Bagi perempuan muslimah, menggunakan hijab adalah salah satu bentuk ketaatan pada kewajiban yang ditetapkan agama. Dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna, hijab divariasikan menyesuaikan selera dan keinginan pengguna.
Hal itu lazim dilakukan perempuan di seluruh dunia. Hijab yang digunakan juga bisa berbeda-beda berdasar gaya yang diajarkan budaya turun temurun.
Berbagai gaya seperti cara melipat kerudung, aksesori, warna, dan juga motif, bisa berbeda-beda tiap negara. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa warna hijab bisa disesuaikan dengan warna kulit? Bukan menyamakan persis, namun menyesuaikan sehingga hijab tidak membuat ilusi pada muka terlihat tidak enak dilihat.
Ada beberapa warna yang cocok untuk digunakan warna kulit tertentu. Sebaliknya, ada beberapa warna hijab yang tidak cocok apabila disandingkan dengan kulit warna tertentu. Berikut rekomendasi warna hijab yang disesuaikan dengan warna kulit pengguna.
Warna Kulit Terang
Bagi yang memiliki kulit cerah, warna yang baik untuk disandingkan sebagai hijab adalah warna yang lebih gelap. Dilansir dari Tuesday In Love, kamu bisa menggunakan warna hijab yang gelap atau berani.
Warna-warna seperti hitam dan merah tua cocok untuk warna kulitmu. Warna-warna yang solid juga bisa jadi pilihan. Dilansir dari Haute Hijab, warna solid akan sangat cocok pada warna kulit cerah tidak memedulikan kamu memiliki cool undertone atau warm undertone.
Warna solid seperti merah delima, ungu lavender, hijau emerald, dan biru kobalt, bisa dimasukkan dalam koleksi warna solid yang bold dalam koleksi. Selain gelap, kamu juga bisa mengenakan variasi warna lain.
Dilansir dari Abaya Kart, kamu bisa menggunakan warna lembut dalam jangkauan warna pastel seperti baby pink, powder blue, peach, lavender, dan mint green. Menghindari warna terang dapat mengganggu keseimbangan warna di kulit kamu.
Warna Kulit Medium
Bagi pemilik warna kulit yang medium, warna netral adalah pilihan warna terbaik yang bisa kamu koleksi. Dilansir dari Haute Hijab, beberapa warna netral seperti putih gading, cokelat beige, taupe, cokelat muda, dan merah muda terang, bisa jadi koleksi yang apik.
Selain warna netral, kamu juga bisa mencari warna musim gugur. Yang dimaksud dengan warna musim gugur antara lain warna yang melambangkan musim gugur yakni merah cerah, kuning lulur, biru kehijauan, dan nila.
Berbagai ragam warna cokelat juga bisa kamu jadikan inspirasi untuk hijab. Dilansir dari Tuesday In Love, warna musim gugur dan warna bumi seperti hijau zaitun cocok untuk warna kulit medium.
Dilansir dari Abaya Kart, kamu juga memisahkan warna kulit terang ke medium atau medium ke gelap sebagai spesifikasi lebih lanjut. Untuk warna kulit terang ke medium, warna hangat dan warna permata. Untuk warna medium ke gelap, kamu bisa memilih warna solid, cerah atau warna kebumian.
Warna Kulit Gelap
Terakhir, warna kulit gelap pada dasarnya bisa cocok dengan warna hijab apapun. Dilansir dari Tuesday In Love, pemilik warna kulit gelap cocok hampir semua warna kulit.
Namun, lebih baik untuk menghindari warna yang serupa dengan kulit agar tidak terkesan mati dan menyatu dengan kulit wajah.
Dilansir dari Abaya Kart, kamu bisa membeli hijab dengan warna yang kaya seperti merah marun, oranye terang, atau ungu gelap sebagai rekomendasi. Kamu juga bisa memiliki hijab dengan warna permata yakni merah rubi dan hijau emerald.
Hindari warna yang bisa membuat kulit terkesan abu-abu dan kusam. Hal ini bisa diakali dengan membeli warna terang dan kaya akan warna.Dilansir dari Haute Hijab, beberapa warna rekomendasi adalah hitam, emas, merah kranberi, ungu violet, kuning marigold, dan masih banyak lagi.
Perhatikan kesesuaian warna kulit dengan warna hijab. Sebab, hijab merupakan salah satu hal paling dekat dengan wajah ketika dipakai. Warna yang tidak sesuai akan berdampak dengan tidak baik dan bisa membuat wajah bisa terlihat kusam atau terlalu gelap, dan sebaliknya.(jpc)