32.5 C
Jakarta
Thursday, February 12, 2026

Muhammadiyah Kalteng Ikuti Ketetapan PP, Puasa Ramadan Dimulai 18 Februari 2026

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Yamin Mukhtar, mengatakan penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki serta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah menjadi pedoman resmi Muhammadiyah.

“Ramadan tahun ini jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Itu berdasarkan hisab hakiki dengan perhitungan yang cukup detail dan menjadi ketetapan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Dia menjelaskan, KHGT menjadi dasar penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, dengan sistem perhitungan global yang telah dikaji secara komprehensif.

Baca Juga :  Tingkatkan Semangat Nasionalisme, Pemkab Gelar Apel Penyerahan 1000 Bendera

“Kalender KHGT ini bahkan bisa menetapkan penanggalan hingga ratusan tahun ke depan. Artinya, tanggal hijriah sudah dapat diketahui melalui ilmu hisab tanpa harus menunggu rukyatul hilal,” katanya.

Menurutnya, dasar penetapan 1 Ramadan 1447 H juga merujuk pada terjadinya ijtimak atau konjungsi antara bulan dan matahari yang terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB.

“Ijtimaknya terjadi pada Selasa siang. Dengan dasar itu, maka malam harinya sudah masuk 1 Ramadan, sehingga Rabu kita mulai berpuasa,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Dia menambahkan, dalam perhitungan global KHGT sempat muncul kemungkinan perbedaan tanggal di sejumlah wilayah dunia. Namun, setelah dilakukan koreksi dan pertimbangan standar ketinggian hilal, Muhammadiyah tetap menetapkan 18 Februari 2026 sebagai awal Ramadan di Indonesia.

Baca Juga :  Dinilai Sangat Lambat, Walhi Kritisi Penanganan Perkara Karhutla di Kalteng

“Indonesia ditetapkan tanggal 18 Februari. Edarannya sudah ditandatangani dari pusat. Jadi malam Rabu sudah Tarawih dan Rabu mulai puasa,” tegasnya.

Dia berharap penetapan tersebut dapat menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dan berjalan selaras dengan keputusan pemerintah.

“Mudah-mudahan tidak ada perbedaan dan bisa diikuti bersama. Bulan Syaban ditetapkan 29 hari, sehingga langsung masuk Ramadan. Insya Allah penetapan ini sudah melalui perhitungan global yang matang,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Yamin Mukhtar, mengatakan penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki serta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang telah menjadi pedoman resmi Muhammadiyah.

“Ramadan tahun ini jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Itu berdasarkan hisab hakiki dengan perhitungan yang cukup detail dan menjadi ketetapan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, KHGT menjadi dasar penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, dengan sistem perhitungan global yang telah dikaji secara komprehensif.

Baca Juga :  Tingkatkan Semangat Nasionalisme, Pemkab Gelar Apel Penyerahan 1000 Bendera

“Kalender KHGT ini bahkan bisa menetapkan penanggalan hingga ratusan tahun ke depan. Artinya, tanggal hijriah sudah dapat diketahui melalui ilmu hisab tanpa harus menunggu rukyatul hilal,” katanya.

Menurutnya, dasar penetapan 1 Ramadan 1447 H juga merujuk pada terjadinya ijtimak atau konjungsi antara bulan dan matahari yang terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB.

“Ijtimaknya terjadi pada Selasa siang. Dengan dasar itu, maka malam harinya sudah masuk 1 Ramadan, sehingga Rabu kita mulai berpuasa,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam perhitungan global KHGT sempat muncul kemungkinan perbedaan tanggal di sejumlah wilayah dunia. Namun, setelah dilakukan koreksi dan pertimbangan standar ketinggian hilal, Muhammadiyah tetap menetapkan 18 Februari 2026 sebagai awal Ramadan di Indonesia.

Baca Juga :  Dinilai Sangat Lambat, Walhi Kritisi Penanganan Perkara Karhutla di Kalteng

“Indonesia ditetapkan tanggal 18 Februari. Edarannya sudah ditandatangani dari pusat. Jadi malam Rabu sudah Tarawih dan Rabu mulai puasa,” tegasnya.

Dia berharap penetapan tersebut dapat menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dan berjalan selaras dengan keputusan pemerintah.

“Mudah-mudahan tidak ada perbedaan dan bisa diikuti bersama. Bulan Syaban ditetapkan 29 hari, sehingga langsung masuk Ramadan. Insya Allah penetapan ini sudah melalui perhitungan global yang matang,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/