PROKALTENG.CO-Semangat khidmah para relawan di Dapur Umum Mushola Abu Yazid Al-Busthami, Kabupaten Banjar, kembali bergeliat menjelang puncak pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah, Minggu (28/12) malam. Sejak pagi, aroma masakan khas Kalimantan mulai menyeruak dari dapur umum yang menjadi salah satu titik layanan utama bagi ribuan jemaah.
Di sini, relawan datang silih berganti, mengisi peran masing-masing. Ada yang memasak, mengemas makanan, menyalurkan logistik, hingga menyiapkan penginapan gratis bagi jemaah. Semua bergerak dengan satu tujuan. Memastikan tamu Allah yang datang ke Sekumpul dapat beribadah dengan tenang, makan dengan cukup, dan pulang dengan nyaman.
Koordinator dapur umum, Ali, menyebut tahun ini panitia menyiapkan empat ekor sapi. Meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu. “Total daging dan tulangan sekitar 400 kilogram. Sebagiannya disalurkan ke dapur-dapur umum lain, sebagian lagi kami olah langsung bersama warga,” ujarnya.
Daging tersebut dimasak menjadi menu khas seperti kari, masak habang, dan nasi samin. Seluruh bumbu dan bahan pendukung, termasuk minyak samin, telah dipersiapkan jauh hari untuk mengantisipasi kelangkaan menjelang puncak haul.
Selain itu, panitia juga menyalurkan beras hingga 100 blek dan air mineral sebanyak 50 dus ke berbagai posko. Dua dapur umum utama didirikan di Sungai Ulin, Banjarbaru, dan Desa Tunggul Irang, Kabupaten Banjar, yang masing-masing menyuplai ke sejumlah posko layanan di Sekumpul dan sekitarnya.
Tak hanya fokus pada puncak acara, relawan juga menyiapkan layanan hingga jemaah kembali ke daerah masing-masing. Makanan siap saji dibagikan kepada mereka yang hendak pulang, sebagai bekal perjalanan. “Ini bentuk khidmah rutin setiap 5 Rajab. Kami ingin jemaah merasa terlayani dari awal kedatangan hingga kepulangan. Semoga menjadi amal kebaikan bagi semua yang terlibat,” tutur Ali. (jpg)

