27.7 C
Jakarta
Thursday, February 26, 2026

Sarapan Oatmeal Bikin Berat Badan Turun? Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui

PROKALTENG.CO – Oatmeal kerap disebut sebagai menu sarapan sehat untuk menurunkan berat badan. Kandungan serat dan protein dalam oat disebut mampu membantu program diet dengan membuat kenyang lebih lama dan mengontrol nafsu makan.

Bukan sekadar tren, manfaat oatmeal untuk diet juga didukung sejumlah penelitian. Oat yang berasal dari gandum utuh ini rendah kalori, kaya nutrisi, dan mudah diolah. Pertanyaannya, benarkah rutin makan oatmeal bisa membantu menurunkan berat badan? Jawabannya: bisa, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan tetap menjaga pola makan seimbang.

Dikutip dari Healthshots.com, berikut sejumlah alasan mengapa oat efektif mendukung program penurunan berat badan:

1. Kaya serat

Menurut Departemen Pertanian AS, 1 cangkir (81 gram) oat mentah mengandung 8,1 gram serat. Sebagian besar merupakan serat larut, terutama beta-glukan.

Dalam ulasan yang diterbitkan di jurnal Foods, beta-glukan disebut memiliki efek positif terhadap hiperglikemia (gula darah tinggi), membantu menurunkan kadar lipid darah, dan berkontribusi pada penurunan berat badan.

Serat ini membentuk gel di lambung yang memperlambat pencernaan. Efeknya, rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga keinginan ngemil di antara waktu makan bisa ditekan. Oatmeal juga dikenal membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan produksi asam empedu.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Sarapan, Nomor 3 Sering Dikonsumsi!

2. Rendah kalori

Oat tergolong rendah kalori. Dalam 1 cangkir oat mentah terkandung sekitar 307 kalori. Angka ini relatif terkendali untuk menu utama sarapan.

Bagi yang ingin menciptakan defisit kalori—mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar—oat bisa menjadi pilihan tepat. Satu porsi oatmeal tawar sudah cukup mengenyangkan tanpa membuat asupan kalori berlebihan. Agar lebih optimal, bisa dipadukan dengan buah, biji-bijian, atau kacang.

3. Kaya antioksidan

Oat juga mengandung antioksidan yang membantu mengurangi peradangan dan melawan radikal bebas. Meski tidak secara langsung membakar lemak, antioksidan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mencegah stres oksidatif yang berpotensi memicu kenaikan berat badan.

4. Tinggi protein

Dalam 1 cangkir oat terdapat sekitar 10,7 gram protein. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, protein tak hanya penting untuk perbaikan dan pertumbuhan otot, tetapi juga meningkatkan rasa kenyang.

Protein membantu mengontrol rasa lapar dan mencegah makan berlebihan. Selain itu, asupan protein yang cukup dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga pembakaran kalori berjalan lebih efektif.

5. Meningkatkan rasa kenyang

Salah satu tantangan terbesar saat diet adalah rasa lapar di sela waktu makan. Oat dengan kombinasi serat dan protein tinggi membantu memperpanjang rasa kenyang.

Baca Juga :  Turunkan Kolesterol dengan Kebiasaan Pagi Sederhana, Ini Caranya!

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Foods menyebut konsumsi gandum utuh dapat membantu mengurangi keinginan makan berlebih dan mendukung pengendalian berat badan.

6. Mengatur kadar gula darah

Oat memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, makanan ini tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Nutrition, disebutkan bahwa gandum memberikan pelepasan energi yang stabil dan membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Gula darah yang stabil penting untuk mencegah rasa lapar berlebihan yang kerap menggagalkan diet.

7. Menyehatkan pencernaan

Kandungan serat dalam oat berperan besar dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian di Journal of Nutrition.

Sistem pencernaan yang sehat membantu penyerapan nutrisi lebih optimal dan pembuangan limbah lebih efisien. Kondisi ini mendukung manajemen berat badan sekaligus mencegah masalah seperti kembung dan sembelit.

Meski begitu, hasil tidak akan maksimal jika oatmeal dikonsumsi berlebihan atau dicampur gula dan topping tinggi kalori. Kuncinya tetap pada porsi, variasi menu, dan konsistensi pola hidup sehat. (jpg)

PROKALTENG.CO – Oatmeal kerap disebut sebagai menu sarapan sehat untuk menurunkan berat badan. Kandungan serat dan protein dalam oat disebut mampu membantu program diet dengan membuat kenyang lebih lama dan mengontrol nafsu makan.

Bukan sekadar tren, manfaat oatmeal untuk diet juga didukung sejumlah penelitian. Oat yang berasal dari gandum utuh ini rendah kalori, kaya nutrisi, dan mudah diolah. Pertanyaannya, benarkah rutin makan oatmeal bisa membantu menurunkan berat badan? Jawabannya: bisa, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan tetap menjaga pola makan seimbang.

Dikutip dari Healthshots.com, berikut sejumlah alasan mengapa oat efektif mendukung program penurunan berat badan:

Electronic money exchangers listing

1. Kaya serat

Menurut Departemen Pertanian AS, 1 cangkir (81 gram) oat mentah mengandung 8,1 gram serat. Sebagian besar merupakan serat larut, terutama beta-glukan.

Dalam ulasan yang diterbitkan di jurnal Foods, beta-glukan disebut memiliki efek positif terhadap hiperglikemia (gula darah tinggi), membantu menurunkan kadar lipid darah, dan berkontribusi pada penurunan berat badan.

Serat ini membentuk gel di lambung yang memperlambat pencernaan. Efeknya, rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga keinginan ngemil di antara waktu makan bisa ditekan. Oatmeal juga dikenal membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan produksi asam empedu.

Baca Juga :  4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Sarapan, Nomor 3 Sering Dikonsumsi!

2. Rendah kalori

Oat tergolong rendah kalori. Dalam 1 cangkir oat mentah terkandung sekitar 307 kalori. Angka ini relatif terkendali untuk menu utama sarapan.

Bagi yang ingin menciptakan defisit kalori—mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar—oat bisa menjadi pilihan tepat. Satu porsi oatmeal tawar sudah cukup mengenyangkan tanpa membuat asupan kalori berlebihan. Agar lebih optimal, bisa dipadukan dengan buah, biji-bijian, atau kacang.

3. Kaya antioksidan

Oat juga mengandung antioksidan yang membantu mengurangi peradangan dan melawan radikal bebas. Meski tidak secara langsung membakar lemak, antioksidan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mencegah stres oksidatif yang berpotensi memicu kenaikan berat badan.

4. Tinggi protein

Dalam 1 cangkir oat terdapat sekitar 10,7 gram protein. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, protein tak hanya penting untuk perbaikan dan pertumbuhan otot, tetapi juga meningkatkan rasa kenyang.

Protein membantu mengontrol rasa lapar dan mencegah makan berlebihan. Selain itu, asupan protein yang cukup dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga pembakaran kalori berjalan lebih efektif.

5. Meningkatkan rasa kenyang

Salah satu tantangan terbesar saat diet adalah rasa lapar di sela waktu makan. Oat dengan kombinasi serat dan protein tinggi membantu memperpanjang rasa kenyang.

Baca Juga :  Turunkan Kolesterol dengan Kebiasaan Pagi Sederhana, Ini Caranya!

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Foods menyebut konsumsi gandum utuh dapat membantu mengurangi keinginan makan berlebih dan mendukung pengendalian berat badan.

6. Mengatur kadar gula darah

Oat memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, makanan ini tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Nutrition, disebutkan bahwa gandum memberikan pelepasan energi yang stabil dan membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Gula darah yang stabil penting untuk mencegah rasa lapar berlebihan yang kerap menggagalkan diet.

7. Menyehatkan pencernaan

Kandungan serat dalam oat berperan besar dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian di Journal of Nutrition.

Sistem pencernaan yang sehat membantu penyerapan nutrisi lebih optimal dan pembuangan limbah lebih efisien. Kondisi ini mendukung manajemen berat badan sekaligus mencegah masalah seperti kembung dan sembelit.

Meski begitu, hasil tidak akan maksimal jika oatmeal dikonsumsi berlebihan atau dicampur gula dan topping tinggi kalori. Kuncinya tetap pada porsi, variasi menu, dan konsistensi pola hidup sehat. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/