34.6 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024
spot_img

Tahukah Anda? Ternyata, 18 Maret Adalah Hari Tidur Sedunia

PROKALTENG.CO – Tahukah Anda bahwa beberapa komunitas di dunia setiap tahunnya memperingati World Sleep Day atau Hari Tidur Sedunia yang jatuh pada hari ini, 18 Maret 2022.

Peringatan Hari Tidur Sedunia ingin menekankan isu-isu penting terkait tidur yang diinisiasi oleh organisasi nirlaba World Sleep Society dari Amerika Serikat.

Tahun ini, Hari Tidur Sedunia mengampanyekan slogan Quality Sleep, Sound Mind, Happy World atau Tidur Berkualitas, Pikiran Sehat, Dunia Bahagia.

Hari Tidur Sedunia dibuat oleh sekelompok tenaga kesehatan dari komunitas yang menekuni riset dan pengobatan terkait tidur.

Mereka adalah orang-orang profesional di bidang kesehatan yang ingin menggaungkan pentingnya tidur berkualitas demi kesehatan seseorang.

Baca Juga :  Tahun Ini, RSUD Pulpis Bangun ICU Anak dan Hemodialisa

Berdasarkan studi ilmiah baru-baru ini, World Sleep Society membagikan fakta-fakta terkait dampak tidur terhadap seluruh aspek kehidupan.

Beberapa di antaranya adalah individu yang tidurnya berkualitas akan lebih waspada, atraktif serta awet muda. Kurang tidur dapat berdampak negatif terhadap kemampuan belajar, rentang perhatian dan ingatan.

Tidur berkualitas secara rutin tanpa interupsi dapat menurunkan risiko diabetes, obesitas, penyakit kronis dan darah tinggi.

World Sleep Society menyarankan seseorang tidak melihat gawai sebelum tidur agar bisa tertidur dengan mudah.

Selain itu, sebaiknya menghindari cahaya yang bisa membuat kita terjaga saat tidur. Seseorang perlu melakukan aktivitas yang melelahkan sepanjang hari agar bisa tertidur dengan mudah pada malam hari.

Baca Juga :  Pelayanan Dasar Masyarakat Menjadi Perhatian Serius

Penggunaan aroma terapi di kamar juga dapat menimbulkan suasana menenangkan sehingga Anda lebih mudah memejamkan mata.

World Sleep Society yakin bahwa tidur adalah pondasi dari kesehatan. Kualitas tidur dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental dan batin.

Perayaan tahunan ini diharap bisa mengurangi beban masalah tidur dalam masyarakat lewat pencegahan dan manajemen gangguan tidur. (ant/mar3/jpnn/kpc)

PROKALTENG.CO – Tahukah Anda bahwa beberapa komunitas di dunia setiap tahunnya memperingati World Sleep Day atau Hari Tidur Sedunia yang jatuh pada hari ini, 18 Maret 2022.

Peringatan Hari Tidur Sedunia ingin menekankan isu-isu penting terkait tidur yang diinisiasi oleh organisasi nirlaba World Sleep Society dari Amerika Serikat.

Tahun ini, Hari Tidur Sedunia mengampanyekan slogan Quality Sleep, Sound Mind, Happy World atau Tidur Berkualitas, Pikiran Sehat, Dunia Bahagia.

Hari Tidur Sedunia dibuat oleh sekelompok tenaga kesehatan dari komunitas yang menekuni riset dan pengobatan terkait tidur.

Mereka adalah orang-orang profesional di bidang kesehatan yang ingin menggaungkan pentingnya tidur berkualitas demi kesehatan seseorang.

Baca Juga :  Tahun Ini, RSUD Pulpis Bangun ICU Anak dan Hemodialisa

Berdasarkan studi ilmiah baru-baru ini, World Sleep Society membagikan fakta-fakta terkait dampak tidur terhadap seluruh aspek kehidupan.

Beberapa di antaranya adalah individu yang tidurnya berkualitas akan lebih waspada, atraktif serta awet muda. Kurang tidur dapat berdampak negatif terhadap kemampuan belajar, rentang perhatian dan ingatan.

Tidur berkualitas secara rutin tanpa interupsi dapat menurunkan risiko diabetes, obesitas, penyakit kronis dan darah tinggi.

World Sleep Society menyarankan seseorang tidak melihat gawai sebelum tidur agar bisa tertidur dengan mudah.

Selain itu, sebaiknya menghindari cahaya yang bisa membuat kita terjaga saat tidur. Seseorang perlu melakukan aktivitas yang melelahkan sepanjang hari agar bisa tertidur dengan mudah pada malam hari.

Baca Juga :  Pelayanan Dasar Masyarakat Menjadi Perhatian Serius

Penggunaan aroma terapi di kamar juga dapat menimbulkan suasana menenangkan sehingga Anda lebih mudah memejamkan mata.

World Sleep Society yakin bahwa tidur adalah pondasi dari kesehatan. Kualitas tidur dapat mempengaruhi kesehatan fisik, mental dan batin.

Perayaan tahunan ini diharap bisa mengurangi beban masalah tidur dalam masyarakat lewat pencegahan dan manajemen gangguan tidur. (ant/mar3/jpnn/kpc)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru