32.4 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Harga Telur Ayam Terus Mengalami Kenaikan, Pedagang Ungkap Penyebab dan Harapannya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang perayaan Natal. Sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah telur ayam. Kondisi ini dirasakan oleh para pedagang di Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, yang harus menyesuaikan harga jual dengan kondisi pasar.

Salah seorang pedagang telur, Aris. Menjelaskan bahwa harga telur ayam terus mengalami kenaikan sejak beberapa waktu lalu.

“Sudah beberapa kali naik, dari harga Rp26.000 per kilogram sekarang menjadi Rp30.000 per kilogram untuk harga partai. Untuk harga eceran, telur ayam kini dijual dengan kisaran harga Rp2.000 hingga Rp2.300 per butir,” ujar Aris saat diwawancarai Prokalteng.co, Sabtu (21/12/2024).

Sementara itu. Harga telur jenis lain. Seperti telur bebek dan burung puyuh, dilaporkan masih stabil hingga saat ini. Namun, telur ayam kampung juga mengalami kenaikan harga.

Baca Juga :  Toko Ini Menjadi Agen Pertama Saat Program BRILink Masuk di Palangkaraya.

“Awalnya Rp2.500 per butir sempat jadi Rp2.700, hingga sekarang harga jual satu butirnya sekarang Rp3.000,” tambah Aris.

Kenaikan harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Menurut Aris, pedagang harus pintar-pintar menyesuaikan harga agar tidak terlalu memberatkan pembeli sekaligus tetap menguntungkan.

“Awalnya pusing sekali harus memikirkan standar harga yang pas untuk pembeli dan pedagang. Kalau terlalu murah kasihan pedagang tapi kalau terlalu mahal pembeli bisa keberatan,” ujarnya.

Aris juga menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor dari distributor. “Dari distributor alasannya karena barang kosong, makanya harga naik. Cuma harga telur ayam saja yang naik,” katanya.

“Harapan saya pemerintah bisa membantu menstabilkan harga barang. Karena agak sulit bagi kami pedagang untuk mengatur harga dalam kondisi seperti ini,” tambah Aris. (ndo)

Baca Juga :  Permodalan Dibantu BRI, Belajar Medsos Menyesuaikan Keinginan Pasar

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang perayaan Natal. Sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah telur ayam. Kondisi ini dirasakan oleh para pedagang di Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, yang harus menyesuaikan harga jual dengan kondisi pasar.

Salah seorang pedagang telur, Aris. Menjelaskan bahwa harga telur ayam terus mengalami kenaikan sejak beberapa waktu lalu.

“Sudah beberapa kali naik, dari harga Rp26.000 per kilogram sekarang menjadi Rp30.000 per kilogram untuk harga partai. Untuk harga eceran, telur ayam kini dijual dengan kisaran harga Rp2.000 hingga Rp2.300 per butir,” ujar Aris saat diwawancarai Prokalteng.co, Sabtu (21/12/2024).

Sementara itu. Harga telur jenis lain. Seperti telur bebek dan burung puyuh, dilaporkan masih stabil hingga saat ini. Namun, telur ayam kampung juga mengalami kenaikan harga.

Baca Juga :  Toko Ini Menjadi Agen Pertama Saat Program BRILink Masuk di Palangkaraya.

“Awalnya Rp2.500 per butir sempat jadi Rp2.700, hingga sekarang harga jual satu butirnya sekarang Rp3.000,” tambah Aris.

Kenaikan harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Menurut Aris, pedagang harus pintar-pintar menyesuaikan harga agar tidak terlalu memberatkan pembeli sekaligus tetap menguntungkan.

“Awalnya pusing sekali harus memikirkan standar harga yang pas untuk pembeli dan pedagang. Kalau terlalu murah kasihan pedagang tapi kalau terlalu mahal pembeli bisa keberatan,” ujarnya.

Aris juga menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor dari distributor. “Dari distributor alasannya karena barang kosong, makanya harga naik. Cuma harga telur ayam saja yang naik,” katanya.

“Harapan saya pemerintah bisa membantu menstabilkan harga barang. Karena agak sulit bagi kami pedagang untuk mengatur harga dalam kondisi seperti ini,” tambah Aris. (ndo)

Baca Juga :  Permodalan Dibantu BRI, Belajar Medsos Menyesuaikan Keinginan Pasar

Terpopuler

Artikel Terbaru