25.6 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Kasus Stunting di Kotim Mengalami Kenaikan di 4 Kecamatan

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemerintah Pusat telah menetapkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka mencapai 48,84 persen, Dan merupakan Kabupaten tertinggi di Kalimantan Tengah.

Tahun 2021 kasus stunting di Kabupaten Kotim ada mengalami kenaikan, dari 17 Kecamatan yang ada hanya empat Kecamatan yang mengalami kenaikan kasus stunting yaitu Mentawa Baru Ketapang, Kota Besi, Cempaga dan Parenggean, sementara Kecamatan lainnya mengalami penurunan.

“Kasus stunting di Kabupaten Kotim mengalami kenaikan di empat Kecamatan, Untuk mengatasi hal tersebut, perlu keterlibatan banyak pihak dan inovasi yang terbaik. Terutama Satuan Organisasi Perangkat Daerah melalui bidang masing-masing harus ekstra bekerja di lapangan, Agar angka stunting dapat berkurang,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor, Jumat (14/1).

Baca Juga :  RSJS Buntok Bidik PAD Miliaran dari PBS

Menurutnya edukasi terhadap orangtua juga harus ditingkatkan terus menerus, karena tidak sedikit akibat kurangnya pengetahuan para orang tua berdampak terhadap pertumbuhan anak-anak mereka, selain itu perusahaan perkebunan juga diharapkan membantu baik dalam pembinaan atau hal lainnya. Sehingga, upaya bersama tersebut bisa memberikan efek positif terhadap angka stunting di daerah ini.

“Untuk menangani stunting ini, kami telah menentukan lokus prioritas penanganan. Dimana dari 10 menjadi 29 Desa di wilayah yang tercatat angka stunting yang tinggi. Namun kasus stunting ini kalau secara umum di Kotim mengalami penurunan sebesar 4,25 persen dibandingkan tahun 2020,” jelasnya.

Berdasarkan Entri E-PPGBM tahun 2020 di Kabupaten Kotim untuk sasaran belita sebanyak 12.727 orang, dari jumlah tersebut anak dengan pertumbuhan sangat pendek tercatat 1.269 dan 2.230 pendek. Sehingga kasus stunting sebesar 27,49 persen, Sementara di tahun 2021 jumlah sasaran sebanyak 15.612 balita, tercatat 1.123 anak dengan pertumbuhan sangat pendek dan 2.405 pendek. Kasus stunting pada tahun itu sebesar 23,24 persen.

Baca Juga :  Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 7 Hari

“Kalau kita melihat dari kasus yang terjadi tersebut, secara keseluruhan Kabupaten Kotim mengalami penurunan kasus sebanyak 4,25 persen dari tahun 2020 lalu, kita berharap tahun 2022 ini kasus stunting di daerah dapat menurun,” tutupnya.(bah)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemerintah Pusat telah menetapkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka mencapai 48,84 persen, Dan merupakan Kabupaten tertinggi di Kalimantan Tengah.

Tahun 2021 kasus stunting di Kabupaten Kotim ada mengalami kenaikan, dari 17 Kecamatan yang ada hanya empat Kecamatan yang mengalami kenaikan kasus stunting yaitu Mentawa Baru Ketapang, Kota Besi, Cempaga dan Parenggean, sementara Kecamatan lainnya mengalami penurunan.

“Kasus stunting di Kabupaten Kotim mengalami kenaikan di empat Kecamatan, Untuk mengatasi hal tersebut, perlu keterlibatan banyak pihak dan inovasi yang terbaik. Terutama Satuan Organisasi Perangkat Daerah melalui bidang masing-masing harus ekstra bekerja di lapangan, Agar angka stunting dapat berkurang,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor, Jumat (14/1).

Baca Juga :  RSJS Buntok Bidik PAD Miliaran dari PBS

Menurutnya edukasi terhadap orangtua juga harus ditingkatkan terus menerus, karena tidak sedikit akibat kurangnya pengetahuan para orang tua berdampak terhadap pertumbuhan anak-anak mereka, selain itu perusahaan perkebunan juga diharapkan membantu baik dalam pembinaan atau hal lainnya. Sehingga, upaya bersama tersebut bisa memberikan efek positif terhadap angka stunting di daerah ini.

“Untuk menangani stunting ini, kami telah menentukan lokus prioritas penanganan. Dimana dari 10 menjadi 29 Desa di wilayah yang tercatat angka stunting yang tinggi. Namun kasus stunting ini kalau secara umum di Kotim mengalami penurunan sebesar 4,25 persen dibandingkan tahun 2020,” jelasnya.

Berdasarkan Entri E-PPGBM tahun 2020 di Kabupaten Kotim untuk sasaran belita sebanyak 12.727 orang, dari jumlah tersebut anak dengan pertumbuhan sangat pendek tercatat 1.269 dan 2.230 pendek. Sehingga kasus stunting sebesar 27,49 persen, Sementara di tahun 2021 jumlah sasaran sebanyak 15.612 balita, tercatat 1.123 anak dengan pertumbuhan sangat pendek dan 2.405 pendek. Kasus stunting pada tahun itu sebesar 23,24 persen.

Baca Juga :  Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 7 Hari

“Kalau kita melihat dari kasus yang terjadi tersebut, secara keseluruhan Kabupaten Kotim mengalami penurunan kasus sebanyak 4,25 persen dari tahun 2020 lalu, kita berharap tahun 2022 ini kasus stunting di daerah dapat menurun,” tutupnya.(bah)

Terpopuler

Artikel Terbaru