26.8 C
Jakarta
Tuesday, January 27, 2026

15 Siswa Dibekali Survival, Teknik Tali Jiwa yang Krusial dan Latihan Rappelling di Tebing Bukit

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dinginnya malam di Desa Bina Bhakti tak menyurutkan semangat 15 pemuda pilihan dari SMANSA dan SMKN se-Bulik.

Di bawah naungan langit Bukit Galugur, mereka tidak sedang sekadar berkemah, melainkan sedang ditempa menjadi “macan” muda melalui Persami Saka Wira Kartika Kodim 1017/Lamandau.

Bukan sekadar api unggun biasa, malam hari Sertu Sri Wiyono dan tim membekali para siswa dengan ilmu bertahan hidup (survival) dan teknik tali jiwa yang krusial.

Puncaknya, saat fajar menyingsing, adrenalin peserta dipacu melalui latihan rappelling di tebing bukit.

“Ini bukan soal fisik semata, tapi soal mental baja,” ujar instruktur di lapangan, Selasa (20/1) kepada Wartawan.

Baca Juga :  Masyarakat Jangan Takut Melapor Apabila Ada Oknum Sengaja Membakar Lahan

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi TNI dan generasi Z bisa tampil dalam bentuk yang seru namun tetap sarat nilai bela negara.

Sertu Subekan dan Praka Danang memastikan setiap peserta pulang bukan hanya membawa baju kotor, tapi membawa mental pemenang dan rasa cinta tanah air yang lebih dalam.

Electronic money exchangers listing

“Kegiatan ini diharapkan menjadi “kawah candradimuka” bagi pemuda Lamandau, agar siap menghadapi tantangan zaman dengan karakter kebangsaan yang kuat dan jiwa NKRI yang murni,” tuturnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dinginnya malam di Desa Bina Bhakti tak menyurutkan semangat 15 pemuda pilihan dari SMANSA dan SMKN se-Bulik.

Di bawah naungan langit Bukit Galugur, mereka tidak sedang sekadar berkemah, melainkan sedang ditempa menjadi “macan” muda melalui Persami Saka Wira Kartika Kodim 1017/Lamandau.

Bukan sekadar api unggun biasa, malam hari Sertu Sri Wiyono dan tim membekali para siswa dengan ilmu bertahan hidup (survival) dan teknik tali jiwa yang krusial.

Electronic money exchangers listing

Puncaknya, saat fajar menyingsing, adrenalin peserta dipacu melalui latihan rappelling di tebing bukit.

“Ini bukan soal fisik semata, tapi soal mental baja,” ujar instruktur di lapangan, Selasa (20/1) kepada Wartawan.

Baca Juga :  Masyarakat Jangan Takut Melapor Apabila Ada Oknum Sengaja Membakar Lahan

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi TNI dan generasi Z bisa tampil dalam bentuk yang seru namun tetap sarat nilai bela negara.

Sertu Subekan dan Praka Danang memastikan setiap peserta pulang bukan hanya membawa baju kotor, tapi membawa mental pemenang dan rasa cinta tanah air yang lebih dalam.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi “kawah candradimuka” bagi pemuda Lamandau, agar siap menghadapi tantangan zaman dengan karakter kebangsaan yang kuat dan jiwa NKRI yang murni,” tuturnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru