25.2 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Gibran Targetkan Pengembangan UMKM Kreatif Buka 19 Juta Lapangan Kerja

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka memaparkan visi-misinya saat acara Debat Kedua Cawapres Pemilu 2024 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (22/12).

Gibran menyampaikan sejumlah langkah yang ingin dicapainya, di antaranya untuk menaikkan nilai tambah produk Indonesia.

“Kita harus mampu keluar menaikkan nilai tambah di dalam negeri, di tengah gempuran perang dagang konflik geopolitik rata-rata di 5%, pertumbuhan ekonomi berkualitas dengan penurunan angka kemiskinan dan juga angka inflasi terkendali,” ujar Gibran.

Selain itu, Gibran juga menekankan pada keberlanjutan hilirisasi yang tak hanya sebatas di pertambangan ataupun pertanian, melainkan, juga digital.

“Kita akan lanjutkan hilirisasi bukan hanya tanbang, tapi pertanian, perikanan, digital,” lanjutnya.

Baca Juga :  TKN Prabowo-Gibran Ajak Emak-emak Sambut Pemilu dengan Riang Gembira

Kemudian, ia juga hendak melanjutkan pemerataan pembangunan dengan tidak Jawasentris.

“Kita lanjutkan pemerataan pembangunan tidak lagi Jawa Sentris, kita genjot terus ekonomi kreatif. Kita punya 64 juta UMKM untuk menyumbang 61% PDB kita, Insyallah akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan,” jelas Gibran.

Gibran Rakabuming Raka juga mengungkapkan salah satu manfaat besar dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, wilayah IKN akan memberikan kesempatan sekaligus membuka akses bagi pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Pembangunan IKN yang berkelanjutan ini akan membuka titik pertumbuhan ekonomi baru. Membuka akses dan juga konektivitas sekaligus membuka lapangan kerja,” ucap Gibran.

Gibran melanjutkan, IKN merupakan bagian dari pemerataan pembangunan yang awalnya ‘Jawa Sentris’ atau berpusat di Pulau Jawa. Sejalan dengan itu, kini investasi di luar Pulau Jawa sudah mencapai lebih dari 50%.

Baca Juga :  KPU Kalteng Pastikan Logistik Pemilu 2024 Siap Sesuai Kebutuhan

“Pemerataan pembangunan itu wajib. Sekarang investasi di luar Jawa sudah ada 53%,” katanya.

Manfaat lain dari IKN, kata Gibran, adalah mampu mendorong upaya tranformasi khususnya pembangunan dan ekonomi di tanah air. Hal itu tentunya sejalan dengan tujuan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“IKN ini bukan hanya saja membuka pemerintahan tetapi juga simbol pemerataan penbangunan Indonesia dan simbol transformasi pembangunan di Indonesia,” ujarnya.(jpc)

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka memaparkan visi-misinya saat acara Debat Kedua Cawapres Pemilu 2024 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (22/12).

Gibran menyampaikan sejumlah langkah yang ingin dicapainya, di antaranya untuk menaikkan nilai tambah produk Indonesia.

“Kita harus mampu keluar menaikkan nilai tambah di dalam negeri, di tengah gempuran perang dagang konflik geopolitik rata-rata di 5%, pertumbuhan ekonomi berkualitas dengan penurunan angka kemiskinan dan juga angka inflasi terkendali,” ujar Gibran.

Selain itu, Gibran juga menekankan pada keberlanjutan hilirisasi yang tak hanya sebatas di pertambangan ataupun pertanian, melainkan, juga digital.

“Kita akan lanjutkan hilirisasi bukan hanya tanbang, tapi pertanian, perikanan, digital,” lanjutnya.

Baca Juga :  TKN Prabowo-Gibran Ajak Emak-emak Sambut Pemilu dengan Riang Gembira

Kemudian, ia juga hendak melanjutkan pemerataan pembangunan dengan tidak Jawasentris.

“Kita lanjutkan pemerataan pembangunan tidak lagi Jawa Sentris, kita genjot terus ekonomi kreatif. Kita punya 64 juta UMKM untuk menyumbang 61% PDB kita, Insyallah akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan,” jelas Gibran.

Gibran Rakabuming Raka juga mengungkapkan salah satu manfaat besar dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, wilayah IKN akan memberikan kesempatan sekaligus membuka akses bagi pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Pembangunan IKN yang berkelanjutan ini akan membuka titik pertumbuhan ekonomi baru. Membuka akses dan juga konektivitas sekaligus membuka lapangan kerja,” ucap Gibran.

Gibran melanjutkan, IKN merupakan bagian dari pemerataan pembangunan yang awalnya ‘Jawa Sentris’ atau berpusat di Pulau Jawa. Sejalan dengan itu, kini investasi di luar Pulau Jawa sudah mencapai lebih dari 50%.

Baca Juga :  KPU Kalteng Pastikan Logistik Pemilu 2024 Siap Sesuai Kebutuhan

“Pemerataan pembangunan itu wajib. Sekarang investasi di luar Jawa sudah ada 53%,” katanya.

Manfaat lain dari IKN, kata Gibran, adalah mampu mendorong upaya tranformasi khususnya pembangunan dan ekonomi di tanah air. Hal itu tentunya sejalan dengan tujuan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“IKN ini bukan hanya saja membuka pemerintahan tetapi juga simbol pemerataan penbangunan Indonesia dan simbol transformasi pembangunan di Indonesia,” ujarnya.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru