29 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

Kebiasaan Lama yang Masih Dilakukan Orang-Orang yang Pernah Hidup Serba Pas-pasan

Banyak orang yang dulu menjalani hidup dalam keterbatasan menyadari bahwa masuk ke fase kehidupan yang lebih mapan tidak serta-merta menghapus kebiasaan-kebiasaan lama yang terbentuk dari pengalaman masa sulit.

Meskipun penghasilan sudah stabil, tabungan mulai terkumpul, dan kebutuhan dapat dipenuhi tanpa terlalu banyak berpikir, ada pola-pola perilaku yang tetap melekat dan muncul tanpa disadari.

Kebiasaan ini bukan sekadar sisa dari masa lalu, tetapi menjadi bagian dari cara mereka dalam memandang uang, keamanan, dan kenyamanan hidup.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Minggu (14/12), berikut merupakan 7 kebiasaan lama yang masih dilakukan oleh orang-orang yang pernah hidup serba pas-pasan, meskipun kini telah mencapai kehidupan yang jauh lebih mapan.

  1. Kebiasaan Membeli Barang dalam Jumlah Banyak

Orang yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas biasanya memiliki kebiasaan untuk membeli barang dalam jumlah besar saat melihat diskon.

Hal ini terjadi karena mereka dulu harus memastikan kebutuhan terpenuhi untuk jangka panjang, terutama ketika belum tentu ada uang untuk membeli ulang di kemudian hari.

Meskipun kini kondisi keuangan mereka sudah jauh lebih stabil, kebiasaan menghitung harga per unit dan mempertimbangkan apakah perlu membeli lebih banyak masih melekat dalam diri mereka.

Electronic money exchangers listing

Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika bisa mendapatkan harga terbaik, sehingga tanpa disadari kebiasaan itu terus terbawa hingga sekarang.

  1. Merasa Bersalah Saat Ingin Memanjakan Diri

Kebiasaan hidup hemat membuat mereka sering merasa tidak nyaman saat ingin membeli sesuatu yang sebenarnya sepele, seperti minuman favorit atau barang kecil yang tidak mendesak.

Dulu, setiap pengeluaran harus dipikirkan berulang kali, sehingga membeli hal-hal yang tidak esensial sering dianggap sebagai pemborosan.

Baca Juga :  Shio yang Memiliki Peluang Besar untuk Menjadi Kaya Raya

Karena itu, meski kini mereka mampu untuk membeli tanpa beban, perasaan bersalah tersebut masih muncul.

Mereka perlu meyakinkan diri bahwa sesekali menikmati sesuatu bukanlah tindakan yang salah, melainkan bagian dari menghargai usaha dan kerja keras sendiri.

  1. Kebiasaan Menyimpan Barang Lama untuk Berjaga-jaga

Pengalaman hidup sederhana membuat seseorang sulit membuang barang, karena ada rasa takut jika suatu saat barang tersebut dibutuhkan kembali.

Mereka menyimpan pakaian lama, perlengkapan rumah tangga yang jarang digunakan, atau benda-benda yang sebenarnya sudah tidak terpakai.

Semua itu dilakukan karena dulu mengganti barang bukanlah hal yang mudah, sehingga apa pun yang masih bisa digunakan dianggap berharga.

Kini, meski sudah mampu membeli barang baru kapan saja, kebiasaan menyimpan “untuk berjaga-jaga” tetap sulit dihilangkan karena memberikan rasa aman tersendiri bagi mereka.

  1. Kebiasaan Meneliti Secara Berlebihan Sebelum Membeli

Kebiasaan meneliti produk dengan cermat terbentuk dari pengalaman masa lalu ketika kesalahan dalam membeli barang dapat menimbulkan kerugian besar.

Mereka terbiasa membaca banyak ulasan, membandingkan harga dari berbagai toko, dan memastikan barang yang dibeli benar-benar pilihan yang terbaik.

Walaupun kondisi finansial mereka sudah lebih longgar, pola berpikir “tidak boleh salah beli” masih membayangi diri mereka.

Mereka merasa lebih tenang setelah yakin bahwa keputusan yang diambil sudah tepat dan tidak akan menimbulkan penyesalan.

  1. Selalu Menyiapkan Sumber Penghasilan Cadangan

Mereka yang pernah merasakan kondisi finansial yang tidak stabil sangat paham bahwa keamanan finansial bisa hilang sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Teknologi Bikin Malas? Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Kini Tak Lagi Dikenal Generasi Z

Karena itu, meskipun sudah memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang mencukupi, mereka tetap merasa perlu memiliki rencana cadangan.

Misalnya dengan memiliki pekerjaan sampingan, mengembangkan keterampilan lain, atau memikirkan alternatif penghasilan jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Kebiasaan ini bukanlah didorong oleh ketakutan yang berlebihan, tetapi oleh kesadaran bahwa bersiap sejak awal dapat memberikan rasa aman yang lebih besar.

  1. Tetap Mengecek Harga Meski Belanja di Tempat Mahal

Kebiasaan memeriksa harga sebelum membeli barang sudah melekat begitu kuat sehingga terus dilakukan bahkan saat berada di toko mahal sekalipun.

Hal ini terjadi karena mereka terbiasa menghitung setiap pengeluaran dan memastikan bahwa uang yang dikeluarkan sepadan dengan barang yang diterima.

Meskipun kini sudah mampu membeli tanpa harus terlalu memikirkan harga, naluri untuk memastikan nilai suatu barang tetap muncul secara otomatis.

 

Kebiasaan ini pada dasarnya bukanlah sesuatu yang buruk, tetapi merupakan bentuk kewaspadaan yang tetap terbawa dari masa lalu.

  1. Rasa Canggung Ketika Orang Lain Membelikan Sesuatu

Bagi mereka yang dulu terbiasa hidup mandiri, menerima traktiran atau hadiah dari orang lain bisa menimbulkan rasa canggung.

Dalam benak mereka, menerima bantuan sering kali berkaitan dengan rasa sungkan atau takut dianggap merepotkan.

Kebiasaan lama untuk selalu membayar sendiri membuat mereka sulit menerima kebaikan tanpa memikirkan balasan yang setimpal.

Meskipun kini mereka sudah lebih mampu, pikiran untuk tidak membebani orang lain tetap muncul, sehingga menerima pemberian pun menjadi hal yang masih sulit untuk mereka lakukan.(jpc)

Banyak orang yang dulu menjalani hidup dalam keterbatasan menyadari bahwa masuk ke fase kehidupan yang lebih mapan tidak serta-merta menghapus kebiasaan-kebiasaan lama yang terbentuk dari pengalaman masa sulit.

Meskipun penghasilan sudah stabil, tabungan mulai terkumpul, dan kebutuhan dapat dipenuhi tanpa terlalu banyak berpikir, ada pola-pola perilaku yang tetap melekat dan muncul tanpa disadari.

Kebiasaan ini bukan sekadar sisa dari masa lalu, tetapi menjadi bagian dari cara mereka dalam memandang uang, keamanan, dan kenyamanan hidup.

Electronic money exchangers listing

Dilansir dari laman Global English Editing pada Minggu (14/12), berikut merupakan 7 kebiasaan lama yang masih dilakukan oleh orang-orang yang pernah hidup serba pas-pasan, meskipun kini telah mencapai kehidupan yang jauh lebih mapan.

  1. Kebiasaan Membeli Barang dalam Jumlah Banyak

Orang yang tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas biasanya memiliki kebiasaan untuk membeli barang dalam jumlah besar saat melihat diskon.

Hal ini terjadi karena mereka dulu harus memastikan kebutuhan terpenuhi untuk jangka panjang, terutama ketika belum tentu ada uang untuk membeli ulang di kemudian hari.

Meskipun kini kondisi keuangan mereka sudah jauh lebih stabil, kebiasaan menghitung harga per unit dan mempertimbangkan apakah perlu membeli lebih banyak masih melekat dalam diri mereka.

Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika bisa mendapatkan harga terbaik, sehingga tanpa disadari kebiasaan itu terus terbawa hingga sekarang.

  1. Merasa Bersalah Saat Ingin Memanjakan Diri

Kebiasaan hidup hemat membuat mereka sering merasa tidak nyaman saat ingin membeli sesuatu yang sebenarnya sepele, seperti minuman favorit atau barang kecil yang tidak mendesak.

Dulu, setiap pengeluaran harus dipikirkan berulang kali, sehingga membeli hal-hal yang tidak esensial sering dianggap sebagai pemborosan.

Baca Juga :  Shio yang Memiliki Peluang Besar untuk Menjadi Kaya Raya

Karena itu, meski kini mereka mampu untuk membeli tanpa beban, perasaan bersalah tersebut masih muncul.

Mereka perlu meyakinkan diri bahwa sesekali menikmati sesuatu bukanlah tindakan yang salah, melainkan bagian dari menghargai usaha dan kerja keras sendiri.

  1. Kebiasaan Menyimpan Barang Lama untuk Berjaga-jaga

Pengalaman hidup sederhana membuat seseorang sulit membuang barang, karena ada rasa takut jika suatu saat barang tersebut dibutuhkan kembali.

Mereka menyimpan pakaian lama, perlengkapan rumah tangga yang jarang digunakan, atau benda-benda yang sebenarnya sudah tidak terpakai.

Semua itu dilakukan karena dulu mengganti barang bukanlah hal yang mudah, sehingga apa pun yang masih bisa digunakan dianggap berharga.

Kini, meski sudah mampu membeli barang baru kapan saja, kebiasaan menyimpan “untuk berjaga-jaga” tetap sulit dihilangkan karena memberikan rasa aman tersendiri bagi mereka.

  1. Kebiasaan Meneliti Secara Berlebihan Sebelum Membeli

Kebiasaan meneliti produk dengan cermat terbentuk dari pengalaman masa lalu ketika kesalahan dalam membeli barang dapat menimbulkan kerugian besar.

Mereka terbiasa membaca banyak ulasan, membandingkan harga dari berbagai toko, dan memastikan barang yang dibeli benar-benar pilihan yang terbaik.

Walaupun kondisi finansial mereka sudah lebih longgar, pola berpikir “tidak boleh salah beli” masih membayangi diri mereka.

Mereka merasa lebih tenang setelah yakin bahwa keputusan yang diambil sudah tepat dan tidak akan menimbulkan penyesalan.

  1. Selalu Menyiapkan Sumber Penghasilan Cadangan

Mereka yang pernah merasakan kondisi finansial yang tidak stabil sangat paham bahwa keamanan finansial bisa hilang sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Teknologi Bikin Malas? Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Kini Tak Lagi Dikenal Generasi Z

Karena itu, meskipun sudah memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang mencukupi, mereka tetap merasa perlu memiliki rencana cadangan.

Misalnya dengan memiliki pekerjaan sampingan, mengembangkan keterampilan lain, atau memikirkan alternatif penghasilan jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Kebiasaan ini bukanlah didorong oleh ketakutan yang berlebihan, tetapi oleh kesadaran bahwa bersiap sejak awal dapat memberikan rasa aman yang lebih besar.

  1. Tetap Mengecek Harga Meski Belanja di Tempat Mahal

Kebiasaan memeriksa harga sebelum membeli barang sudah melekat begitu kuat sehingga terus dilakukan bahkan saat berada di toko mahal sekalipun.

Hal ini terjadi karena mereka terbiasa menghitung setiap pengeluaran dan memastikan bahwa uang yang dikeluarkan sepadan dengan barang yang diterima.

Meskipun kini sudah mampu membeli tanpa harus terlalu memikirkan harga, naluri untuk memastikan nilai suatu barang tetap muncul secara otomatis.

 

Kebiasaan ini pada dasarnya bukanlah sesuatu yang buruk, tetapi merupakan bentuk kewaspadaan yang tetap terbawa dari masa lalu.

  1. Rasa Canggung Ketika Orang Lain Membelikan Sesuatu

Bagi mereka yang dulu terbiasa hidup mandiri, menerima traktiran atau hadiah dari orang lain bisa menimbulkan rasa canggung.

Dalam benak mereka, menerima bantuan sering kali berkaitan dengan rasa sungkan atau takut dianggap merepotkan.

Kebiasaan lama untuk selalu membayar sendiri membuat mereka sulit menerima kebaikan tanpa memikirkan balasan yang setimpal.

Meskipun kini mereka sudah lebih mampu, pikiran untuk tidak membebani orang lain tetap muncul, sehingga menerima pemberian pun menjadi hal yang masih sulit untuk mereka lakukan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru