28.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Dugaan Malapraktik Bayi, Pihak RSDS Tegaskan yang Sudah Dilakukan Sesuai Prosedur

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus menggelar konferensi pers terkait pemberitaan dugaan malapraktik bayi dari pasangan Afner dan Meiske di Lobi Adminidtrasi RSUD Doris Sylvanus, Rabu (20/3/3024) siang.

“Perlu kami sampaikan dan tegaskan kepada media. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh tenaga medis dan kesehatan kami, sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dokter kami sudah komunikasi dan edukasi kepada orang tua pasien dan itu (operasi) disetujui oleh keluarga pasien,” ucap Plt. Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, Ady Fraditha saat membuka konferensi pers.

Secara teknis, Divisi Pelayanan Kesehatan (Yankes) RSUD dr Doris Sylvanus dr. Anto Fernando Abel, memaparkan pasien lahir pada 9 Januari 2024 di luar RSUD Doris Sylvanus. Pada tanggal 12 Januari 2024 kata dr Anto,  pasien dirujuk ke RSUD Doris Sylvanis atas indikasi kembung dan muntah.

Baca Juga :  PLN Rayon Buntok Tingkatkan Pelayanan Melalui Aplikasi Mobile

Pihaknya lalu melakukan pemeriksaan dan penanganan. Ditemukan keadaan bertambah kembung mengarah kepada kegawatan.

“Diputuskan bedah untuk tujuan life saving. Setelah penjelasan kepada keluarga mereka setuju operasi pada tanggal 16 Januari 2024 atas indikasi sumbatan usus. Saat operasi ditemukan tidak terbentuknya usus halus. Dokter memutuskan untuk melanjutkan operasi dan menjaga kondisi pasien,” ungkapnya.

“Pasien dirawat pasca operasi di ruangan yang sesuai dengan kondisi, diobservasi, pemeriksaan dan terapi yang diperlukan sesuai kondisi pasca operasi. Pada tanggal 25 Januari 2024 pasien gagal nafas dan diputuskan untuk ditempatkan di ruangan khusus lalu dipasang ventilator,” jelasnya.

Setelah itu lanjutnya. Penanganan dilakukan namun kondisi pasian tetap menurun dan meninggal pada hari yamg sama. Anto memaparkan, dugaan awal pihaknya adalah usus besar membesar, setelah dibedah ditemukan usus halus yang dekat usus besar tidak terbentuk, sehingga pembuntuan dan perut kembung.

Baca Juga :  Gedung Gereja Panenga dan Gereja Pandohop Diresmikan

“Hal tersebut menyebabkan desakkan ke rongga dada dan bisa terjadi kebocoran jantung,” jelasnya. (jef)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus menggelar konferensi pers terkait pemberitaan dugaan malapraktik bayi dari pasangan Afner dan Meiske di Lobi Adminidtrasi RSUD Doris Sylvanus, Rabu (20/3/3024) siang.

“Perlu kami sampaikan dan tegaskan kepada media. Bahwa apa yang telah dilakukan oleh tenaga medis dan kesehatan kami, sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dokter kami sudah komunikasi dan edukasi kepada orang tua pasien dan itu (operasi) disetujui oleh keluarga pasien,” ucap Plt. Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, Ady Fraditha saat membuka konferensi pers.

Secara teknis, Divisi Pelayanan Kesehatan (Yankes) RSUD dr Doris Sylvanus dr. Anto Fernando Abel, memaparkan pasien lahir pada 9 Januari 2024 di luar RSUD Doris Sylvanus. Pada tanggal 12 Januari 2024 kata dr Anto,  pasien dirujuk ke RSUD Doris Sylvanis atas indikasi kembung dan muntah.

Baca Juga :  PLN Rayon Buntok Tingkatkan Pelayanan Melalui Aplikasi Mobile

Pihaknya lalu melakukan pemeriksaan dan penanganan. Ditemukan keadaan bertambah kembung mengarah kepada kegawatan.

“Diputuskan bedah untuk tujuan life saving. Setelah penjelasan kepada keluarga mereka setuju operasi pada tanggal 16 Januari 2024 atas indikasi sumbatan usus. Saat operasi ditemukan tidak terbentuknya usus halus. Dokter memutuskan untuk melanjutkan operasi dan menjaga kondisi pasien,” ungkapnya.

“Pasien dirawat pasca operasi di ruangan yang sesuai dengan kondisi, diobservasi, pemeriksaan dan terapi yang diperlukan sesuai kondisi pasca operasi. Pada tanggal 25 Januari 2024 pasien gagal nafas dan diputuskan untuk ditempatkan di ruangan khusus lalu dipasang ventilator,” jelasnya.

Setelah itu lanjutnya. Penanganan dilakukan namun kondisi pasian tetap menurun dan meninggal pada hari yamg sama. Anto memaparkan, dugaan awal pihaknya adalah usus besar membesar, setelah dibedah ditemukan usus halus yang dekat usus besar tidak terbentuk, sehingga pembuntuan dan perut kembung.

Baca Juga :  Gedung Gereja Panenga dan Gereja Pandohop Diresmikan

“Hal tersebut menyebabkan desakkan ke rongga dada dan bisa terjadi kebocoran jantung,” jelasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru