31 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Rekor Dahsyat! 7 Musim, 7 Final, 6 Kali Juara

KYLIAN Mbappe sukses
memimpin Paris Saint-Germain (PSG) untuk mempertahankan trofi Piala Prancis
alias Coupe de France. Dini hari tadi WIB (20/5), PSG mampu membekuk AS Monaco
2-0 dalam partai final di Stade de France, Saint-Dennis.

Mbappe berkontribusi besar atas kemenangan
timnya. Pertama, dia memberikan assist untuk gol pembuka yang dicetak Mauro
Icardi. Setelah itu, Mbappe menjebol gawang Monaco di penghujung laga untuk
melengkapi kemenangan PSG.

Dengan hasil ini, Mauricio Pochettino meraih
trofi kedua dalam kariernya hanya dalam kurun waktu lebih kurang lima bulan.
Sebelumnya, dia membawa PSG memenangi Trophee des Champions alias Piala Super
Prancis pada pertengahan Januari lalu.

PSG semakin mantap sebagai tim tersukses di
kancah Piala Prancis dengan koleksi 14 trofi juara. Enam trofi itu, PSG raih
dalam tujuh musim terakhir. Dalam tujuh tahun terakhir, PSG sukses tujuh kali
menembus final. Tetapi pada edisi 2019, PSG kalah dari Rennes lewat adu penalti
setelah melewati babak normal dan perpanjangan waktu yang berakhir dengan skor
2-2.

Mbappe dkk tampil agresif sejak awal laga.
PSG hampir tak memberikan ruang serangan bagi Monaco. Dominasi itu dilegalisir
dengan keberhasilan Icardi membuka keunggulan PSG pada menit ke-19.

Baca Juga :  Desak Pembenahan, Suporter : Kalteng Putra Perlu Amunisi Baru

Gol itu sepenuhnya kreasi dari Mbappe. Dia
merebut bola dari penguasaan Axel Disasi di luar kotak penalti Monaco. Setelah
itu, Mbappe berhadapan satu lawan satu dengan kiper Radoslaw Majecki.

Alih-alih bersikap egois, Mbappe mengirimkan
umpan tarik kepada Icardi yang berdiri bebas dan tinggal menyontek bola ke
gawang yang sudah kosong.

Monaco berusaha keras untuk mencetak gol
balasan, tetapi serangan mereka selalu patah sebelum bisa memasuki pertahanan
PSG.

Pada menit ke-33, PSG nyaris menggandakan
keunggulan mereka. Sayang tembakan keras Alessandro Florenzi bisa ditepis
secara gemilang oleh Majecki.

Keunggulan PSG bertahan hingga turun minum.
Pelatih Monaco Niko Kovac berusaha mengubah keadaan dengan memasukkan Krepin
Diatta untuk menggantikan Ruben Aguilar.

Pergantian itu sempat mengubah atmosfer
permainan. Monaco nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-51. Tepatnya ketika
umpan tarik Caio Henrique disambut tembakan sentuhan pertama Wissam Ben Yedder.
Usaha itu digagalkan kiper Keylor Navas. Navas melakukan penyelamatan dengan
cara menghalau bola menggunakan dadanya.

Baca Juga :  Ingin Prestasi, PSMTW Batara Ikuti Liga 3

Peluang-peluang Monaco selalu saja tak
membuahkan hasil. Itu termasuk tembakan Gelson Martins yang membentur mistar
gawang dan sepakan voli Diatta masih bisa diamankan Navas.

Pada menit ke-80 Mbappe cermat melihat
Majecki berdiri di luar areanya. Sehingga, dia melepaskan tembakan jarak jauh
yang sayangnya masih menghantam mistar gawang.

Semenit berselang, Mbappe akhirnya
betul-betul menggandakan keunggulan PSG dengan tembakan congkel yang memperdaya
Majecki. Mbappe memanfaatkan umpan terobosan Angel Di Maria. Wasit Francois
Letexier dan VAR sempat meninjau dugaan offside sebelum mengesahkan gol
tersebut.

Monaco terus berjibaku. Tetapi, peluang lain
yang tercipta semenit jelang bubaran waktu normal lewat sepakan Stevan Jovetic,
masih melenceng di sisi kiri gawang. PSG lantas cukup nyaman menjaga keunggulan
hingga peluit tanda laga usai berbunyi.

Kemenangan Piala Prancis jelas jadi suntikan
semangat bagi PSG. Sebab, PSG tengah memburu gelar juara Liga Prancis pada
pekan terakhir. PSG saat ini berada di peringkat kedua, berselisih satu angka
saja dari Lille (79-80). Di laga terakhir, PSG akan melawat ke kandang Brest.

