24.5 C
Jakarta
Tuesday, February 24, 2026

Lagi Tren! Yuk Mengenal Frugal Living dan Cara Mengaturnya agar Cepat Kaya

MEMILIKI harta melimpah tidak lantas membuat para miliarder dunia seperti Mark Zuckerberg, Warren Buffett, hingga Bill Gates menghambur-hamburkan uang mereka untuk kemewahan yang fana. Sebaliknya, para pesohor jagat bisnis ini justru setia menerapkan pola hidup frugal living.

Gaya hidup frugal living bukan sekadar pelit, melainkan sebuah kesadaran penuh dalam mengelola arus kas demi tujuan jangka panjang.

Frugal living merupakan filosofi hidup di mana seseorang mengalokasikan pengeluaran secara sadar (mindful spending) dan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar memberikan nilai tambah dalam hidup. Dengan menerapkan pola ini, Anda dapat terhindar dari perilaku konsumtif yang sering kali membuat dompet “boncos” di akhir bulan.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai strategi frugal living yang bisa Anda tiru untuk mencapai kesuksesan finansial.

1. Membatasi Ketersediaan Uang Tunai
Langkah pertama yang sering para penganut frugal living lakukan adalah membatasi jumlah uang tunai di dalam dompet. Saat Anda hendak pergi berbelanja atau sekadar jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, pastikan Anda hanya membawa uang sesuai anggaran yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

Membawa uang secukupnya memaksa Anda untuk menjadi lebih selektif atau picky terhadap barang belanjaan. Strategi ini sangat efektif untuk membendung keinginan belanja impulsif (impulsive buying) yang sering muncul ketika seseorang merasa memiliki dana berlebih. Dengan disiplin membawa uang tunai sesuai kebutuhan, Anda secara otomatis melatih otot disiplin finansial setiap hari.

Baca Juga :  4 Zodiak yang Memiliki Bakat Psikis untuk Mengungkap Masa Depan

2. Memanfaatkan Diskon Secara Cerdas
Banyak orang keliru menganggap bahwa berburu diskon adalah perilaku orang yang kekurangan. Faktanya, para miliarder justru sangat gemar memanfaatkan potongan harga untuk membeli kebutuhan pokok atau aset yang memang mereka perlukan.

Bagi penganut frugal living, diskon adalah peluang untuk mendapatkan nilai yang sama dengan harga yang lebih rendah. Namun, poin pentingnya adalah hanya membeli barang yang memang masuk dalam daftar kebutuhan. Mereka tidak akan membeli barang hanya karena sedang diskon jika barang tersebut tidak memiliki fungsi yang jelas. Prinsip ini memastikan setiap rupiah yang keluar tetap memberikan keuntungan maksimal bagi kantong Anda.

Electronic money exchangers listing

3. Memprioritaskan Kebebasan Finansial di Atas Gengsi
Prinsip utama yang membedakan orang kaya sesungguhnya dengan mereka yang sekadar “ingin terlihat kaya” adalah prioritas pada masa depan. Para penganut frugal living lebih memilih mengalokasikan dana mereka ke instrumen investasi atau tabungan daripada membeli barang bermerek yang nilainya menyusut dengan cepat.

Sebelum memenuhi keinginan untuk liburan mewah atau membeli gawai terbaru, mereka memastikan target tabungan dan portofolio investasi sudah terpenuhi. Mereka memandang kebebasan finansial—kondisi di mana aset bekerja untuk mereka—jauh lebih berharga daripada pengakuan sosial sesaat. Dengan mendahulukan investasi, Anda sedang membangun fondasi yang kokoh agar tidak perlu bekerja keras seumur hidup.

Baca Juga :  Kurang Nyaman Saat Olahraga? Berikut Tips Memilih Pakaian Olahraga yang Sesuai dengan Aktivitas

4. Konsisten Menjalankan Prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle
Gaya hidup hemat ternyata selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Penganut frugal living sangat menjunjung tinggi prinsip penggunaan kembali (reuse), pengurangan konsumsi (reduce), dan daur ulang (recycle). Sebelum memutuskan untuk membeli perabotan baru, mereka akan mengecek apakah barang lama masih bisa berfungsi atau diperbaiki.

Mereka juga kreatif dalam mendaur ulang barang-barang di rumah agar tetap bermanfaat. Selain memangkas biaya pengeluaran rumah tangga secara signifikan, prinsip ini juga memberikan dampak positif bagi ekosistem bumi. Hidup minimalis dengan barang-barang yang fungsional akan menciptakan ketenangan pikiran yang tidak bisa Anda beli dengan uang.

5. Memilih Hunian Sederhana yang Fungsional
Salah satu beban pengeluaran terbesar dalam hidup manusia adalah biaya tempat tinggal. Banyak orang terjebak dalam utang jangka panjang hanya demi memiliki rumah megah yang sebenarnya melebihi kapasitas kebutuhan mereka.

Penganut frugal living cenderung memilih hunian yang sederhana namun tetap nyaman dan strategis secara fungsional. Sebagai contoh, Warren Buffett hingga saat ini masih menempati rumah yang ia beli puluhan tahun lalu dengan harga yang relatif terjangkau. Dengan menekan biaya tempat tinggal, Anda memiliki lebih banyak modal untuk memutar uang di sektor produktif lainnya. (fin/jpg)

MEMILIKI harta melimpah tidak lantas membuat para miliarder dunia seperti Mark Zuckerberg, Warren Buffett, hingga Bill Gates menghambur-hamburkan uang mereka untuk kemewahan yang fana. Sebaliknya, para pesohor jagat bisnis ini justru setia menerapkan pola hidup frugal living.

Gaya hidup frugal living bukan sekadar pelit, melainkan sebuah kesadaran penuh dalam mengelola arus kas demi tujuan jangka panjang.

Frugal living merupakan filosofi hidup di mana seseorang mengalokasikan pengeluaran secara sadar (mindful spending) dan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar memberikan nilai tambah dalam hidup. Dengan menerapkan pola ini, Anda dapat terhindar dari perilaku konsumtif yang sering kali membuat dompet “boncos” di akhir bulan.

Electronic money exchangers listing

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai strategi frugal living yang bisa Anda tiru untuk mencapai kesuksesan finansial.

1. Membatasi Ketersediaan Uang Tunai
Langkah pertama yang sering para penganut frugal living lakukan adalah membatasi jumlah uang tunai di dalam dompet. Saat Anda hendak pergi berbelanja atau sekadar jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, pastikan Anda hanya membawa uang sesuai anggaran yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

Membawa uang secukupnya memaksa Anda untuk menjadi lebih selektif atau picky terhadap barang belanjaan. Strategi ini sangat efektif untuk membendung keinginan belanja impulsif (impulsive buying) yang sering muncul ketika seseorang merasa memiliki dana berlebih. Dengan disiplin membawa uang tunai sesuai kebutuhan, Anda secara otomatis melatih otot disiplin finansial setiap hari.

Baca Juga :  4 Zodiak yang Memiliki Bakat Psikis untuk Mengungkap Masa Depan

2. Memanfaatkan Diskon Secara Cerdas
Banyak orang keliru menganggap bahwa berburu diskon adalah perilaku orang yang kekurangan. Faktanya, para miliarder justru sangat gemar memanfaatkan potongan harga untuk membeli kebutuhan pokok atau aset yang memang mereka perlukan.

Bagi penganut frugal living, diskon adalah peluang untuk mendapatkan nilai yang sama dengan harga yang lebih rendah. Namun, poin pentingnya adalah hanya membeli barang yang memang masuk dalam daftar kebutuhan. Mereka tidak akan membeli barang hanya karena sedang diskon jika barang tersebut tidak memiliki fungsi yang jelas. Prinsip ini memastikan setiap rupiah yang keluar tetap memberikan keuntungan maksimal bagi kantong Anda.

3. Memprioritaskan Kebebasan Finansial di Atas Gengsi
Prinsip utama yang membedakan orang kaya sesungguhnya dengan mereka yang sekadar “ingin terlihat kaya” adalah prioritas pada masa depan. Para penganut frugal living lebih memilih mengalokasikan dana mereka ke instrumen investasi atau tabungan daripada membeli barang bermerek yang nilainya menyusut dengan cepat.

Sebelum memenuhi keinginan untuk liburan mewah atau membeli gawai terbaru, mereka memastikan target tabungan dan portofolio investasi sudah terpenuhi. Mereka memandang kebebasan finansial—kondisi di mana aset bekerja untuk mereka—jauh lebih berharga daripada pengakuan sosial sesaat. Dengan mendahulukan investasi, Anda sedang membangun fondasi yang kokoh agar tidak perlu bekerja keras seumur hidup.

Baca Juga :  Kurang Nyaman Saat Olahraga? Berikut Tips Memilih Pakaian Olahraga yang Sesuai dengan Aktivitas

4. Konsisten Menjalankan Prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle
Gaya hidup hemat ternyata selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Penganut frugal living sangat menjunjung tinggi prinsip penggunaan kembali (reuse), pengurangan konsumsi (reduce), dan daur ulang (recycle). Sebelum memutuskan untuk membeli perabotan baru, mereka akan mengecek apakah barang lama masih bisa berfungsi atau diperbaiki.

Mereka juga kreatif dalam mendaur ulang barang-barang di rumah agar tetap bermanfaat. Selain memangkas biaya pengeluaran rumah tangga secara signifikan, prinsip ini juga memberikan dampak positif bagi ekosistem bumi. Hidup minimalis dengan barang-barang yang fungsional akan menciptakan ketenangan pikiran yang tidak bisa Anda beli dengan uang.

5. Memilih Hunian Sederhana yang Fungsional
Salah satu beban pengeluaran terbesar dalam hidup manusia adalah biaya tempat tinggal. Banyak orang terjebak dalam utang jangka panjang hanya demi memiliki rumah megah yang sebenarnya melebihi kapasitas kebutuhan mereka.

Penganut frugal living cenderung memilih hunian yang sederhana namun tetap nyaman dan strategis secara fungsional. Sebagai contoh, Warren Buffett hingga saat ini masih menempati rumah yang ia beli puluhan tahun lalu dengan harga yang relatif terjangkau. Dengan menekan biaya tempat tinggal, Anda memiliki lebih banyak modal untuk memutar uang di sektor produktif lainnya. (fin/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru