NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Jajaran Satresnarkoba Polres Lamandau terus menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Tak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, total barang bukti sabu yang berhasil disita telah mencapai angka ratusan kilogram.
Berdasarkan data yang dihimpun, konsistensi pengungkapan kasus ini melonjak tajam dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2024, Polres Lamandau berhasil mengamankan hampir 93 kilogram sabu dengan total 25 tersangka.
Tren keberhasilan berlanjut di tahun 2025, di mana aparat menciduk 39 tersangka dengan barang bukti sebanyak 55,84 kilogram sabu serta 197 butir ekstasi.
Memasuki awal tahun 2026, intensitas peredaran narkoba tampaknya tidak menyurutkan langkah polisi. Terhitung sejak 1 Januari hingga 20 Februari 2026 saja, empat kasus besar kembali terbongkar.
Sebanyak delapan tersangka laki-laki diamankan dengan barang bukti yang sangat fantastis, yakni 35.734,66 gram (35,7 kg) sabu dan 15.028 butir pil inex.
Jika dikalkulasikan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah sabu yang digagalkan peredarannya telah mencapai ratusan kilogram. Dengan asumsi satu gram sabu dapat merusak beberapa orang, maka aksi heroik jajaran Polres Lamandau ini diyakini telah menyelamatkan puluhan ribu jiwa dari jeratan narkotika.
Namun, di balik rentetan prestasi yang mengharumkan nama institusi tersebut, terselip cerita menarik dari sisi kesejahteraan personel. Prestasi besar ini rupanya belum berbanding lurus dengan apresiasi materiil yang sempat santer diberitakan.
Salah satu anggota Satresnarkoba yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan. Bahwa selama ini apresiasi yang diterima personel mayoritas berupa penghargaan simbolis.
“Banyak kertas penghargaannya, mulai dari tingkat Polres, Polda, bahkan sampai Presiden. Tetapi bonus yang sering diberitakan di media itu belum ada, dari tahun kemarin sampai pengungkapan 35 kg ini belum muncul,” ujarnya sembari berseloroh kepada wartawan, Senin (23/2).
Meski sambil tertawa, pernyataan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa di balik risiko nyawa yang dipertaruhkan di lapangan untuk mengejar bandar kelas kakap, para personel tetap berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun institusi terkait kesejahteraan nyata bagi mereka yang berprestasi.
Hingga berita ini diturunkan, Satresnarkoba Polres Lamandau menyatakan tetap berkomitmen penuh untuk menjaga wilayahnya dari masuknya barang haram tersebut, terlepas dari segala dinamika internal yang ada. (bib)