KYLIAN Mbappe sukses
memimpin Paris Saint-Germain (PSG) untuk mempertahankan trofi Piala Prancis
alias Coupe de France. Dini hari tadi WIB (20/5), PSG mampu membekuk AS Monaco
2-0 dalam partai final di Stade de France, Saint-Dennis.

Mbappe berkontribusi besar atas kemenangan
timnya. Pertama, dia memberikan assist untuk gol pembuka yang dicetak Mauro
Icardi. Setelah itu, Mbappe menjebol gawang Monaco di penghujung laga untuk
melengkapi kemenangan PSG.

Dengan hasil ini, Mauricio Pochettino meraih
trofi kedua dalam kariernya hanya dalam kurun waktu lebih kurang lima bulan.
Sebelumnya, dia membawa PSG memenangi Trophee des Champions alias Piala Super
Prancis pada pertengahan Januari lalu.

PSG semakin mantap sebagai tim tersukses di
kancah Piala Prancis dengan koleksi 14 trofi juara. Enam trofi itu, PSG raih
dalam tujuh musim terakhir. Dalam tujuh tahun terakhir, PSG sukses tujuh kali
menembus final. Tetapi pada edisi 2019, PSG kalah dari Rennes lewat adu penalti
setelah melewati babak normal dan perpanjangan waktu yang berakhir dengan skor
2-2.

Mbappe dkk tampil agresif sejak awal laga.
PSG hampir tak memberikan ruang serangan bagi Monaco. Dominasi itu dilegalisir
dengan keberhasilan Icardi membuka keunggulan PSG pada menit ke-19.

Baca Juga :  Desak Pembenahan, Suporter : Kalteng Putra Perlu Amunisi Baru

Gol itu sepenuhnya kreasi dari Mbappe. Dia
merebut bola dari penguasaan Axel Disasi di luar kotak penalti Monaco. Setelah
itu, Mbappe berhadapan satu lawan satu dengan kiper Radoslaw Majecki.

Alih-alih bersikap egois, Mbappe mengirimkan
umpan tarik kepada Icardi yang berdiri bebas dan tinggal menyontek bola ke
gawang yang sudah kosong.

Monaco berusaha keras untuk mencetak gol
balasan, tetapi serangan mereka selalu patah sebelum bisa memasuki pertahanan
PSG.

Pada menit ke-33, PSG nyaris menggandakan
keunggulan mereka. Sayang tembakan keras Alessandro Florenzi bisa ditepis
secara gemilang oleh Majecki.

Keunggulan PSG bertahan hingga turun minum.
Pelatih Monaco Niko Kovac berusaha mengubah keadaan dengan memasukkan Krepin
Diatta untuk menggantikan Ruben Aguilar.

Pergantian itu sempat mengubah atmosfer
permainan. Monaco nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-51. Tepatnya ketika
umpan tarik Caio Henrique disambut tembakan sentuhan pertama Wissam Ben Yedder.
Usaha itu digagalkan kiper Keylor Navas. Navas melakukan penyelamatan dengan
cara menghalau bola menggunakan dadanya.

Baca Juga :  Ingin Prestasi, PSMTW Batara Ikuti Liga 3

Peluang-peluang Monaco selalu saja tak
membuahkan hasil. Itu termasuk tembakan Gelson Martins yang membentur mistar
gawang dan sepakan voli Diatta masih bisa diamankan Navas.

Pada menit ke-80 Mbappe cermat melihat
Majecki berdiri di luar areanya. Sehingga, dia melepaskan tembakan jarak jauh
yang sayangnya masih menghantam mistar gawang.

Semenit berselang, Mbappe akhirnya
betul-betul menggandakan keunggulan PSG dengan tembakan congkel yang memperdaya
Majecki. Mbappe memanfaatkan umpan terobosan Angel Di Maria. Wasit Francois
Letexier dan VAR sempat meninjau dugaan offside sebelum mengesahkan gol
tersebut.

Monaco terus berjibaku. Tetapi, peluang lain
yang tercipta semenit jelang bubaran waktu normal lewat sepakan Stevan Jovetic,
masih melenceng di sisi kiri gawang. PSG lantas cukup nyaman menjaga keunggulan
hingga peluit tanda laga usai berbunyi.

Kemenangan Piala Prancis jelas jadi suntikan
semangat bagi PSG. Sebab, PSG tengah memburu gelar juara Liga Prancis pada
pekan terakhir. PSG saat ini berada di peringkat kedua, berselisih satu angka
saja dari Lille (79-80). Di laga terakhir, PSG akan melawat ke kandang Brest.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru