potensi-potensi usaha di desa yang bisa dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu sendiri.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, melalui instansi dinas terkait, terus berupaya meningkatkan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di kabupaten tersebut.
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Nomor Urut 1, Willy M. Yoseph dan Habib Ismail bin Yahya, mengungkapkan komitmennya untuk mempercepat pemerataan ekonomi.
Pejabat Sementara Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Shalahuddin, mendorong para kepala desa (kades) di wilayah itu untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menggerakkan perekonomian desa melalui pasar desa dan kegiatan lainnya, agar desa menjadi lebih maju dan mandiri.