KUALA
KAPUAS,PROKALTENG.CO
โ Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga postur anak lebih pendek dan tak sesuai usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi
dalam
kandungan dan masa awal kehidupan setelah lahir tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun.
Dalam
rangka penurunan stunting di Kapuas, Dinas Perikanan setempat yang tergabung dalam tim konvergensi penurunan stunting di Kapuas memiliki peran yang cukup besar. Hal itu ditandai dengan kegiatan yang dilakukan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas melalui bidang-bidang dalam struktur organisasinya. Seperti dari sector perikanan yang lebih dominan menangani budi daya ikan.
Kepala
Dinas Perikanan Kapuas
Darmawan melalui Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan dan Kelautan Arjoni menyampaikan, sampai tahun 2020 Dinas Perikanan sudah melaksanakan kegiatan dalam rangka penurunan angka stunting di Kapuas.
รขโฌลIni
sudah kita laksanakan kegiatan gemar makan ikan, karena ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh, terlebih lagi bagi anak-anak atau balita,รขโฌย katanya saat ditemui di Kantor Dinas Perikanan Kapuas, Kamis (14/1) kemarin.
Gemar
makan ikan sudah terealisasi di beberapa kecamatan di Kapuas. Seperti Kecamatan Bataguh, Kapuas Timur dan Selat. รขโฌลPada kampanye gemarikan tersebut, diberikan edukasi tentang manfaat makan ikan bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui,รขโฌย ungkapnya.
Dia
berharap dengan adanya kegiatan dari Dinas Perikanan melalui beberapa bidangnya, bias membantu tim konvergensi penurunan stunting di Kapuas.