24.1 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

Gema Ramadan 1447 Hijriah

Pasar Wadai Masjid Besar Baiturrahman Nanga Bulik Diserbu Warga

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Suasana khidmat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terasa begitu kental di Kabupaten Lamandau. Kamis sore (19/2/2026), kawasan Masjid Besar Baiturrahman Nanga Bulik mendadak berubah menjadi pusat perhatian.

Ratusan warga tumpah ruah memadati area Pasar Ramadan yang baru saja dibuka secara resmi untuk memenuhi kebutuhan takjil berbuka puasa di hari pertama.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pukul 16.00 WIB. Meskipun matahari masih memancarkan sisa teriknya, para pembeli tampak tak surut semangat untuk berburu makanan favorit.

Arus lalu lintas di sekitar masjid pun terpantau padat merayap oleh kendaraan roda dua maupun roda empat yang ingin merapat ke deretan lapak pedagang yang tertata rapi.

Pasar Wadai tahun ini menyuguhkan berbagai varian kuliner khas Lamandau dan lainnya yang menggugah selera. Mulai dari bingka kentang, amparan tatak, hingga sari india yang legit, semuanya tersedia dalam kondisi segar.

Baca Juga :  Malam Nisfu Syakban, Pemprov Kalteng Ajak Warga Perbanyak Ibadah Jelang Ramadan

Aroma harum dari panggangan ikan dan ayam bakar serta segarnya aneka es buah turut menambah semarak atmosfer berburu takjil di sore pertama bulan puasa ini.

Bagi warga Nanga Bulik, momen ini bukan sekadar urusan belanja perut semata. Pasar Ramadan di Masjid Baiturrahman telah menjadi ruang silaturahmi tahunan.

Electronic money exchangers listing

Banyak warga yang terlihat saling menyapa dan berbincang hangat sambil menunggu antrean plastik dagangan mereka diisi. Nuansa kebersamaan ini menjadi warna tersendiri yang selalu dirindukan setiap tahunnya.

Para pedagang pun mengaku sangat bersyukur dengan ramainya pembeli di hari pembukaan ini. Sebagian besar lapak bahkan sudah mulai kehabisan stok sebelum waktu Maghrib tiba.

Hal ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM lokal yang berharap momentum Ramadan 1447 H dapat meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan setelah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.

Keamanan dan ketertiban di lokasi juga terjaga dengan baik berkat kesigapan petugas gabungan dan panitia masjid. Pengaturan jarak antar lapak dan alur pejalan kaki dibuat sedemikian rupa agar masyarakat tetap nyaman saat memilih jajanan. Kebersihan area masjid pun menjadi prioritas utama agar ibadah shalat Maghrib dan Isya nantinya tetap berjalan kondusif.

Baca Juga :  Bersama Rakyat, TNI Semangat dan Kompak Bersihkan Lingkungan

Salah satu pembeli, Rahma, mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali merasakan suasana ramai Pasar Wadai. Menurutnya, berburu takjil di hari pertama memiliki sensasi spiritual dan kegembiraan tersendiri yang sulit digantikan.

“Saya berharap ketersediaan jajanan tradisional tetap terjaga hingga akhir bulan Ramadhan nanti dengan harga yang tetap terjangkau,” ungkapnya.

Seiring terbenamnya matahari di ufuk barat Nanga Bulik, keramaian di pelataran Masjid Besar Baiturrahman perlahan mulai mencair seiring warga yang kembali ke rumah masing-masing.

Hari pertama Ramadhan 1447 H ini sukses ditutup dengan senyum puas para pembeli dan keberkahan bagi para pedagang, menandai awal perjalanan ibadah yang penuh berkah di Bumi Bahaum Bakuba. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Suasana khidmat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terasa begitu kental di Kabupaten Lamandau. Kamis sore (19/2/2026), kawasan Masjid Besar Baiturrahman Nanga Bulik mendadak berubah menjadi pusat perhatian.

Ratusan warga tumpah ruah memadati area Pasar Ramadan yang baru saja dibuka secara resmi untuk memenuhi kebutuhan takjil berbuka puasa di hari pertama.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pukul 16.00 WIB. Meskipun matahari masih memancarkan sisa teriknya, para pembeli tampak tak surut semangat untuk berburu makanan favorit.

Electronic money exchangers listing

Arus lalu lintas di sekitar masjid pun terpantau padat merayap oleh kendaraan roda dua maupun roda empat yang ingin merapat ke deretan lapak pedagang yang tertata rapi.

Pasar Wadai tahun ini menyuguhkan berbagai varian kuliner khas Lamandau dan lainnya yang menggugah selera. Mulai dari bingka kentang, amparan tatak, hingga sari india yang legit, semuanya tersedia dalam kondisi segar.

Baca Juga :  Malam Nisfu Syakban, Pemprov Kalteng Ajak Warga Perbanyak Ibadah Jelang Ramadan

Aroma harum dari panggangan ikan dan ayam bakar serta segarnya aneka es buah turut menambah semarak atmosfer berburu takjil di sore pertama bulan puasa ini.

Bagi warga Nanga Bulik, momen ini bukan sekadar urusan belanja perut semata. Pasar Ramadan di Masjid Baiturrahman telah menjadi ruang silaturahmi tahunan.

Banyak warga yang terlihat saling menyapa dan berbincang hangat sambil menunggu antrean plastik dagangan mereka diisi. Nuansa kebersamaan ini menjadi warna tersendiri yang selalu dirindukan setiap tahunnya.

Para pedagang pun mengaku sangat bersyukur dengan ramainya pembeli di hari pembukaan ini. Sebagian besar lapak bahkan sudah mulai kehabisan stok sebelum waktu Maghrib tiba.

Hal ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM lokal yang berharap momentum Ramadan 1447 H dapat meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan setelah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.

Keamanan dan ketertiban di lokasi juga terjaga dengan baik berkat kesigapan petugas gabungan dan panitia masjid. Pengaturan jarak antar lapak dan alur pejalan kaki dibuat sedemikian rupa agar masyarakat tetap nyaman saat memilih jajanan. Kebersihan area masjid pun menjadi prioritas utama agar ibadah shalat Maghrib dan Isya nantinya tetap berjalan kondusif.

Baca Juga :  Bersama Rakyat, TNI Semangat dan Kompak Bersihkan Lingkungan

Salah satu pembeli, Rahma, mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali merasakan suasana ramai Pasar Wadai. Menurutnya, berburu takjil di hari pertama memiliki sensasi spiritual dan kegembiraan tersendiri yang sulit digantikan.

“Saya berharap ketersediaan jajanan tradisional tetap terjaga hingga akhir bulan Ramadhan nanti dengan harga yang tetap terjangkau,” ungkapnya.

Seiring terbenamnya matahari di ufuk barat Nanga Bulik, keramaian di pelataran Masjid Besar Baiturrahman perlahan mulai mencair seiring warga yang kembali ke rumah masing-masing.

Hari pertama Ramadhan 1447 H ini sukses ditutup dengan senyum puas para pembeli dan keberkahan bagi para pedagang, menandai awal perjalanan ibadah yang penuh berkah di Bumi Bahaum Bakuba. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/