JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto
mendeklarasikan diri kembali maju sebagai calon ketua umum (caketum) periode
2019-2024 di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/7). Selain mengklaim
menerima amanat dari 400 pemegang suara, Airlangga menjanjikan Partai Golkar
akan menjadi pemenang pada Pemilu 2024 mendatang.
Sebelumnya beredar isu bahwa
Airlangga telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo untuk kembali maju
memimpin Golkar. Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai restu dari Jokowi
bisa membuat caketum memenangkan kontestasi dalam musyawarah nasional (munas)
pada Desember 2019 mendatang.
“Siapapun yang menang di munas
Golkar mendatang sangat ditentukan apakah calon tersebut memiliki restu dari
kekuasaan atau tidak,†tegas Burhanudin dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu
(7/7).
Hingga saat ini, baru dua nama
yang muncul sebagai kandidat caketum Golkar. Yakni Airlangga Hartarto dan
Bambang Soesatyo. Burhan menilai keduanya sama-sama memiliki akses langsung
kepada presiden. Airlangga yang kini menjabat menteri perindustrian, ketika
terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar diberi dispensasi oleh Jokowi.
Sebelumnya Jokowi melarang menterinya rangkap jabatan. Namun Airlangga diberi
pengecualian. Dia merangkap sebagai menteri dan Ketum Golkar.
Sementara Bambang Soesatyo yang
saat ini sebagai Ketua DPR memiliki posisi ketatanegaraan yang sederajat dengan
Presiden. Sehingga memiliki akses langsung ke Jokowi. “Yang menjadi isu adalah
pelaksanaan munas Golkar. Ini menentukan strategi siapa yang akan memenangkan
kontestasi. Kalau dilakukan Desember, Bambang Soesatyo tidak lagi menjadi Ketua
DPR. Begitu juga dengan Airlangga. Karena masa jabatannya selesai di bulan
Oktober. Kalau munas di September, keduanya masih menjabat,†jelasnya.
Burhanudin menjelaskan skenario
Airlangga menggunakan posisinya sebagai Ketum Golkar untuk merekomendasikan
kadernya duduk sebagai menteri di kabinet mendatang. “Namun Jokowi tentu tidak
melihat dari sisi kedekatan saja. Tetapi juga sisi kepemimpinan masing-masing
calon ketua umum. Mereka harus mampu memastikan Jokowi soft landing di periode
kedua. Nah, apakah Jokowi memiliki keyakinan di masa mendatang mampu menjaga
stabilitas politik. Karena Golkar menjadi salah satu parpol yang bisa
diandalkan Jokowi,†paparnya.
Dia menilai Jokowi pasti sudah
memiliki referensi untuk Ketum Golkar ke depan. Jokowi akan menunggu di ujung
waktu pelaksanaan munas. Kondisi ini berbeda dengan munas luar biasa (munaslub)
yang memilih Airlangga sebagai ketum.
Hal senada juga disampaikan Ketua
DPP Partai Golkar Andi Sinulingga. Dia menilai Jokowi sebagai sosok penting di
balik siapa yang akan menjadi Ketum Partai Golkar selanjutnya. Menurutnya restu
presiden sangat dibutuhkan. “Restu Pak Jokowi itu penting. Penting buat Golkar,
penting juga untuk Pak Jokowi,†kata Andi.
Posisi Ketum Golkar penting bagi
Jokowi. Sebab, Golkar dibutuhkan Jokowi dalam pemerintahan. Jokowi pasti
mencari orang yang bisa dipercaya. Terutama dalam menjaga keseimbangan antara
PDIP dan Golkar dan partai lainnya. Menurutnya, restu Jokowi akan menjadi
penyejuk menjelang Munas. Dia meyakini Jokowi adalah tidak suka kegaduhan.
“Kontestasi yang paling penting mendapatkan dukungan. Variabel ini pasti
dilihat oleh Pak Jokowi,†imbuhnya.
Andi meminta kedua belah pihak
yang akan bertarung dalam Munas Golkar bisa menahan diri. Sehingga tidak
menimbulkan kegaduhan internal partai. Dia berharap senior Golkar memberikan
contoh berpolitik yang baik dengan mengutamakan kesantunan. Andi meyakini
Golkar bisa keluar dari gimmick yang cenderung membuat partai tersebut tidak
sehat dan berdampak negatif bagi partai. “Kalau kegaduhan itu tidak dihentikan,
percayalah tidak baik untuk eksistensi Partai Golkar,’ paparnya.
Andi juga menambahkan Partai
Golkar akan melakukan rapat pleno pertengahan Juli. Salah satu agenda di rapat
pleno tersebut adalah menentukan waktu penyelenggaraan Munas. “Rapat Pleno
pertengahan Juli ini. Nanti akan dirapatkan dan diputuskan termasuk menentukan
waktu munas kapan,†ucapnya.
Ingin Bersama Pemerintah
Politisi senior Partai Golkar,
Yorrys Raweyai menyatakan sebanyak 400 DPD Tingkat I dan DPD Tingkat II Partai
Golkar menyatakan dukungannya kepada Bambang Soesatyo untuk maju sebagai
caketum Gplkar pada Munas mendatang. Namun, Yorrys enggan merinci berapa jumlah
DPD I dan DPD II Golkar yang sudah menyatakan dukungan kepada Bambang.
Dia hanya menegaskan, hingga saat
ini lebih dari 26 DPD Tingkat I Golkar sudah memberikan dukungan. “Sudah lebih
dari 26 DPD I Partai Golkar yang sudah mendukungan Bambang Soesatyo,†ujar
Yorrys.
Menurutnya, 400 dukungan itu
sangat menggembirakan. Karena yang memiliki suara di Munas Golkar adalah 34 DPD
Tingkat I, 514 DPD Tingkat II, 10 ormas pendukung dan satu Dewan Pembina Partai
Golkar. Selain itu, lanjut Yorrys, Bambang Soesatyo juga telah membentuk tim
sukses (timses) untuk pemenangan di Munas.
Yorrys menyebut pihaknya masih
menunggu restu dari Jokowi untuk mendukung Bambang. Dia menilai kedekatan
Bambang dan Jokowi tidak perlu diragukan. Menurutnya, kinerja Ketua DPR RI itu
mampu selaras dengan kebijakan pemerintah.
Dia menegaskan restu Jokowi
sangat dibutuhkan dalam suksesi kepemimpinan di Golkar. “Kita bisa lihat sejak
di era Aburizal Bakrie, lalu ke Setya Novanto, kemudian Airlangga. Apakah itu
semua tidak ada restu Presiden? Saya tegaskan, restu itu tidak bisa dipungkiri.
Karena Golkar ingin bersama-sama pemerintah,†ucapnya.(rh/fin/kpc)