PROKALTENG.CO-Teror buaya di pesisir Kabupaten Kotabaru seolah tak ada habisnya. Kali ini, keganasan predator bergigi gergaji itu menyasar Saharuddin, warga RT 10 Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan.
Pria ini nyaris meregang nyawa saat beraktivitas di tambak miliknya, Sabtu (6/2) lalu.
Insiden berdarah ini bermula saat pagi ia sebagai petambak melakukan rutinitas pada umumnya.
Saharuddin berniat membuka pintu air untuk mengatur sirkulasi di tambaknya. Namun tidak ia sangka seekor buaya berukuran besar menyambar kaki korban dengan kekuatan penuh.
“Kejadiannya sangat cepat. Korban sedang fokus ke pintu air, tiba-tiba predator itu muncul dan langsung mengunci kakinya,” ujar salah satu kerabat korban.
Dalam kondisi terjepit dan menahan sakit yang luar biasa, naluri bertahan hidup Saharuddin bangkit. Meski kaki kirinya robek akibat gigitan maut tersebut, ia melakukan perlawanan sengit.
Bak mukjizat, ia berhasil melepaskan diri dari rahang sang predator sebelum sempat diseret ke dasar air. Dengan sisa tenaga yang ada, ia merangkak menuju pondok untuk meminta pertolongan warga.
Luka yang diderita Saharuddin cukup parah. Setelah sempat mendapat penanganan medis darurat di Puskesmas Pantai, ia langsung dilarikan ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru untuk menjalani perawatan intensif malam itu juga.
Kepala Desa Pantai, H. Hamiansyah, mengakui bahwa risiko ini menghantui masyarakatnya setiap hari.
“Kami minta warga jangan beraktivitas sendirian. Predator ini sudah masuk ke area kerja manusia,” pesannya.
Senada dengan itu, Camat Kelumpang Selatan, Akhmad Mawardi, mendesak adanya langkah konkret dari instansi terkait. Ia tak ingin jatuh korban jiwa lagi akibat lambatnya penanganan konflik manusia dan satwa ini.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami akan berkoordinasi agar ada langkah pencegahan nyata, bukan sekadar imbauan,” tegas Mawardi. (jpg)


