
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musibah kebakaran di kawasan Mendawai, Palangka Raya, meninggalkan duka mendalam bagi puluhan warga. Sebanyak 93 jiwa dari 24 Kepala Keluarga (KK) kini harus mengungsi setelah tempat tinggal mereka hangus dilalap si jago merah.
Bencana ini berdampak pada warga yang tersebar di wilayah RT 01, dan RT 05. Ketua RT 01, Muryadi, membenarkan bahwa warganya kini sangat membutuhkan uluran tangan pasca insiden nahas tersebut.
“Total ada 24 KK dengan 93 jiwa yang terdampak. Saat ini para korban diungsikan ke dua tempat, sebagian ditampung di rumah keluarga masing-masing, dan sekitar 3 hingga 4 KK berada di posko penampungan yang telah didirikan,” jelas muryadi kepada awak media, Minggu (22/2/26).
Insiden ini juga menelan satu korban luka. Seorang warga terpaksa dilarikan ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya akibat mengalami luka bakar saat kejadian berlangsung.
“Ada satu orang korban dari warga saya. Kemungkinan saat kejadian korban bermaksud menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Tadi malam sudah langsung kami tangani dan evakuasi ke RS Doris (Sylvanus),” tutur Muryadi.
Di tengah kondisi memprihatinkan ini, secercah harapan mulai datang dari berbagai pihak. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi mulai mengalir ke posko darurat. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial beserta sejumlah donatur independen telah menyalurkan bantuan awal untuk meringankan beban korban.
Muryadi berharap penanganan pasca bencana ini dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. “Harapannya para korban bisa cepat ditangani dan kondisi seperti ini bisa segera dipulihkan,” harapnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musibah kebakaran di kawasan Mendawai, Palangka Raya, meninggalkan duka mendalam bagi puluhan warga. Sebanyak 93 jiwa dari 24 Kepala Keluarga (KK) kini harus mengungsi setelah tempat tinggal mereka hangus dilalap si jago merah.
Bencana ini berdampak pada warga yang tersebar di wilayah RT 01, dan RT 05. Ketua RT 01, Muryadi, membenarkan bahwa warganya kini sangat membutuhkan uluran tangan pasca insiden nahas tersebut.
“Total ada 24 KK dengan 93 jiwa yang terdampak. Saat ini para korban diungsikan ke dua tempat, sebagian ditampung di rumah keluarga masing-masing, dan sekitar 3 hingga 4 KK berada di posko penampungan yang telah didirikan,” jelas muryadi kepada awak media, Minggu (22/2/26).
Insiden ini juga menelan satu korban luka. Seorang warga terpaksa dilarikan ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya akibat mengalami luka bakar saat kejadian berlangsung.
“Ada satu orang korban dari warga saya. Kemungkinan saat kejadian korban bermaksud menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Tadi malam sudah langsung kami tangani dan evakuasi ke RS Doris (Sylvanus),” tutur Muryadi.
Di tengah kondisi memprihatinkan ini, secercah harapan mulai datang dari berbagai pihak. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi mulai mengalir ke posko darurat. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial beserta sejumlah donatur independen telah menyalurkan bantuan awal untuk meringankan beban korban.
Muryadi berharap penanganan pasca bencana ini dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. “Harapannya para korban bisa cepat ditangani dan kondisi seperti ini bisa segera dipulihkan,” harapnya. (her)