KANDANGAN, PROKALTENG.CO – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Loksado menyebabkan Sungai Amandit meluap dan menghancurkan infrastruktur vital.
Jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju Dusun Datar Mangkung, Desa Tumingki, dilaporkan putus total diterjang arus deras pada Sabtu pagi (27/12/2025).
Dilanzi dari Radar Banjarmasin (grup prokalteng.co). Informasi tersebut disampaikan Camat Loksado, H. Yosi Rizal Johanson. Melalui grup informasi kebencanaan sekitar pukul 06.46 WITA, ia mengirimkan dokumentasi foto yang menunjukkan kondisi jembatan sudah terputus dan tidak dapat dilalui.
“Kondisi jembatan di Datar Mangkung Tumingki putus,” tegasnya dalam laporan awal.
Putusnya jembatan gantung ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Aktivitas masyarakat Dusun Datar Mangkung lumpuh total.
Warga dilaporkan terisolasi dan tidak dapat keluar masuk wilayah dusun karena tidak tersedia jalur alternatif yang memadai.
Selain memutus akses utama, luapan Sungai Amandit juga merusak fasilitas di kawasan wisata. Berdasarkan kiriman video warga, banjir menghantam objek wisata Taman Anggrek di Datar Mangkung hingga mengalami kerusakan parah.
“Izin melaporkan, di Desa Tumingki, khususnya Taman Anggrek Datar Mangkung, hancur lebur. Gazebo-gazebo taman roboh dan jembatannya putus,” ujar seorang warga dalam rekaman video.
Dalam video tersebut terlihat derasnya arus sungai menyapu fasilitas penunjang wisata di sepanjang bantaran sungai.
Hingga saat ini, akses menuju lokasi masih tertutup dan warga Dusun Datar Mangkung tetap berada dalam kondisi terisolasi sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.(jpc)
KANDANGAN, PROKALTENG.CO – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Loksado menyebabkan Sungai Amandit meluap dan menghancurkan infrastruktur vital.
Jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju Dusun Datar Mangkung, Desa Tumingki, dilaporkan putus total diterjang arus deras pada Sabtu pagi (27/12/2025).
Dilanzi dari Radar Banjarmasin (grup prokalteng.co). Informasi tersebut disampaikan Camat Loksado, H. Yosi Rizal Johanson. Melalui grup informasi kebencanaan sekitar pukul 06.46 WITA, ia mengirimkan dokumentasi foto yang menunjukkan kondisi jembatan sudah terputus dan tidak dapat dilalui.
“Kondisi jembatan di Datar Mangkung Tumingki putus,” tegasnya dalam laporan awal.
Putusnya jembatan gantung ini berdampak besar terhadap mobilitas warga. Aktivitas masyarakat Dusun Datar Mangkung lumpuh total.
Warga dilaporkan terisolasi dan tidak dapat keluar masuk wilayah dusun karena tidak tersedia jalur alternatif yang memadai.
Selain memutus akses utama, luapan Sungai Amandit juga merusak fasilitas di kawasan wisata. Berdasarkan kiriman video warga, banjir menghantam objek wisata Taman Anggrek di Datar Mangkung hingga mengalami kerusakan parah.
“Izin melaporkan, di Desa Tumingki, khususnya Taman Anggrek Datar Mangkung, hancur lebur. Gazebo-gazebo taman roboh dan jembatannya putus,” ujar seorang warga dalam rekaman video.
Dalam video tersebut terlihat derasnya arus sungai menyapu fasilitas penunjang wisata di sepanjang bantaran sungai.
Hingga saat ini, akses menuju lokasi masih tertutup dan warga Dusun Datar Mangkung tetap berada dalam kondisi terisolasi sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.(jpc)