PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Rasa empati terhadap sesama kembali digaungkan oleh Aliansi Peduli Kasongan lewat inisiatif pengumpulan donasi untuk warga terdampak musibah kebakaran di kawasan Kasongan.
Agenda sosial ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 29 Januari sampai 1 Februari 2026, sebagai representasi kepedulian mendalam terhadap mereka yang sedang tertimpa kemalangan.
Pelaksanaan penggalangan dana ini tersebar di beberapa lokasi vital di Kota Palangka Raya, dengan menggandeng beragam elemen mahasiswa, Organisasi Kepemudaan (OKP), serta komunitas yang bernaung di bawah bendera Aliansi Peduli Kasongan.
Para relawan terjun langsung ke jalanan, menyapa para pengendara sembari menyodorkan kotak donasi dan poster seruan kemanusiaan. Langkah ini diniatkan untuk mengumpulkan bantuan demi para korban yang harus merelakan tempat tinggal dan harta bendanya dilalap api.
Koordinator aksi Yaya Laverda. Menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud tanggap darurat atas tragedi yang menimpa masyarakat Kasongan.
Ia menilai, insiden ini tak sekadar menyisakan duka bagi korban, melainkan juga menjadi alarm kemanusiaan bagi segenap lapisan masyarakat untuk segera bergerak memberikan pertolongan.
“Musibah kebakaran ini adalah kesedihan kita semua. Lewat aksi turun ke jalan ini, kami menyerukan semangat gotong royong dan kepedulian konkret kepada para korban. Donasi yang kami terima tidak terbatas pada uang tunai, namun juga bisa berwujud pakaian layak pakai, bahan pokok, maupun kebutuhan urgensi lainnya yang sangat diperlukan pasca-bencana,” ujar yaya dalam konfirmasi kepada awak media, Sabtu (31/1/26)
Ia memastikan. Bahwa seluruh donasi dan bantuan yang berhasil dihimpun akan diserahkan langsung kepada pihak korban tanpa perantara. Penyaluran bantuan akan diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan vital, semisal sembako, sandang, dan perlengkapan harian yang paling mendesak saat ini.
“Inisiatif sosial ini rupanya disambut hangat oleh publik Kota Palangka Raya. Tak hanya materi, banyak pula warga yang memberikan dukungan moral dan semangat kepada para relawan sebagai tanda simpati mendalam kepada para korban kebakaran, ” tambah yaya.
Menanggapi respons tersebut, Yaya berpendapat bahwa tingginya partisipasi publik adalah indikasi nyata bahwa kultur gotong royong dan solidaritas sosial masih mengakar kuat di tengah masyarakat. Terutama ketika dihadapkan pada panggilan kemanusiaan yang mendesak.
“Melalui gerakan ini, Aliansi Peduli Kasongan berharap mampu sedikit meringankan beban penderitaan para korban, sekaligus membangkitkan kesadaran kolektif tentang urgensi saling tolong-menolong, ” pungkasnya.(her)


