PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah. Dalam sepekan ke depan, sejumlah daerah diperkirakan berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mencatat, potensi cuaca ekstrem tersebut muncul dalam dua fase, yakni pada 9–11 Februari 2026 dan berlanjut pada 12–14 Februari 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang memengaruhi sebagian besar wilayah Kalteng.
Prakirawan BMKG Tjilik Riwut, Chandra, menjelaskan, pada periode 9–11 Februari 2026, hujan lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
“Pada periode ini, hujan sedang hingga lebat berpeluang disertai petir dan angin kencang di wilayah-wilayah tersebut,” kata Chandra, Senin (9/2/2026).
Memasuki periode 12–14 Februari 2026, potensi hujan lebat diperkirakan meluas. Selain wilayah sebelumnya, BMKG juga mencatat Kotawaringin Barat dan Lamandau berpotensi terdampak, bersama Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, pohon tumbang, hingga terganggunya aktivitas transportasi darat maupun sungai.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, untuk tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG,” ujarnya.
BMKG juga menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem. (jef)


